Menimbang keuntungan tanam bibit jahe dalam bentuk rimpang

Menimbang keuntungan tanam bibit jahe dalam bentuk rimpang

Dalam budidaya jahe, keberadaan bibit sangatlah krusial. Terutama sebagai jaminan kontiniuitas dan juga kualitas. Ketersediaan bibit jahe dapat diperoleh dari berbagai cara.

Namun, sebelum memutuskan untuk berbudidaya jahe merah maupun budidaya jahe gajah, ada baiknya apabila para calon pembudidaya jahe mengetahui terlebih dahulu ciri-ciri bibit jahe yang berkualitas.

Bibit jahe dapat berupa rimpang maupun bibit jahe yang sudah bertunas. Penanaman bibit untuk menanam jahe dalam bentuk rimpang, harus melalui proses semai terlebih dahulu. Walaupun memerlukan waktu tunggu lebih lama, bibit jahe dalam bentuk rimpang ini relative lebih murah dibandingkan dengan bibit dalam bentuk tunas.

Bibit jahe dalam bentuk rimpang,mempunyai jumlah mata tunas yang banyak sehingga potensi pertumbuhan tunas baru lebih banyak juga. Jika dihitung-hitung dalam 1 kg bibit jahe rimpang, khususnya bibit jahe merah rimpang dapat menghasilkan antara 50-70 tunas setelah di semai. Sedangkan untuk bibit jahe gajah akan menghasilkan antara 40-60 tunas dalam 1kg. padahal harga 1kg dari masing-masing bibit jahe relative lebih terjangkau. Dari pada harus membeli batangan tunas yang sudah jadi.

Namun dalam hal ini tetap harus diperhatikan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing bibit jahe (rimpang dan tunas). Berikut akan kami bahas kelebihan dan kekurangan jika memilih bibit jahe dalam bentuk rimpang :

kelebihan kekurangan
Pengadaan dan pengangkutan lebih mudah Jika tidak disimpan dengan baik mudah busuk
Lebih praktis dan relative lebih banyak tunas Rimpang harus mempunyai usia minimal bibit (1th)
Dapat dihitung kebutuhan yang diperlukan dengan volume dan berat Waktu budidaya membutuhkan tambahan karena menunggu penyemaian

 

Penanaman jahe menggunakan bibit rimpang, harus dilakukan sesuai dengan prosedur. Adapun tahapan-tahapan dalam budidaya jahe menggunakan rimpang adalah sebagai berikut :

  1. Buatlah lubang tanam sedalam 3cm dengan tugal diatas media tanam berjarak 60x40cm
  2. Masukkan rimpang yang sudah diseleksi (usia tua, siap digunakan untuk bibit), letakkan secara rebah /horizontal dengan tunas menghadap ke atas. Jumlah rimpang yang di masukkan sebanyak satu rimpang per lubang tanam.
  3. Lakukan penutupan dengan tanah hingga tertutup secara merata.
  4. Lakukan penyiraman setiap hari kalau tidak ada hujan.

Sampai disini, semoga pembaca dapat memperoleh gambaran estimasi keuntungan dan faktor pendukung lainnya dalam budidaya jahe. Sehingga dapat memutuskan untuk memilih budidaya jahe menggunakan bibit yang mana.

Apabila pembaca ingin mengetahui lebih lanjut mengenai budidaya macam-macam jahe. Silahkan mengunjungi artikel di bawah ini :

Bagi anda yang berminat dan tertarik budidaya jahe gajah.

Bagi anda yang berminat dan tertarik budidaya jahe merah.

Atau jika anda berminat untuk membeli bibit jahe merah maupun bibit jahe gajah? Silahkan menghubungi kami di :

Admin 1          : 087838393451

Admin 2          : 0899-8869-758

Admin 3          : 0812-2830-5869

PIN BB           : 579D8E32

Menimbang keuntungan tanam bibit jahe dalam bentuk rimpang

Menimbang keuntungan tanam bibit jahe dalam bentuk rimpang

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *