Penentuan pola tanam dalam budidaya jahe

Penentuan pola tanam dalam budidaya jahe

Memilih untuk melakukan budidaya jahe memang adalah langkah tepat bagi para petani. Mengingat jahe merupakan tanaman toga yang dibutuhkan dari masa ke masa. Apalagi permintaan jahe dari hari ke hari juga mengalami peningkatan.

Sebagai salah satu komoditas hasil perkebunan yang banyak di cari di masyarakat, budidaya jahe sangatlah prospek terutama sebagai bahan rempah-rempah juga sebagai obat tradisional. Jahe yang banyak diburu adalah jahe merah dan juga jahe gajah. Maka tidak ada salahnya jika petani beralih mencoba budidaya jahe merah maupun jahe gajah.

Dalam budidaya jahe gajah, jahe ini termasuk jenis jahe asli kekayaan alam nusantara, jenis jahe nya yang berimpang besar merupakan jenis istimewa yang juga diburu para konsumen dari luar negri hingga menjadi komoditas ekspor unggulan dari beberapa eksportir Indonesia.

Sekiranya sekilas gambaran betapa cerahnya budidaya jahe yang kami paparkan akan membangkitkan niatan pembaca untuk mencoba menanam jahe. Sebelum menanam jahe, haruys ditentukan dulu pola tanam yang dipilih. Kami akan menjelaskan sedikit tentang pola tanam baik dalam penanaman bibit jahe merah maupun bibit jahe gajah.

Langkah –langkah yang dapat dilakukan dalam pola tanam budidaya jahe adalah :

  1. Pembuatan lubang tanam

Untuk menghindari pertumbuhan jahe yang jelek, karena kondisi tanah yang buruk, maka sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan . selanjutnya dibuat lubang-lubang kecil atau alur sedalam 3-7,5 cm untuk menanam bibit jahe.

  1. Cara penanaman

Cara penanaman dilakukan dengan cara melekatkan bibit rimpang, secara rebah ke dalam lubang tanam atau alur yang sudah di siapkan. Penanaman dilakukan pada bedengan yang dibentuk dengan lebar 80-100cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan, jarak antara bedengan 40-50cm. pada bedengan dibuat alur sedalam 10-15cm sebagai lubang tanam kemudian bibit ditanam sedalam 3-5cm dengan tunas menghadap keatas. Setelah proses tanam bibit dapat diayomi dengan mulsa atau tumpang sari dengan daun pisang terutama pada daerah yang mempunyai sinar matahari tinggi/ menyengat.

Pada bedengan dibuat lubang-lubang kecil atau alur sedalam 5-7 cm. bibit jahe kemudian ditanam pada lubang-lubang tersebut. Untuk penanaman bibit jahe gajah yang sudah tua diperlukan lubang kira-kira seukuran 80cm x 40cm atau 60cmx 40cm. untuk penanaman bibit jahe merah berukuran sekitar 60cm x 40cm, yang harus diperhatikan lagi adalah penanaman jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan.

Demikian beberapa uraian kami semoga bermanfaat. Kami menjual bibit jahe gajah dan juga menjual bibit jahe merah. Bagi anda yang sedang membutuhkan bibit jahe merah, bibit jahe gajah dan mengetahui cara budidaya jahe, silahkan menghubungi kami di :

Admin 1          : 0878-3839-3451

Admin 2          : 0812-2830-5869

Admin 3          : 0899-8869-758

PIN BB           : 579D8E32

Penentuan pola tanam dalam budidaya jahe

Penentuan pola tanam dalam budidaya jahe

Kebutuhan Bibit Jahe Gajah per hektar

Banyaknya bibit jahe gajah yang diperlukan bergantung pada berat per potong rimpang dan jarak tanam. Jika berat per potong rimpang sekitar 40-60 gram dan jarak tanam bervariasi, misalnya 10×60 cm dan 30×30 cm, maka kebutuhan bibit jahe gajah tentu berbeda. (selengkapnya amati tabel di bawah ini)

Kebutuhan Bibit Jahe Gajah per hektar

No Jarak tanam Berat per bibit (gram) Bibit bruto (potong) Bibit maks.75% (potong) Kebutuhan bibit (ton/ha)
01 10 x 60 40 160,000 120,000 4,8
02 10 x 60 50 160,000 120,000 6,0
03 10 x 60 60 160,000 120,000 7,2
04 30 x 30 40 110,000 82,500 3,3
05 30 x 30 50 110,000 82,500 4,1
06 30 x 30 60 110,000 82, 500 4,9

 

Apabila jarak tanamnya 10 x 60 cm, maka dalam satu hektar lahan membutuhkan 160,000 potong bibit jahe gajah bruto. Dalam kenyataanya, luas lahan satu hektar dapat ditanami maksimum 75 % (setelah dikurangi luas saluran pembuangan, luas antar bedengan, dan sebagainya), maka hanya membutuhkan 120,000 potong bibit. Jikalau berat per potong adalah 40 gram , maka dibutuhkan bibit sekitar 4,8 ton per hektar.

Dalam memilih bibit banyak hal yang harus diperhatikan. Pertama, bibit jahe gajah harus bebas hama. Hama seperti Mimegralla coeruleifrons,lamprolon chaza sp, dan eumerus figurans ternyata ganas dan sering menyerang di sentra sentra jahe gajah. Hama hama itu biasanya hidup dalam rimpang dan secara terus menerus menggerogoti jaringan rimpang.

Untuk pengendaliannya pada kebun pembibitan dapat dilakukan dengan penyemprotan pestisida secara rutin sesuai kebutuhan. Atau secara preventif untuk menanggulangi hama hama tersebut pada bakal bibit dapat dilakukan dengan dua cara; pencelupan pada bahan kimia yang sesuai dan kedua pemberian air panas.

Prasyarat budidaya jahe gajah berikutnya kualitas bibit harus bebas penyakit. Penyakit jahe gajah seperti pseudomonas solanacearum, cendawan Rhizoctonia Solani dan nematoda Radopholus similis. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan penyemprotan bakterisida, fungisida dan nematisida pada kebun pembibitan. Tujuannya supaya kebun bibit jahe gajah bebas dari penyakit tersebut.

Anda berminat budidaya jahe gajah? kami sedia bibit jahe gajah dan bibit jahe merah siap tanam dan siap kirim ke seluruh pelosok nusantara. Namun, bagi yang ingin COD bisa ketemuan di area Jogja atau maksimal radius 30 km. Kami ada di Dusun Rajek Lor RT 2 RW 24 Desa Tirtoadi Mlati Sleman Daerah Istimewa Jogjakarta. Semoga anda sukses dalam budidaya jahe merah maupun jahe gajah.

kebutuhan bibit jahe gajah per hektar

kebutuhan bibit jahe gajah per hektar

Penanaman dan pemeliharaan dalam budidaya jahe

Penanaman dan pemeliharaan dalam budidaya jahe

Dalam budidaya jahe, bibit memegang peranan penting dan harus memenuhi syarat standar bibit jahe unggul juga berkualitas. Sehingga diharapkan dengan selektif memilih bibit kemampuan untuk tumbuh dengan baik pun akan terpenuhi.

Setelah kesediaan dan kesiapan bibit jahe siap tanam sudah terpenuhi, maka segera lahan pun harus sudah siap selai diolah. Penanaman jahe pun sebaiknya dilakukan di awal musim hujan. Hal ini dilakukan karena mengingat pada awal pertumbuhan jahe butuh lebih banyak suplai air dan lebih sedikit suplai matahari sampai berumur 3 bulan keatas.

Penanaman jahe, baik itu penanaman bibit jahe merah maupun jahe gajah harus dilakukan sebaik mungkin karena akan menentukan kekuatan tanaman jahe untuk tumbuh dengan kokoh pada media tanam (lahan, polybag maupun karung).

Pada usaha budidaya jahe yang dilakukan secara intensif dengan kebutuhan air yang selalu terpenuhi, penanaman dapat dilakukan pada bulan apapun jika ingin menjaga kontiniutas produksi. Hanya yang perlu lebih diperhatikan suplay air diluar musim hujan saja. Adapun pengaruh dalam budidaya jahe merah dan budidaya jahe gajah dapat dilihat dari pemaparan dibawah ini :

  1. Kesiapan lahan dan media

Budidaya jahe tidak bisa terlepas dari lahan maupun media, jika para petani jahe ingin menanam jahe langsung dilahan bisa dengan mempersiapkan lahan. Sedangkan jika ingin menanam langsung dipolybag atau karung bisa segera menyiapkan media yang dibutuhkan. Jangan sampai bibit jahe yang sudah bertunas siap untuk ditanam, jadi terbengkalai karena lahan yang belum siap untuk digarap juga ditanami jahe.

Untuk memastikan lahan siap ditanam, ada beberapa indicator yang dapat diketahui yaitu : tanah yang akan dipergunakan tidak padat, beremah dan gembur dengan ciri tanah cukup mudah diambil dengan tangan. Tanah berongga dan berpori-pori halus, tidak ada gulma dan rerumputan.

  1. Kesiapan tenaga kerja

Hal yang perlu diperhatikan juga saat ingin berbudidaya jahe adalah kesiapan tenaga kerja. Baik itu tenaga kerja pribadi ataupun tenaga kerja sewa/ jasa. Apalagi jika penanaman bibit jahe dilakukan pada lahan yang cukup luas.

Penghitungan kebutuhan tenaga kerja sangat diperlukan, perhitungan biaya dapat dijadikan pertimbangan dan pemotongan biaya saat panen jahe tiba sebagai pengganti ongkos pekerja.

  1. Kondisi penanaman

Kondisi penanaman harus juga diperhatikan. Sebelum bibit jahe ditanam pastikan juga kematangan lahan. Dalam penanaman lahan yang terkena curah hujan cukup, akan berpengaruh baik bagi pertumbuhan jahe. Sebaiknya bibit jahe ditanam pada awal musim hujan yakni setelah 2-3 kali turun hujan.

Demikian sedikit pemaparan dari kami. Kami berharap coretan kami dapat bermanfaat bagi para pembaca semua. Silahkan kunjungi juga website kami yang membahas tuntas mengenai budidaya jahe diantaranya :

Cara menanam jahe merah. Silahkan klik  budidaya jahe merah

Cara menanam jahe gajah. Silahkan klik budidaya jahe gajah

Sedangkan bagi anda yang sedang mencari bibit jahe (jahe merah dan gajah) kami menjual bibit jahe merah dan jahe gajah dengan harga terjangkau. Silahkan dapat menghubungi kami di :

Admin 1          : 0878-3839-3451

Admin 2          : 0812-2830-5869

Admin 3          : 0899-8869-758

PIN BB           : 579D8E32

Penanaman dan pemeliharaan dalam budidaya jahe

Penanaman dan pemeliharaan dalam budidaya jahe

 

Cara mengecambahkan bibit jahe merah

Cara mengecambahkan bibit jahe merah

Penggunaan bibit jahe merah yang berkualitas akan mempengaruhi produktifitas tanaman jahe merah yang sedang dibudidayakan. Bibit jahe merah bisa di dapatkan dari rimpang jahe merah yang sudah tua berusia 12 bulan keatas. Namun alangkah lebih baiknya jika rimpang yang sudah tua tersebut tidak langsung ditanam. Apabila bibit rimpang langsung ditanam, kemungkinan pertumbuhan perkecambahan bibit tidak serentak, sehingga mempengaruhi pertumbuhan juga masa panen kedepannya.

Apabila ingin mendapatkan pertumbuhan yang serentak dan seragam dalam budidaya jahe merah, maka sebaiknya rimpang bibit disemai terlebih dahulu agar tumbuh perkecambahan. Penyemaian dapat dilakukan dengan beberapa cara. Diantaranya penyemaian dapat dilakukan dengan menggunakan peti kotakan atau pun dengan bedengan. Asalkan saat proses penyemaian perkecambahan bibit jahe merah sesuai dengan langkah-langkah yang sudah dianjurkan.

Penyemaian atau perkecambahan dengan menggunakan peti kotakan bisa dilakukan dengan cara rimpang bibit jahe merah yang telah dipanen dalam usia bibit (12 bulan keatas) terlebih dulu dijemur setengah hari dibawah sinar matahari pagi, perlu diingat jangan sampai menjemur bibit sampai kering, kemudian dapat disimpan selama 1-1,5 bulan. kemudian rendam rimpang dengan menggunakan ZPT (zat pengatur tumbuh), air dan agrimicin dengan komposisi: apabila ingin menanam 1 ton bibit jahe merah, maka diperlukan 25lt ZPT, 30gram Agrimicin, dan 100lt air.  Rendam bibit jahe merah selama 10-15 menit.

Apabila penanam bibit jahe merah ingin memakai rendaman organik, bisa menggunakan fermentasi urin kelinci dengan dosis penggunaan 5 tutup aqua botol untuk 10lt air. Setelah perendaman selesai jemur bibit jahe merah sebentar, kemudian siapkan peti kotakan isi dengan campuran pupuk kandang dan serbuk gergaji. Tunggu sampai mata tunasnya tumbuh perkecambahan. Setelah itu dapat dipatah-patahkan pertunas. Usahakan mematahkan tunas dengan tangan, jangan dengan pisau karena dapat menularkan bakteri dan sarana perpindahan penyakit pada rimpang.

Setelah itu bibit jahe merah yang sudah bertunas bisa langsung ditanam dilahan atau bisa juga menggunakan polybag dan karung.  Sedangkan patahan rimpang yang belum bertunas dapat disemai lagi dan di kencambahkan lagi yang nantinya bisa untuk ditanam lagi.

Untuk penyemaian bibit dengan menggunakan bedengan, pada prinsipnya cara dan juga langkah-langkah yang dilakukan sama saja seperti penyemaian dalam peti kotakan, hanya saja jika penyemaian lewat bedengan, petani harus menyiapakan bedengan terlebih dulu. Bukan hanya itu pembekalan ilmu dan tata cara budidaya jahe merah sangat dibutuhkan bagi para calon petani maupun penanam bibit jahe merah. Dengan terus belajar petani jahe merah dapat berbudidaya dengan lebih baik dan lebih maksimal.

Bagi anda yang sedang mencari bibit jahe? Kami menyediakan bibit jahe merah dan juga bibit jahe gajah dengan usia bibit tua. Silahkan dapat menghubungi kami di :

Admin 1          : 0878-3839-3451

Admin 2          : 0812-2830-5869

Admin 3          : 0899-8869-758

PIN BB           : 579D8E32

Cara mengecambahkan bibit jahe merah

Cara mengecambahkan bibit jahe merah

 

 

Syarat tumbuh dalam budidaya jahe gajah

Syarat tumbuh dalam budidaya jahe gajah

Budidaya jahe gajah secara umum dipengaruhi oleh lingkungan biotik maupun abiotic. Pengaruh lingkungan biotik terhadap tanaman jahe gajah meliputi semua macam hama, penyakit, gulma, dan tanaman penyela yang tumbuh disekitar tanaman jahe gajah.

Sedangkan pengaruh lingkungan abiotic terhadap tanaman jahe, memiliki peranan penting terhadap pertumbuhan tanaman jahe. Diantaranya adalah pengaruh iklim. Iklim sangat penting dalam budidaya jahe gajah. Akan tetapi tidak semua iklim cuaca dapat menguntungkan, hanya beberapa iklim tertentu yang dapat membantu pertumbuhan tanaman jahe gajah.

Factor-faktor iklim yang mempengaruhi budidaya jahe gajah adalah :

  1. Radiasi sinar matahari

Dalam budidaya jahe gajah perlu diperhatikan juga asupan sinar matahari yang telah diserap. Karena akan membantu fotosintesis. Sinar matahari juga dibutuhkan untuk pembentukan rumpun rimpang agar membesar. Sehingga apabila mendapat bibit jahe gajah tidak cocok ditanam pada lingkungan yang ayom (tidak terkena sinar matahari) karena Cuma akan tumbuh daun, akan tetapi rimpang jahe gajah akan mengecil.

Penanaman jahe gajah dengan sistem guludan dapat meningkatkan luas permukaan sehingga dapat meningkatkan aborsi matahari, hal ini juga akan meningkatkan suhu panas tanah pada siang hari. Penggunaan sistem guludan dengan menggunakan mulsa, akan meningkatkan jumlah radiasi yang dipantulkan. Sehingga mempengaruhi jumlah radiasi yang dipantulkan dan diterima. Hal ini akan mempengaruhi laju fotosintesis sekaligus meningkatkan sumber produksi.

  1. Suhu udara

Setiap tanaman memerlukan suhu tinggi, terutama pada awal-awal fase generatif, akan tetapi perlu diingat pula, kadang-kadang suhu yang terlalu tinggi justru akan merusak jaringan tanaman dan mematahkan daun-daun sehingga over dalam menggugurkan daun. Hal ini pun berlaku dalam tanaman jahe, jahe gajah termasuk tanaman tropis. Sangat cocok tumbuh pada suhu sekitar 25 c-30c.

Suhu yang terlalu tinggi akan menghanguskan daun, sehingga berpotensi tinggi daun akan mengering (diatas 35c). begitu juga jika suhu terlalu rendah, menimbulkan umur bibit jahe gajah menjadi lebih panjang dan dapat berpengaruh pula terhadap pembentukan dan pertumbuhan anakan rimpang jeha gajah menjadi lebih lama (dibawah 20c).

  1. Ketinggian tempat

Penanaman bibit jahe gajah, sebenarnya hamper sama dengan penanaman bibit jahe merah. Pada dasarnya, jahe gajah dapat ditanam pada dataran tinggi maupun rendah, yaitu 1.500 mdpl. Akan tetapi, jika ingin mendapatkan produksi hasil jahe gajah yang baik, maka ketinggian yang paling cocok adalah sekitar 500-950 mdpl.

  1. Curah hujan

Curah hujan merupakan factor penting dalam pertumbuhan tanaman. Curah hujan pun memeliki beberapa fungsi bermanfaat, khususnya bagi budidaya jahe. Diantaranya adalah sebagai pelarut nutrisi, pembentuk gula dan pati, sarana penyaluran hara tanah, penumbuh sel, enzim dan menjaga stabilitas suhu. Oleh karena itu air mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan rimpang jahe gajah.

Dari beberapa factor iklim diatas, ada lagi peran penting dalam pertumbuhan budidaya jahe gajah, begitu pula sama halnya seperti budidaya jahe merah adalah tanah. Dikarenakan tanah adalah tempat berkembangnya akar dan rimpang jahe gajah. Maka perlu diperhatikan PH tanah , tekstur dan juga kedalaman tanah . tanah yang terlalu becek berair tidak cocok untuk ditanami bibit jahe gajah, karena akan menyebabkan busuk rimpang dikarenakan kadar air terlalu banyak. Ph tanah yang cocok untuk budidaya jahe gajah adalah 4,3-7,4 dan kedalam tanah tidak lebih dari 30cm.

Demikian beberapa uraian kami semoga bermanfaat. Kami menjual bibit jahe gajah dan juga menjual bibit jahe merah. Bagi anda yang sedang membutuhkan bibit jahe merah, bibit jahe gajah dan mengetahui cara budidaya jahe, silahkan menghubungi kami di :

Admin 1          : 0878-3839-3451

Admin 2          : 0812-2830-5869

Admin 3          : 0899-8869-758

PIN BB           : 579D8E32

Syarat tumbuh dalam budidaya jahe gajah

Syarat tumbuh dalam budidaya jahe gajah

 

 

Perlunya pemupukan dalam budidaya jahe

Perlunya pemupukan dalam budidaya jahe

Pemupukan dalam budidaya jahe sangat diperlukan, hal ini bertujuan membuat tanah yang akan dipergunakan menanam jahe menjadi subur, gembur dan menunjang pertumbuhan tanaman jahe. Tanaman jahe termasuk tanaman monokotil, sehingga akarnya disebut akar serabut, dan biasa disebut juga dengan akar buku karena keluar dari buku rimpangnya.

Akar-akar serabut dari jahe ini lah yang berfungsi dalam penyerapan unsur hara di dalam tanah, dan unsur hara ini dapat diperoleh dari hasil pemupukan. Dalam pemupukan dalam budidaya jahe bertujuan menggemburkan tanah dan tanaman jahe itu sendiri. Selain sebagai penyedia unsur hara, pemupukan yang dilakukan secara tepat mempunyai fungsi lain sebagai berikut :

  1. Menggemburkan tanah sebagai media tanam
  2. Menambah unsur hara atau esensial yang dibutuhkan tanah
  3. Media tumbuh beberapa mikroorganisme
  4. Menambah oksigen dalam struktur tanah

Jika ingin mendapatkan hasil panen yang optimal, pupuk dapat diberikan saat penanaman bibit jahe merah maupun bibit jahe gajah. Pupuk yang digunakan pada budidaya jahe gajah maupun budidaya jahe merah dapat berupa pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik dapat diperoleh dari kotoran ternak yang sudah diendapkan (matang) , pupuk bokhasi, dan dapat juga menggunakan pupuk organic cair. Untuk pupuk anorganik dapat menggunkan pupuk-pupuk kimia yang sudah banyak diperjual belikan di toko-toko obat pertanian.

Pupuk organik dapat diberikan pada waktu persiapan lahan budidaya jahe gajah dan jahe merah, dengan kebutuhan pupuk kandang pada tanaman jahe sekitar 15-25 ton/ha, dilakukan antara 2-4 minggu sebelum proses penanaman dimulai.

Sedangkan untuk pupuk susulan dapat menggunakan pupuk organik dengan varian yang berbeda, jika memang ingin melakukan budidaya jahe gajah dengan sistem murni organik, apabila ingin memadukan organik dan anorganik, pupuk susulan untuk bibit jahe gajah maupun budidaya jahe merah dapat diberi pupuk kimia susulan.

Dengan demikian, pemberian pupuk sangat dianjurkan baik pemilihan pupuk organik maupun anorganik. Namun, perlu diingat pemberian pupuk harus disertai dengan dosis yang tepat sesuai dengan umur jahe gajah yang di tanam.

Bagi anda yang sedang membutuhkan bibit jahe merah, bibit jahe gajah dan mengetahui cara budidaya jahe, silahkan menghubungi kami di :

Admin 1          : 0878-3839-3451

Admin 2          : 0812-2830-5869

Admin 3          : 0899-8869-758

PIN BB           : 579D8E32

Perlunya pemupukan dalam budidaya jahe

Perlunya pemupukan dalam budidaya jahe

Pengadaan bibit untuk budidaya jahe

Pengadaan bibit untuk budidaya jahe

Dalam usaha budidaya jahe merah maupun jahe gajah, pengadaan bibit termasuk kedalam prioritas penting sebelum memulai budidaya jahe. Terutama sebagai jaminan kontinuitas. Bibit yang tidak berkualitas baik akan menghasilkan produk rimpang jahe yang tidak baik pula.

Dengan demikian, perlu dicari tahu tentang pengadaan bibit jahe merah maupun jahe gajah yang benar-benar baik kualitasnya. Adapun pengadaan bibit jahe dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya adalah dengan membeli, mencari atau mengusahakan sendiri, dan juga bisa juga dengan menerima bibit jahe yang sudah jadi atau bertunas.

Pengadaan bibit dengan memesan/ membeli

Bibit jahe dapat diadakan dengan cara memesan atau membeli. Oleh karena itu, calon pembudidaya jahe harus jeli memilih bibit berkualitas dari penjual, perlu ditanyakan juga usia bibit jahe yang dijual, apakah sudah masuk kriteria umur siap tanam atau belum.

Calon pembudidaya jahe juga memiliki keuntungan tersendiri jika memilih mendapatkan bibit dari membeli kepada penjual bibit jahe, terutama para penjual yang sekaligus sebagai petani. Karena para calon pembudidaya jahe dapat menggali informasi lebih lanjut tentang cara budidaya jahe merah maupun jahe gajah. Sehingga pengetahuan tentang budidaya jahe semakin bertambah.

Menerima jadi

Untuk para petani pembudidaya jahe gajah maupun jahe merah, yang telah menjalin kemitraan dengan para pengusaha jahe gajah maupun jahe merah, biasanya akan menerima bibit jahe dari para pengusaha yang telah bekerja sama dengan petani, ataupun bisa dengan pemberian bibit jahe dari pihak ke tiga yang telah ditunjuk langsung oleh pengusaha jahe, kemudaian hasil panen jahe akan ditampung oleh para pengusaha jahe tersebut.

Kemudian jahe yang telah diterima oleh pengusaha jahe bisa saja dijadikan produk ekspor jahe gajah maupun jahe merah, atau bisa juga diolah kembali menjadi minuman serbuk yang akan di pasarkan secara kontiniu.

Mengusahakan sendiri

Sebagian besar para petani tanaman jahe mengupayakan bibit dengan cara mereka sendiri. Biasanya mereka memperoleh bibit jahe dengan cara membibit sendiri. Bibit jahe bisa di dapatkan melalui cara panen yang disisakan menjadi bibit semai, atau dengan membeli rimpang jahe kemudian disemai sendiri.

Rimpang yang akan dijadikan bibit jahe, di seleksi terlebih dahulu, sehingga rimpang yang akan dijadikan bibit memang dari rimpang pilihan yang berkualitas. Untuk cara penyemaian bibit pun dilakukan dengan seksama, mulai dari pemilihan rimpang unggul sampai menyediakan tempat penyemaian. Hal ini bertujuan agar hasil panen yang dihasilkan dari proses seleksi rimpang dapat memproduksi hasil panen yang memuaskan.

Demikian uraian dari penyusun, semoga para pembaca dapat mengambil manfaat dari susunan tulisan yang telah dibagikan. Bagi para calon pembudidaya jahe merah dan jahe gajah. Tidak usah risau dalam pengadaan bibit jahe. Apabila anda menemui kesulitan dalam membeli bibit jahe, baik bibit jahe merah maupun bibit jahe gajah, silahkan menghubungi kami di :

Admin 1                                 : 0878-3839-3451

Admin 2                               : 0812-2830-5869

Admin 3                                : 0899-8869-758

PIN BB                                     : 579D8E32/5F700F53

Pengadaan bibit untuk budidaya jahe

Pengadaan bibit untuk budidaya jahe