Mengenal karakteristik bibit jahe unggul

Mengenal karakteristik bibit jahe unggul

Tanaman jahe biasanya diperbanyak melalui pembiakan vegetatif, yakni dengan cara memotong rimpangnya untuk ditanam kembali. Walaupun terkesan sangat mudah untuk membuat bibit sendiri. Tetap harus diperhatikan kualitas bibit jahe merah maupun bibit jahe gajah yang akan digunakan, bibit yang baik akan membuat pertumbuhan dan produksi tanaman juga baik.

Untuk memperoleh kualitas bibit jahe merah dan bibit jahe gajah yang baik juga unggul, perlu diperhatikan beberapa hal yang mempengaruhi :

  1. Rimpang bibit jahe diambil dari rimpang yang segar.
  2. Rimpang bibit jahe diambil dari tanaman yang sehat, rimpang jahe merah maupun rimpang jahe gajah yang akan digunakan tidak terluka.
  3. Rimpang yang dipilih untuk bibit jahe sudah berumur tua.
  4. Rimpang yang akan digunakan sebagai bibit jahe memiliki 3 mata tunas atau lebih.
  5. Bagian rimpang yang terbaik untuk dijadikan bibit jahe adalah rimpang pada ruas ke dua dan tiga.
  6. Kebutuhan bibit dapat berbeda-beda setiap jenis jahe yang akan dibudidayakan (untuk budidaya jahe merah memerlukan bibit 1-1,5 ton/ha, sedangkan untuk bibit jahe gajah 2-3 ton/ha).
  7. Rimpang yang telah terinfeksi penyakit, tidak dapat dijadikan bibit karena merupakan sumber penularan penyakit.
  8. Bibit jahe yang digunakan harus dipastikan bukan dari kebun yang terinfeksi bakteri dan penyakit-penyakit penyerang rimpang jahe.

Penggunaan bibit jahe berkualitas untuk menunjang keberhasilan budidaya jahe merah maupun jahe gajah, sangat diperlukan agar pertumbuhan tanaman jahe dapat tumbuh dengan optimal, hasil yang ditargetkan pun berpotensi tercapai bahkan akan menghasilkan panen diluar ekspektasi para petani.

Semua ini berawal dari pemilihan bibit jahe yang unggul, jangan sampai salah menentukan kualitas bibit, karena akan berpengaruh besar terhadap hasil panen dari tanaman jahe yang diinginkan. Lahan yang meghasilkan panen jahe merah maupun jahe gajah yang melimpah tentu akan membuat gembira para petani jahe.

Selain itu para petani juga harus membekali diri dengan banyak belajar cara budidaya jahe merah dan jahe gajah dengan baik, sehingga akan di dapatkan keseimbangan antara pengetahuan maupun pemeliharaan dalam budidaya jahe.

Demikian sedikit uraian dari penulis, bagi pembaca yang tertarik mencoba budidaya jahe, kami menyediakan rimpang bibit jahe merah dan juga bibit jahe gajah dengan kualitas unggul. Silahkan segera menghubungi kami untuk info lebih lanjut :

Admin 1          : 0878-3839-3451

Admin 2          : 0812-2830-5869

Admin 3          : 0899-8869-758

PIN BB           : 579D8E32

Mengenal karakteristik bibit jahe unggul

Mengenal karakteristik bibit jahe unggul

 

Fungsi paranet untuk budidaya jahe

Fungsi paranet untuk budidaya jahe

Dalam kegiatan budidaya jahe, sering kali akan dijumpai berbagai gangguan yang menyebabkan kegagalan budidaya yang tengah dilakukan.  Bermacam-macam gangguan penyebab kegagalan budidaya jahe diantaranya dapat disebabkan oleh cuaca maupun hama tanaman.

Gangguan budidaya jahe, baik saat proses budidaya jahe merah maupun jahe gajah dapat ditemui dari cuaca yang sering hujan lebat, angina kencang maupun sengatan terik sinar matahari siang hari, seringkali membuat petani jahe mengalami gagal panen.

Selain itu, terik panas matahari dan curah hujan lebat maupun angina kencang akan mengancam keberlangsungan hidup tanaman yang masih berupa bibit. Tidak terkecuali bibit jahe merah yang masih berusia dibawah 3 bulan, memang membutuhkan perawatan lebih. Bibit jahe merah yang masih berumur dini, belum memiliki akar kuat dan dalam. Karena pengaruh cuaca ini, bibit yang masih lemah dapat tercabut disebabkan cuaca. Sehingga mengakibatkan tanah disekelilingnya tersapu hujan dan angina maupun kekeringan terkena terik sinar matahari.

Gangguan dalam budidaya jahe gajah maupun jahe merah juga dapat dijumpai dari pengrusakan yang dilakukan oleh hewan. Seperti ayam yang suka memakan daun jahe yang masih ranum, kambing maupun burung yang juga sering merusak tanaman jahe yang sudah dibudidayakan.

Lalu apakah ada solusi untuk masalah gangguan dalam budidaya jahe ini? Tentu saja jawabannya selalu ada solusi dalam setiap masalah. Solusi yang dapat diambil adalah dengan memasang paranet.  Paranet terbuat dari jarring plastic dengan ketebalan bermacam-macam.

Paranet memiliki berbagai fungsi yang sangat berguna dalam budidaya jahe, diantaranya adalah :

  1. Mengatur intensitas matahari sesuai kebutuhan dapat juga berfungsi sebagai peredam sinar matahari
  2. Pemecah air hujan, agar tidak langsung mengenai bibit jahe, air hujan dipecah menjadi kepyaran kecil-kecil sehingga penyerapan air hujan ke dalam bibit dapat dilakukan dengan baik, tanpa menghancurkan bibit.
  3. Menaungi dan menahan sinar matahari, sangat cocok untuk bibit jahe yang masih berusia dibawah 3 bulan, karena tidak terlalu membutuhkan banyak sinar matahari.
  4. Melindungi dari serangan binatang pengganggu, dengan memasangi paranet disekeliling tanaman jahe, membantu menghindari dari serangan ayam, kambing dan pemasangan paranet diatas budidaya jahe gajah maupun jahe merah dapat mencegah dari serangan burung.
  5. Ketebalan paranet dapat dipilih, bahan pembuatan pun ada banyak varian pilihan.

Bagi anda yang ingin mencoba budidaya jahe, jangan takut dan khawatir. Segera bulatkan tekad, ambil langkah maju dan mulailah berkebun jahe. Anda bebas menentukan pilihan mau budidaya jahe merah, jahe gajah, ataupun jenis jahe lainnya.

Jika anda kesulitan menemukan penjual bibit jahe disekitaran anda. silahkan dapat menghubungi kami, kami siap menerima pesenan dari seluruh wilayah Indonesia. Kami juga siap mengantarkan pesanan keseluruh wilayah Indonesia melalui banyak pilihan cargo. Kami juga melayani pembelian bibit jahe Bagi yang ingin membeli bibit jahe langsung ke tempat kami (COD) . info lebih lengkap silahkan dapat menghubungi kami di :

Admin 1          : 0878-3839-3451

Admin 2          : 0812-2830-5869

Admin 3          : 0899-8869-758

PIN BB           : 579D8E32

Fungsi paranet untuk budidaya jahe

Fungsi paranet untuk budidaya jahe

PENGAPURAN DAN FUNGSINYA BAGI TANAMAN JAHE MERAH

PENGAPURAN DAN FUNGSINYA BAGI TANAMAN JAHE MERAH

Salah satu proses budidaya jahe yang bertujuan untuk menghambat timbulnya penyakit adalah pengapuran. Tahap ini sangat penting karena tanaman jahe merah akan tumbuh dengan baik jika pH tanah telah sesuai dengan kebutuhan dari tanaman jahe tersebut. Selain itu, keberadaan bibit penyakit juga dapat meminimalisir dengan adanya pengapuran. Bibit jahe merah pun tumbuh dengan baik.

JENIS DAN FUNGSI KAPUR

kapur dolomit

pengapuran dengan dolomit

kapur dolomit

 

Dalam dunia pertanian, ada beberapa jenis kapur. Kapur yang biasa digunakan di lahan pertanian dapat berupa kapur tohor atau sirih (Ca0), kapur labur  0H 2, kapur dolomit (CaC03).

Kapur tohor adalah jenis kapur yang dibuat dengan proses pembakaran. Bahan yang digunakan berasal dari batuan kapur gunung dan kulit kerang. Kapur ini juga biasa disebut kapur sirih atau kapur oksida (Ca0). Kapur labur merupakan jenis kapur hasil pembakaran pada kapur tohor dengan menambahkan air batuan kapur. Kapur labur juga biasa disebut kapur tembok atau kapur hidroksida (Ca(0H)2.

Kapur dolomit merupakan kapur karbonat yang dibuat dari bahan batuan kapur tidak melalui pembakaran, tetapi langsung digiling. Kapur karbonat yang mengandung banyak kalsium karbonat dan sedikit magnesium karbonat disebut kalsit. Sementara itu, kapur karbonat yang mengandung banyak kalsium karbonat dan magnesium karbonat disebut dolomit (CaC03). Kapur dolomit inilah yang banyak dijual di toko pertanian dan umumnya digunakan para petani untuk pengapuran tanah di dalam budidaya jahe merah. Kapur dolomit dianggap kualitasnya paling bagus untuk budidaya jahe merah dan cocok untuk mengapur tanah asam.

Berikut adalah fungsi kapur bagi tanah yang akan ditanami jahe merah maupun jahe gajah.

  • Meningkatkan pH tanah atau mengurangi keasaman tanah agar menjadi stabil.
  • Mengikat kelebihan C02 yang dihasilkan oleh proses pembusukan.
  • Memperbaiki reaksi tanah (menetralkan ion H+.
  • Memperbaiki struktur tanah menjadi lebih baik dan lebih humus.
  • Mempercepat proses penguraian bahan bahan organik.
  • Membantu pemberantasan hama penyakit.

 

CARA PENGAPURAN

Pengapuran merupakan salah satu hal mendasar dalam pengolahan lahan agar sesuai yang diharapkan. Untuk itu, ada baiknya kita tahu mulai dari dosis, teknik, dan waktu pemberiannya. Agar pemberiannya efektif, petani harus mengetahui kondisi pH tanah dan jenis kapur yang akan digunakan. Pada lahan dengan pH rendah dapat diberikan kapur pertanian sebanyak 1-3 ton / ha atau dolomit sebanyak 0,5-2 ton /ha untuk meningkatkan pH tanah.

Agar pengapuran dapat berjalan baik sebaiknya para petani jahe harus melalui beberapa tahap agar pengapuran berjalan sempurna. Berikut adalah taha tahapan pengapuran.

  • Lakukan pengukuran pH tanah pada beberapa titik secara random, tetapi mewakili seluruh media tanam. Bila dalam satu hamparan lahan nilai pH tanah hampir sama, tidak tidak menjadi masalah, walau nilainya asam atau basa. Namun, bila pH dalam satu hamparan memiliki perbedaan mencolok, petani harus membuat petakan agar mudah dalam menghitung kebutuhan kapurnya.
  • Perhatikan jenis kapur yang akan digunakan, baik kapur tohor atau sirih (Ca0), kapur labur Ca(0H)2, kapur dolomit. Sebaiknya kapur disesuaikan dengan kondisi tanah dan struktur tanah lahan sehingga pengapuran dapat dilakukan secara efektif.
  • Hitung kebutuhan kapur untuk memenuhi nilai normal pH yang ideal sesuai kebutuhan tanaman jahe. Kemudian, lakukan penghitungan kebutuhan volume kapur sesuai dengan luas lahan.
  • Hitung kebutuhan kapur agar penebaran lebih merata sesuai lahan media. Misalnya dalam luas 1 ha dibutuhkan kapur sebanyak 4 ton sedangkan satu karung kapur berisi 50 kg sehingga dibutuhkan kapur sebanyak 80 karung. Kemudian, bagi luas 1 ha dengan 8 karung sehingga diperoleh hasil berupa satu karung untuk luas 125 m2. Dengan demikian pemanfaatan kapur akan lebih merata. Bisa juga dalam satu hamparan lahan kebutuhan kapurnya berbeda. Hal itu karena kondisi keasaman tanahnya berbeda sehingga pemberian kapurnya perlu disesuaikan.
  • Pengapuran sebaiknya dilakukan pada waktu cuaca cerah dan bukan pada saat turun hujan.
  • Teknik pengapuran di lahan dilakukan dengan cara menebarkannya secara merata pada petakan yang telah ditentukan sebelumnya.
pengapuran tanah dengan dolomit

pengapuran dengan dolomit

Kebutuhan kapur dolomit untuk menetralkan tanah berdasarkan pH nya

pH tanah Dosis (ton/ha)
4,0 10,24
4,1 9,76
4,2 9,28
4,3 8,82
4,4 8,34
4,5 7,87
4,6 7,39
4,7 6,91
4,8 6,45
4,9 5,98
5,0 5,49
5,1 5,02
5,2 4,54
5,3 4,08
5,4 3,60
5,5 3,12
5,6 2,65
5,7 2,17
5,8 1,69
5,9 1,23
6,0 0,75

 

Pengendalian hama kutu perisai penyerang daun dan rimpang jahe merah

Pengendalian hama kutu perisai penyerang daun dan rimpang jahe merah

Dari sekian banyak hama yang menyerang bibit jahe merah, perlu juga diwaspadai serangan hama kutu perisai (Aspidiella Hartii). Kutu jenis perisai menyerang rimpang bibit jahe merah mulai dari penanaman sehingga rimpang terlihat kisut dan banyak kutu-kutu berwarna pink atau putih menempel.

Para petani jahe merah perlu mewaspadai dan mencoba mencari solusi, pengetahuan tentang cara budidaya jahe merah yang baik perlu juga diperhatikan. Karena dengan bekal pengetahuan lah para petani dapat mengatasi masalah yang ditemui dalam budidaya jahe merah.

Selain sebagai pemecah dan solusi segala masalah budidaya jahe merah, pengetahuan cara budidaya jahe merah pun dapat memaksimalkan hasil produksi saat pemanenan.

Penanganan hama kutu perisai dapat dilakukan dengan menyemprot insektisida menggunakan dosis yang telah ditentukan (dosis tepat) sesuai dengan tingkat serangan hama kutu perisai. Obat insektisida dapat diperoleh diberbagai toko obat pertanian di sekitar anda.

Namun alangkah lebih baiknya jika hama penyakit kutu perisai ini dapat dicegah dan diantisipasi pada saat budidaya jahe merah. Salah satu cara yang dapat dilakukan bisa dengan pemilihan bibit unggul berkualitas saat menjatuhkan pilihan sebelum memulai budidaya jahe merah.

Perawatan dan juga perlakuan terhadap tanaman jahe merah harus dilakukan secara rutin. Pemberian insektisida, penyemprotan pupuk juga harus dilakukan secara berkala. Jangan lupa membersihkan tanah dari maraknya bertumbuhan gulma maupun rerumputan di sekitar tanaman jahe akan membantu petani jahe merah dalam menjaga juga merawat tanaman jahe merah yang sudah di tanam.

Diperlukan perhatian dan sedikit meluangkan waktu, juga ketelatenan untuk merawat budidaya jahe merah yang sudah dijalankan, intinya jangan mudah menyerah dikala menemui kendala. Yakin setiap kendala dapat dilalui dengan baik jika mau berusaha untuk mencari solusi dan jalan keluar.

Demikian beberapa uraian dari kami, semoga dapat menjadi inspirasi dan bahan referensi bagi anda yang ingin memecahkan masalah seputar budidaya jahe merah. Bagi anda yang sedang ingin mencoba budidaya jahe merah, kami menyediakan bibit jahe merah dengan kualitas unggul. Harga bibit terjangkau. Silahkan hubungi kami di :

Admin 1          : 0878-3839-3451

Admin 2          : 0812-2830-5869

Admin 3          : 0899-8869-758

PIN BB           : 579D8E32

Pengendalian hama kutu perisai penyerang daun dan rimpang jahe merah

Pengendalian hama kutu perisai penyerang daun dan rimpang jahe merah

Manfaat minyak atsiri pada jahe merah

Manfaat minyak atsiri pada jahe merah

Jahe merah merupakan tanaman obat bertumbuh rumpun dan berbatang semu. Persebaran jahe merah dari india sampai china, pertama kali dibawa dari daratan asia pasifik.  Berbagai Negara dibelahan dunia, memanfaatkan jahe merah sebagai bahan pembuatan minuman, obat-obatan, bumbu masak dan lain sebagainya.

Selain itu jahe merah juga diambil minyak atsirinya dengan cara penyulingan untuk dimanfaatkan secara luas dan spesifik. Minyak atsiri pada jahe merah biasa disebut juga dengan minyak eteris (Aetheric oil). Nama lain dari minyak aromaterapi, minyak esensial, minyak terbang.

Minyak atsiri pada jahe merah berbentuk kental jika berada pada suhu ruang, namun cepat menguap dan menimbulkan wangi yang khas. Dalam berbagai bidang industri peranan minyak atsiri sangat dibutuhkan sebagai bahan baku. Seperti beberapa industry berikut ini :

Dalam industri kosmetik, kandungan minyak atsiri pada jahe merah digunakan sebagai penambah aroma terapi pada sabun, sampo, pata gigi, pencuci tangan dan lain sebagainya.

Sedangkan dalam industri makanan, kandungan minyak atsiri pada jahe merah digunakan sebagai penyedap rasa dan aroma. Untuk industri parfum minyak atsiri pada jahe merah digunakan untuk membentuk aroma parfum dengan wewangian khas aromatherapy yang menenangkan.

Dalam industri farmasi, kandungan minyak atsiri pada jahe merah dimanfaatkan sebagai anti nyeri, anti bakteri dan anti infeksi. Apalagi sekarang salah satu perusahaan herbal terbesar di Indonesia sudah berinovasi menciptakan minyak angina aroma therapy dengan wangi khas jahe merah yang lebih hangat.

Dalam industri bahan pengawet minyak atsiri pada jahe merah dimanfaatkan sebagai insektisida. Dengan mengetahui beberapa manfaat minyak atsiri untuk kebutuhan industri maka dapat dilihat pula prospek cerah jika memutuskan untuk budidaya jahe merah . karena kebutuhan pasokan minyak atsiri jahe merah pada industri berlangsung terus menerus. Dari tahun ke tahun pun terus meningkat.

Hal ini menjadi peluang bagi anda untuk menanam jahe merah. Kami menyediakan bibit jahe merah bagi anda yang berniat memulai budidaya. Segera hubungi kami di :

HP/WA admin 1 : 0899-8869-758

HP/WA admin 2 : 0878-3839-3451

PIN BB               : 579D8E32

Manfaat minyak atsiri pada jahe merah

Manfaat minyak atsiri pada jahe merah

PERSIAPAN MEMULAI BUDIDAYA JAHE MERAH

PERSIAPAN MEMULAI BUDIDAYA JAHE MERAH

Jahe merah sudah banyak dikenal dan dikonsumsi masyarakat indonesia. Bagi anda yang tertarik untuk mencoba budidaya jahe merah perlu memperhatikan kondisi iklim yang cocok untuk pembudidayaan. Jahe merah sangat cocok ditanam pada iklim yang mempunyai curah hujan tinggi kisaran antara 2500-4000 mm/tahun. Setelah umur 2,5-7 bulan tanaman jahe merah juga membutuhkan paparan sinar matahari yang cukup, sehigga lebih baik tanaman jahe merah diletakkan pada tempat yang terkena paparan sinar matahari sepanjang hari. Pengaturan suhu pun harus diperhatikan suhu optimum yang dibutuhkan tanaman jahe merah adalah antara 20-35 derajat celcius. Sehingga jahe merah dapat berkembang optimal.

PEMILIHAN MEDIA TANAM

Pemilihan media tanam, jahe merah tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian 0 sampai 2000 m dpl di indonesia yang mempunyai daaerah tropis tanaman jahe merah biasanya ditanam di ketinggian 200 smpai 600 m dpl. Sebelum memilih media tanam pastikan anda mempunyai bibit yang unggul dan mempunyai kualitas bagus yang diambil dari perkebunan atau dari pembibitan yang sudah ada sehingga nanti dapat dihasilkan tanaman jahe merah dengan varietas tanaman yang tumbuh tinggi dengan hasil terbaik.

Untuk media tanam budidaya jahe merah bisa menggunakan dua media, bisa menggunakan media lahan dan bagi anda yang tidak memiliki lahan cukup luas untuk bertanam jahe merah tidak usah khawatir karena media polybag pun bisa digunakan sebagai solusi permasalahan lahan. Jika anda mempunyai cukup lahan kosong maka bibit jahe merah bisa ditanam pada kondisi tanah yang subur , gembur dan banyak mengandung bahan organik seperti tanah latosol berwarna merah kecoklatan atau andosol. Sementara itu tekstur tanah yang baik bagi pertumbuhan jahe merah adalah tanah-tanah bertekstur lempung, lempung liat berpasir, lempung berdebu serta lempung berliat. Derajat keasaman tanah yang dibutuhkan minimal 4,5 sedangkan untuk idealnya dibutuhkan PH 6,8-7,4 yang juga perlu diperhatikan adalah kmiringan tanah usahakan jahe merah ditanam pada lahan dengan kemiringan kurang dari 3%.

Sedangkan bagi anda yang tidak memiliki lahan atau hanya memiliki lahan sempit, tidak usah risau karena jahe merah juga dapat di tanam melalui media polybag yang tidak memerlukan banyak tempat tentunya. Sebelum memulai bertanam jahe merah siapkan polybag sesuai kebutuhan setara dengan jumlah rimpang yang dimiliki.

BUDIDAYA JAHE MERAH DALAM POLYBAG

Tanaman jahe merah yang ditanam dalam polybag memerlukan perawatan rutin yaitu harus di sirami terus menerus setiap hari pada pagi dan sore hal ini untuk menyiasati agar tanaman jahe merah tidak kekurangan air apabila ditanam sebelum musim penghujan dan juga agar tanah didalam polybag tetap gembur tidak kering sehingga tanaman jahe merah didalam polybag tidak mati. Seain disirami tanaman juga harus diberi pupuk, paling baik pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang seperti kotoran sapi atau kambing atau juga bisa menggunakan pupuk jadi yang terbuat dari bahan organik seperti pupuk Super Nasa. Terimakasih atas kunjungannya, semoga anda sukses dalam budidaya jahe merah

persiapan memulai budidaya jahe merah

bibit jahe merah

PEMELIHARAAN BIBIT JAHE MERAH

PEMELIHARAAN BIBIT JAHE MERAH

 

Setelah kita melakukan penyemaian rimpang jahe merah, langkah yang harus dilakukan adalah pemeliharaan bibit jahe merah. Cara pemeliharaan bibit jahe merah pun sebenarnya cukup mudah dan praktis. Lahan yang digunakan untuk penyemaian harus dalam kondisi basah atau lembab. Itulah sebabnya, diperlukan penyiraman sehari dua kali di pagi hari dan sore hari.

Nah, untuk menghindari serangan jamur, kita bisa melakukan penyemprotan anti jamur. Penyemprotan ini bisa dilakukan menggunakan fungisida. Lakukan penyemprotan ini setiap 1 minggu sekali.

SELEKSI BIBIT JAHE MERAH

Setelah penyemaian selama 2-4 minggu, bibit akan mulai bertunas. Bahkan beberapa bibit sudah memiliki daun muda. Walau penyemaian dilakukan secara bersamaan, tidak semua rimpang tumbuh tunas bersama sama. Hal ini dipengaruhi oleh usia bibit yang disemai berbeda beda. Itulah sebabnya seleksi bibit mesti dilakukan.

Pisahkan bibit berdasarkan tunas, mulai dengan memilih tunas yang besar atau kecil, lalu berdasarkan kondisi tunas, busuk atau masih segar. Lalu pisahkan juga tunas yang sudah berakar dan belum. Hal ini untuk memperoleh kualitas tanaman yang baik dan mempersempit kemungkinan tersebarnya bakteri atau jamur bawaan.

MEMBANTU BIBIT BERADAPTASI

Setelah dilakukan seleksi bibit, letakkan bibit seleksi tersebut ke rak atau bilik khusus. Rak tersebut harus didesain agar bibit bisa terkena cahaya matahari 50 %. Hal ini dilakukan untuk membantu bibit bibit tersebut beradaptasi ketika dipindah ke media pembesaran nanti. Jangan lupa untuk selalu menyirami tanaman tersebut. Usahakan untuk menyiram bibit dengan campuran fungisida dan air sesekali. Ini supaya bibit bisa terbebas dari jamur atau hama. Pada masa adaptasi ini, terus awasi perkembangan bibit. Jika ada yang rusak atau tiba tiba membusuk, pisahkan dari kelompoknya.

PENYIAPAN LAHAN PEMBESARAN

Lahan yang akan digunakan untuk pembesaran tanaman jahe merah juga perlu disiapkan dengan baik. Hal ini dilakukan supaya tanaman bisa menghasilkan rimpang maksimal. Persiapan lahan yang akan digunakan sebenarnya ada dua jenis, yakni ditanam menggunakan media polybag dan lahan persawahan (bedengan atau guludan).

Jika ditanam media luas seperti sawah atau kebun, perlu dipastikan bahwa tanahnya memang gembur dan subur. Hal ini dilakukan supaya akar tanaman jahe merah bisa tumbuh dengan baik, maka pasokan unsur hara terpenuhi dan tanaman jahe merah pun akan tumbuh dengan baik.

Anda berminat budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah ready stok siap kirim kirim ke seluruh nusantara. Hubungi SMS /WA 087838393451