Cara mengatasi penyakit busuk rimpang dalam budidaya jahe merah

Cara mengatasi penyakit busuk rimpang dalam budidaya jahe merah

Dalam budidaya jahe merah, tidak akan terlepas dari beberapa kendala, salah satu kendala yang sering dijumpai para pembudidaya adalah datangnya penyakit pada tanaman jahe merah mereka. Salah satu penyakit yang menyerang adalah penyakit busuk rimpang, lalu bagaimanakah cara mengatasi penyakit busuk rimpang pada budidaya jahe merah? Tidak perlu khawatir, karena akan ada solusi dalam setiap masalah.

Sebenarnya Penyakit busuk rimpang pada bibit jahe merah dikarenakan jamur Fusarium oxysporum f.sp. zingiberi yang merupakan jamur tular tanah, jenis jamur ini bertahan dalam tanah di dalam rimpang dalam bentuk struktur istirahat (klamidospora). Selain terinfeksi oleh jamur yang berada dalam tanah, tanaman jahe merah juga dapat  menjadi sakit karena jamur bawaan bibit tanaman yang diambil dari tanaman sakit. Sumber penularan utama pada pertanaman jahe merah  adalah penanaman rimpang sakit. Jamur berkembang baik pada keadaan suhu panas (15-38°C), udara lembab (87-95%) dan keadaan tanah basah/ becek yang lama karena drainase yang buruk.

Salah satu penyebab lain adalah pemakaian pupuk kandang yang masih hangat (baru, tanpa proses pengendapan) juga rawan menjadi media perkembangan jamur fusarium ini.  Meluasnya penyakit di beberapa sentra budidaya jahe merah menandai bahwa pada umumnya tanah pertanian dan benih rimpang jahe yang digunakan oleh para pembudidaya jahe merah sebagian besar sudah tercemar atau terinfeksi oleh jamur Fasarium oxysporum penyebab penyakit busuk rimpang, sehingga tanah maupun rimpang sehat yang digunakan untuk tujuan produksi jumlahnya sangat sedikit. Cara berikut bisa diaplikasikan untuk menghentikan penyebaran penyakit busuk rimpang agar tidak menjalar.

  1. Pemilihan bibit unggul, bebas penyakit dan berkualitas baik
  2. Benih direndam selama 15 menit dengan larutan fungisida untuk mematikan jamur
  3. Persiapan tanah sebelum proses penanaman, untuk mengendalikan penyebaran jamur penyebab busuk rimpang dalam tanah. Bisa mencampurkan pupuk tabur anti-jamur dengan pupuk kandang yang sudah jadi, komposisi disesuaikan dengan luas tanah yang akan digarap. Diamkan selama seminggu agar kombinasi bahan dapat diserap maksimal oleh tanah.
  4. Apabila setelah ditanam, baru terserang jamur dapat diatasi dengan mencampurkan pupuk cair anti jamur dengan air lalu dikocorkan pada tanaman yang terkena jamur. Atau jika memilih pupuk organic cair sebagai bahan pengganti bisa menggunakan fermentasi urin kelinci sebagai bahan kocor

Demikian beberapa uraian dari penulis, apabila anda ingin mencoba budidaya jahe merah maupun budidaya jahe gajah , anda dapat memperoleh bibit jahe merah dari kami, atau bagi anda yang menghendaki seminar maupun pelatihan budidaya jahe merah, dapat menghubungi kami di :

Admin XL                             : 0878-3839-3451

Admin SIMPATI                 : 0812-2830-5869

Admin 3 (Three)               : 0899-8869-758

PIN BB (jahe merah)       : 579D8E32

PIN BB (jahe gajah)         : 5F700F53

Cara mengatasi penyakit busuk rimpang dalam budidaya jahe merah

Cara mengatasi penyakit busuk rimpang dalam budidaya jahe merah

intensitas hujan dan kelembaban yang dibutuhkan dalam budidaya jahe

intensitas hujan dan kelembaban yang dibutuhkan dalam budidaya jahe

dalam proses budidaya jahe, baik itu budidaya jahe merah maupun budidaya jahe gajah secara prinsip sama saja dengan jenis jahe yang lain. pada umumnya, jenis jahe gajah memiliki rimpang yang lebih besar, apabila rimpang diiris dengan posisi melintang akan terlihat warna putih kekuningan di dalamnya. Panjang akar jahe gajah kurang lebih dapat mencapai 12,93-21,52 cm. serat yang dimiliki oleh jahe gajah pun cenderung sedikit lembut dari jenis lain, aromanya tidak terlalu tajam, rasanya pun tidak terlalu pedas.

Untuk batang dari jahe gajah sendiri termasuk dalam batang semu, dengan rimpang besar dan daun dari jahe gajah saling berselang teratur, permukaan atas daun terlihat hijau muda dibandingkan dengan bagian bawah. Dalam budidaya jahe gajah, selain pengolahan tanah dibutuhkan juga ketersediaan air, untuk keberlangsungan hidup tanaman jahe gajah. Untuk yang mengandalkan pasokan air dari curah hujan, maka perlu diperhatikan intensitas air yang sesuai untuk budidaya jahe gajah. tanaman jahe gajah membutuhkan curah hujan antara 2.500-3.000 mm/ tahun. Terutama saat rumpun jahe gajah dalam keadaan mengering.

Bibit jahe gajah yang telah dibudidayakan membutuhkan kelembaban yang relatif tinggi, hal ini diperlukan untuk menunjang pertumbuhan jahe gajah agar mencapai tingkat optimal. Kelembaban yang dibutuhkan yaitu mencapai 80%. Sehingga budidaya jahe gajah sebaiknya dilakukan pada tempat-tempat yang memiliki intensitas curah hujan tinggi, sampai budidaya jahe gajah berumur antara 5-6 bulan.

Sedangkan untuk budidaya jahe merah, sama hal nya dengan jahe gajah. Pemilihan bibit jahe merah yang baik akan mempengaruhi hasil panen.  Jahe merah memiliki ciri rimpang lebih kecil dari jahe gajah. Ciri mencolok dari jahe merah adalah warna kulitnya yang beda dari jenis jahe lainnya. disamping itu, dari kandungan minyak atsiri nya pun jahe merah lebih unggul. Dikarenakan dalam setiap rimpang jahe merah kandungan minyak atsiri yang dihasilkan adalah setengah botol kecil ukuran 20ml.

Selain itu rasa pedas yang dihasilkan oleh jahe merah lebih menyengat dari jenis jahe lainnya. sehingga pengolahan jahe merah akan tepat jika digunakan untuk pengobatan asma, pencegah dan mengobati masuk angin. Pencegah stoke dan penyakit jantung, pengobat pilek, influenza, dan sebgai anti oksidan alami. Bukan hanya itu, khasiat jahe merah masih banyak lagi yang dapat di manfaatkan. Akan tetapi bagi para ibu hamil harus berhati-hati saat mengkonsumsi jahe merah baik dalam bentuk utuh maupun serbuk, karena efek panas yang ditimbulkan akan mempengaruhi janin.

Sedangkan untuk membudidayakan bibit jahe merah, pada dasarnya sama saja seperti jahe pada umumnya.  Sebelum ditanam bibit jahe merah harus di semai terlebih dahulu, dalam media kotak ataupun tanah langsung. Akan tetapi harus diberi alas pupuk kascing (bekas kotoran cacing) dan penyiraman secara berkala. Setelah tumbuh sekitar dua sampai tiga bulan, baru lah siap untuk di pindahkan ke media tanam seperti tanah, polybag atau karung. Kemudian tinggal perawatan lanjutan dan ketelatenan yang di butuhkan.

Demikian beberapa penjelasan singkat seputar budidaya jahe gajah dan jahe merah, apabila anda sedang mencari bibit jahe gajah dan bibit jahe merah, silahkan dapat langsung berkomunikasi dengan kami di layanan customer service :

Admin 1                               : 0878-3839-3451

Admin 2                                : 0812-2830-5869

Admin 3                               : 0899-8869-758

PIN BB  (jahe merah)         : 579D8E32

PIN BB (jahe gajah)           : 5F700F53

intensitas hujan dan kelembaban yang dibutuhkan dalam budidaya jahe

intensitas hujan dan kelembaban yang dibutuhkan dalam budidaya jahe

Strategi pemasaran jahe instan melalui media social

Strategi pemasaran jahe instan melalui media social

Apabila ingin memperluas jangkauan pemasaran dari suatu produk, maka harus ada nilai tambah produk yang di unggulkan, Tidak terkecuali dengan pemasaran hasil produksi dari budidaya jahe merah. Pasca panen adalah waktu dimana ketersediaan jahe merah sangat berlimpah, ini akan menjadi masalah apabila jahe merah yang telah di panen tidak segera di distribusikan, karena akan mengalami kebusukan.

Maka diperlukan pula velue “ nilai tambah” suatu produk, untuk hal ini hasil dari budidaya jahe merah dapat di olah menjadi minuman jahe merah sachet. Dengan kemasan menarik dan banyak pilihan rasa yang di tawarkan. Strategi pemasaran ini merupakan beberapa bagian upaya memperkenalkan produk pada konsumen. Pemasaran merupakan kegiatan atau upaya mengatur strategi agar konsumen untuk mengeluarkan uang agar mau membeli produk atau pun jasa yang di tawarkan.

Agar produk minuman jahe merah sachet yang sudah di produksi di kenal oleh banyak konsumen, maka di perlukan promosi untuk memperluas pemasaran olahan dari budidaya jahe ini. Bentuk promosi yang paling lama di gunakan adalah melalui media seperti Koran, majalah, tabloid, televise atau radio. Iklan di media seperti ini memang banyak menjangkau khalayak luas, akan tetapi biaya yang harus di keluarkan pun cukup merogoh kantong.

Cara lain yang bisa digunakan adalah dengan cara word of mouth atau dari mulut ke mulut yakni dari satu orang yang telah merasakan manfaat dari produk yang telah dibeli seperti saat membeli jahe instan sachet, apabila pelanggan merasa puas akan menyebarkan informasi ini pada teman-temannya yang lain, dengan otomatis orang tersebut sudah melakukan promosi. Akan tetapi promosi dengan cara ini pun akan memakan waktu yang lumayan lama juga.

Pembaca juga bisa mencoba promosi melalui media social seperti facebook, twitter, instagram, bbm, maupun watshapp atau telegram.  Media social adalah media promosi yang cepat di respon oleh khalayak, media social mampu mendorong setiap aktivitas komunikasi pemasaran menjadi lebih baik. Jadi, banyak hal yang bisa di manfaatkan melalui media social.

Pada tahun 2015 saja, peningkatan pesat penggunaan media social mencapai 100 juta orang. Pengguna media social sendiri di dominasi masyarakat usia produktif. Dengan memasuki promosi melalui media social akan dapat membaca arah konsumen. Personal brending sangat di perlukan dalam promosi melalui media social. Adapun kiat-kiat dalam personal brending yang dapat dilakukan untuk promosi adalah sebagai berikut :

  1. Penjual harus eksis di media social, jika ingin membangun brand.
  2. Konsisten dalam menggunakan berbagai saluran media social, gaya bahasa dan percakapan yang di gunakan pada media social juga harus konsisten.
  3. Berlaku jujur untuk mendapat kepercayaan.
  4. Memiliki kompetensi dan integritas sebagai nilai tambah.

Demikian beberapa uraian kami semoga bermanfaat. Kami menjual bibit jahe gajah dan juga menjual bibit jahe merah. Bagi anda yang sedang membutuhkan bibit jahe merah, bibit jahe gajah dan mengetahui cara budidaya jahe, silahkan menghubungi kami di :

Admin 1          : 0878-3839-3451

Admin 2          : 0812-2830-5869

Admin 3          : 0899-8869-758

PIN BB  (jahe merah)            : 579D8E32

PIN BB (jahe gajah)              : 5F700F53

Strategi pemasaran jahe instan melalui media social

Strategi pemasaran jahe instan melalui media social

 

Mengatasi wabah hama kepik penyebab daun jahe berlubang

Mengatasi wabah hama kepik penyebab daun jahe berlubang

Pemeliharaan tanaman dalam budidaya jahe merah merupakan langkah krusial yang akan mempengaruhi penentuan hasil produksi dari jahe merah. Pencegahan penyakit tanaman sangat berguna sebagai langkah prefentif terhadap serangan berbagai macam hama. Diperlukan pula langkah untuk mengatasi penyebaran hama, terutama hama berupa kepik yang menjadi penyebab daun-daun tanaman jahe merah berlubang, apabila dibiarkan tanpa penanganan akan menjadi lebih parah dan tidak tertolong.

Kepik merupakan jenis serangga yang memiliki panjang tubuh sekitar 6-8 mm. dengan variasi warna berbeda-beda dalam tubuhnya, mulai dari warna cenderung kemerah-merahan sampai warna kecoklatan bercampur kekuningan. Hama kepik paling sering merusak daun juga sangat suka memakan bagian-bagian daun dalam budidaya jahe sehingga mengakibatkan daun berlubang. Apabila serangan hama kepik mencapai tahap terberat, bisa jadi daun yang di makan kepik hanya akan menyisakan kerangka saja.

Jenis kepik yang paling lahap menyantap daun adalah kepik betina. Kepik betina akan bertelur mencapai jumlah 300 butir per ekor . telur-telur ini diletakkan secara berkelompok, tiap kelompok terdiri dari 22-30 butir telur dan diletakkan pada daun-daun sepanjang budidaya jahe. Larva yang telah menetas akan langsung menyantap daun-daun jahe yang menjadi alas telur tersebut.

Agar tidak menimbulkan dampak parah, maka perlu di tangani secara serius dan sungguh-sungguh. Walaupun problem hama tanaman sudah tidak asing lagi bagi para petani bibit jahe merah, namun akan lebih baik jika penanganan tepat dapat di lakukan. Berikut akan penulis coba membagi tips-tips untuk mengatasi wabah hama kepik, berdasarkan bukti empiris yang sudah sekian kali di uji coba petani jahe terhadap tanaman jehe mereka.

Adapun solusi yang biasa di gunakan petani adalah dengan menggunakan insektisida yang dapat mengurangi populasi hama dan di harapkan akan membasmi penyebaran hama penyakit pada lahan budidaya jahe yang sedang di garap oleh para calon petani. Memberikan insektisida jenis DIMECRON 50 SCW atau THIRODAN 36 EC dengan dosis dan frekuensi yang telah di tetapkan pada aturan pemberian insektisida dapat menjadi jawaban atas segala problem yang muncul berkaitan dengan hama kepik.

Demikian sedikit tips, yang bisa kami berikan. Apabila para pembaca semua ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana bertanam jahe, baik jahe merah maupun jahe gajah. Silahkan mengunjungi beberapa website yang sudah kami tulis. Atau Anda ingin budidaya jahe gajah dan budidaya jahe merah? Kami siap membantu anda.  Ayo segera ambil keputusan untuk berbudidaya jahe, sebelum kesempatan ini berlalu begitu saja. Segera hubungi kami di :

Admin 1                               : 0878-3839-3451

Admin 2                                : 0812-2830-5869

Admin 3                               : 0899-8869-758

PIN BB  (jahe merah)                        : 579D8E32

PIN BB (jahe gajah)           : 5F700F53

,

Mengatasi wabah hama kepik penyebab daun jahe berlubang

Mengatasi wabah hama kepik penyebab daun jahe berlubang

Keuntungan pemasangan paranet melingkar dalam budidaya jahe

Keuntungan pemasangan paranet melingkar dalam budidaya jahe

Sebagai bentuk pemeliharaan terhadap tanaman jahe, baik dalam budidaya jahe merah maupun budidaya jahe gajah, alangkah lebih baiknya jika petani jahe memberikan perlindungan terhadap tanaman jahe yang sudah di budidayakan. Tanaman jahe yang di pelihara dengan baik tentu akan berbeda hasil nya jika di bandingkan dengan tanaman jahe yang asal-asalan di tanam, bahkan tidak di rawat sama sekali.

Dalam kegiatan budidaya jahe, tentu ada banyak kendala yang di hadapi. Salah satunya hama yang datang dari binatang ternak dan binatang liar. Diantaranya adalah serangan dari ayam ternak yang sangat suka sekali memakan pucuk-pucuk daun jahe  yang masih ranum. Bukan hanya itu, hewan-hewan kecil seperti biawak saat melewati lahan juga dapat merusak tanaman jahe yang masih kecil.

Maka perlu di carikan solusi yang tepat agar budidaya jahe yang di jalankan oleh petani berjalan lancar dan kendala-kendala dapat di atasi dengan baik. Bibit jahe merah maupun bibit jahe gajah mengalami masa rawan pada 3 bulan penanaman. Dalam artian bibit masih dapat menjadi sasaran serangan dari hama pengganggu. Di karenakan pada usia tersebut bibit jahe masih terlalu kecil.

Solusi yang dapat di ambil menjawab berbagai kendala yang dihadapi adalah dengan cara memasang paranet melingkar di sekeliling lahan, untuk melindungi budidaya jahe merah dan jahe gajah.  di samping itu juga dapat menghindari serangan hama pengganggu yang berasal dari ayam, biawak juga dapat mempermudah pemantauan perkembangan bibit jahe yang telah di tanam. Sehingga cara ini dapat meringankan kerja para petani.

Demikian sedikit tips, yang bisa kami berikan. Apabila para pembaca semua ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana bertanam jahe, baik jahe merah maupun jahe gajah. Silahkan mengunjungi beberapa website yang sudah kami tulis. Atau Anda ingin budidaya jahe gajah dan budidaya jahe merah? Kami siap mengirim ke lokasi anda yang di Jakarta, Depok, Tangerang, Cirebon, Temanggung, bandung, ciamis, banten, lampung, Mesuji, riau, Medan, Pontianak, Palangkaraya, Balik papan, samarinda, ujung pandang, Sulawesi, Maluku, NTB, NTT, Pati, Kudus, Jepara dan seluruh indonesia.

Pengiriman melalui ekspedisi terpercaya semacam Pos, Pahala express, Indah Cargo, Star cargo, ESL dan lain sebagainya. Kami siap melayani anda dengan sepenuh hati. Kami juga siap menerima kunjungan bagi yang ingin pantau atau COD di area Jogja dan sekitarnya.

Ayo segera ambil keputusan untuk berbudidaya jahe, sebelum kesempatan ini berlalu begitu saja. Segera hubungi kami di :

Admin 1                               : 0878-3839-3451

Admin 2                                : 0812-2830-5869

Admin 3                               : 0899-8869-758

PIN BB  (jahe merah)                        : 579D8E32

PIN BB (jahe gajah)           : 5F700F53

Keuntungan pemasangan paranet melingkar dalam budidaya jahe

Keuntungan pemasangan paranet melingkar dalam budidaya jahe

Cara mudah membersihkan sisa tanah pada rimpang saat pemanenan

Cara mudah membersihkan sisa tanah pada rimpang saat pemanenan

Tahapan terakhir dalam budidaya jahe merah yang dinanti-nanti adalah tahap memanen. Sebaiknya sebelum panen harus  ditentukan terlebih dulu ingin memanen jahe merah berapa? apakah akan di panen  pada usia konsumsi atau usia bibit. Jika usia konsumsi yang diinginkan oleh para peternak, maka pemanenan bibit jahe merah bisa dilakukan pada usia 8 bulan. sedangkan  apabila menginginkan memanen jahe merah pada usia tua (bibit) yang di pilih, maka pemanenan dapat dilakukan pada usia 12 bulan ke atas.

Beberapa ciri-ciri jahe merah yang sudah siap panen adalah daun mulai menguning dan batang mulai mengering. Jika ingin saat pemanenan nanti petani jahe merah tidak perlu susah payah membersihkan tanah yang menempel pada rimpang jahe, maka petani yang membudidaya jahe dapat memotong batang tunas jahe merah 2 bulan sebelum masa panen, tapi dengan syarat memang benar-benar akan dipanen, karena kalau sudah dipotong namun jahe merah tidak jadi dipanen akan berakibat rimpang di dalam menjadi busuk.

Dengan cara memotong batang tunas jahe merah 2 bulan sebelum panen, hal ini juga dapat memotong akar-akar serabut pada rimpang jahe merah secara alami, sehingga saat proses pembersihan tidak akan memakan waktu lama juga mempersingkat untuk proses pemasaran hasil panen.

Setelah pemotongan selesai, dalam jangka waktu tertentu dapuran jahe merah sudah siap dibongkar, gunakan cangkul atau pun scop untuk mempermudah pembongkaran rimpang jahe merah, harus dilakukan dengan hati-hati agar rimpang tidak patah sehingga tidak mengurangi harga jual.

Kemudian para petani bisa melihat hasilnya, jahe merah yang dipanen dengan tehnik pemotongan batang tunas akan menghasilkan rimpang jahe merah yang lebih bersih dari tanah maupun dari akar, sehingga petani tidak perlu mencuci bisa langsung dijemur dan di pasarkan. Selamat mencoba beberapa tips dari kami. Semoga bermanfaat dan sukses selalu untuk pembaca semua.

Bagi anda yang tertarik budidaya jahe merah, kami menyediakan bibit jahe merah kualitas unggul, kami juga menyediakan bibit jahe gajah berkualitas. Untuk anda yang menghendaki pelatihan budidaya jahe merah maupun budidaya jahe gajah, kami siap membantu anda. silahkan bisa menghubungi kami di :

  1. HANDPHONE :

XL                   : 0878-3839-3451

SIMPATI        : 0812-2830-5869

3                      : 0899-8869-758

WHATSAPP :

XL                   : 0878-3839-3451

3                      : 0899-8869-758

PIN BB           : 579D8E32

Cara mudah membersihkan sisa tanah pada rimpang saat pemanenan

Cara mudah membersihkan sisa tanah pada rimpang saat pemanenan

Cara mengatasi penyebaran hama lalat

Cara mengatasi penyebaran hama lalat

Dibandingkan dengan kepik, lalat merupakan hama pengganggu budidaya jahe yang cukup berbahaya. Hewan yang satu ini dapat menyerang rimpang jahe merah. Akan sangat berbahaya apabila rimpang jahe merah terluka karena di gerogoti oleh lalat. Melalui gigitan lalat sebagai perantara masuknya bakteri dan larva-larva lalat yang menyebabkan busuk rimpang. Selain itu lalat juga akan membawa koloni untuk menyerang rimpang jahe, sehingga rimpang tersebut tidak dapat bertahan.

Umumnya jenis lalat yang menyerang budidaya jahe merah yaitu lalat rimpang dan lalat gudang. Sedangkan untuk lalat rimpang sendiri sebenarnya ada dua jenis yaitu lalat rimpang eumerus figurans walker dan mimegrala coeruleifrons. Adapun ciri-ciri lalat dan cara pemberantasannya akan di bahas pada pembahasan berikut ini.

Lalat rimpang eumerus figurans walker

Lalat jenis ini menyerang tanaman bibit jahe merah sekilas memang tidak berbeda atau hamper mirip dengan lalat pada umumnya. Akan tetapi ciri fisik yang dapat diketahui adalah lalat ini berwarna hitam dengan garis putih. Garis tersebut melintang sekitar abdomennya. Ciri lainnya lalt jenis ini memiliki rentang sayap sekitar 15,50-16 mm. panjang lalat jantan sekitar 8,8mm dan betina 8,7mm.

Larva dari jenis lalat ini sering menyerang dan merusak rimpang tanaman jahe merah, sehingga berakibat pada bagian dalam rimpang menjadi keropos juga bagian atas tanaman akan menjadi layu. Cara mengatasi penyebaran lalat jenis ini dapat menggunakan insektisida Decis 2,5 EC. Perlu diingat sebaiknya sebelum diobati menggunakan cairan ini, sisihkan terlebih dahulu tanaman yang telah rusak karena serangan lalat, baru setelah itu untuk menghindari kerusakan pada tanaman yang masih sehat segera di semprotkan insektisida jenis ini.

Lalat mimegrala coeruleifrons

Jenis lalat ini memiliki bentuk fisik yang lebih ramping dari pada jenis lalat lainnya. sayap lalat ini belang dan berwarna hitam. Lalat ini tergolong hama tanaman jahe yang berbahaya dikarenakan dapat merusak rimpang dan bagian tanaman lain. Pada bagian tanaman lalat jenis ini akan menempelkan larva dan menggigit bagian tersebut, sehingga akan menyebabkan layu seperti terkena layu bakteri.

Selain itu lalat ini juga gemar menggigit daging rimpang yang mengakibatkan rimpang terbuka dan menjadi celah masuk mikroorganisme merugikan. Cara mengatasi penyebaran lalat ini adalah dengan membuat sanitasi, membersihkan sisa tanaman yang sudah rusak karna larva lalat jenis ini. Petani juga dapat memanfaatkan insektisida Curacron 500 EC dengan dosis sesuai yang di anjurkan.

Lalat gudang

Lalat jenis ini bisa menyerang rimpang jahe merah mulai dari saat masih berupa bibit jahe yang ditanam sampai masa pemanenan tiba bahkan sampai saat penyimpanan gudang. Apabila mengetahui keberadaan lalat ini harus segera diberantas. Lalat ini menyukai bagian daging rimpang bibit jahe merah yang disimpan untuk meletakkan larvanya. Pembasmian yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyebaran hama ini adalah dengan menggunakan perpaduan  insektisida dikarenakan serangan lalt gudang yang ganas. Yaitu Decis 2,5 EC dan Curacron 500 EC.

apabila pembaca ingin mendapatkan rimpang bibit jahe merah maupun bibit jahe gajah, silahkan menghubungi kami di :

Admin 1                               : 0878-3839-3451

Admin 2                                  : 0812-2830-5869

Admin 3                                 : 0899-8869-758

PIN BB  (jahe merah)          : 579D8E32

PIN BB (jahe gajah)            : 5F700F53

Cara mengatasi penyebaran hama lalat

Cara mengatasi penyebaran hama lalat

 

Hama pengganggu dalam budidaya jahe merah

 

Hama pengganggu dalam budidaya jahe merah

Tidak ada suatu budidaya mana pun yang tidak di ganggu hama tanaman. Salah satu nya pada budidaya jahe merah, karena hama tidak hanya menyerang kesehatan tanaman bagian atas, namun juga dapat menyerang produktivitas rimpang jahe yang di hasilkan. Hama pada tanaman jahe dapat menyebabkan keterlambatan pertumbuhan tanaman, merusak daun dan menyebabkan rimpang membusuk.

Hama juga dapat diperoleh semenjak tanaman masih berupa bibit rimpang. Bibit jahe merah yang telah terinfeksi hama tidak akan baik jika digunakan untuk budidaya. Hama yang sering menyerang tanaman jahe merah misalnya saja kepik, ulat, lalat rimpang, dan juga lalat gudang. Selain itu serangan penyakit lain juga dapat membahayakan tanaman jahe merah. Salah satu penyakit yang biasa di jumpai dan berakibat fatal adalah busuk rimpang.

Hama yang merupakan ancaman untuk budidaya jahe merah. Namun sebenarnya hal ini dapat dicegah dan diatasi dengan cara membasminya. Maka dari itu cara budidaya jahe merah yang baik harus sudah di kuasi oleh para petani jahe merah. Pemberantasan hama pada tanaman jahe merah dapat di atasi dengan menggunakan cairan kimia (dibuat secara alami) . perlu diperhatikan pula pemberantasan hama pada tanaman jahe merah perlu di lakukan secara menyeluruh tidak bisa dilakukan secara setengah-setengah.

Pemberantasan hama yang tidak tuntas akan membuat hama datang kembali menyerang tanaman jahe merah yang sudah di budidayakan. Sebenarnya, pemberantasan hama secara tuntas bisa berhasil jika dilakuakan dengan tepat. Caranya adalah tepat memilih obat untuk memberantasnya.

Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dilakukan dengan sistem pengendalian hama terpadu (PHT) yaitu pengendalian populasi atau tingkat serangan OPT dengan menggunakan beberapa teknik pengendalian yang dikembangkan dalam satu kesatuan untuk mencegah timbulnya kerugian secara ekonomis dan kerusakan lingkungan hidup.

Sebelum melakukan tindakan pemberantasan hama, maka perlu di perhatiakan dulu, dengan melakukan pengamatan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui intensitas atau kepadatan populasi OPT, luas serangan, daerah penyebaran, dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi serangan. Kemudian setelah melakukan pengamatan, pengambilan diperlukan setelah mengetahui data dari hasil pengamatan. Keputusan ini dapat berupa melanjutkan pengamatan atau tindakan pengendalian.

Tindakan pengendalian hama dalam budidaya jahe merah dilakukan apabila populasi dan serangan OPT akan menimbulkan kerugian secara ekonomis. Dalam melakukan tindakan pengendalian perlu diperhatikan persyaratan diantaranya :

memadukan pengendalian hama secara terpadu, selaras dan serasi tanpa mengganggu atau tidak mencemari lingkungan dengan prinsip PHT. Memilih mengutamakan pengendalian hama secara tepat, secara fisik maupun biologi dan genetik. Berusaha menggunakan pestisida alami, apabila sudah dalam keadaan mendesak bisa menggunakan pestisida kimia, namun penggunaan secara bijak sesuai dosis.

Bagi anda yang berminat mencoba budidaya jahe gajah maupun budidaya jahe merah, jangan khawatir dan panic. Karena kami menyediakan bibit jahe merah dan bibit jahe gajah dengan kualitas bagus dan harga terjangkau. Silahkan menghungi kami di :

Admin 1                               : 0878-3839-3451

Admin 2                                  : 0812-2830-5869

Admin 3                                 : 0899-8869-758

PIN BB  (jahe merah)                         : 579D8E32

PIN BB (jahe gajah)            : 5F700F53

Hama pengganggu dalam budidaya jahe merah

Hama pengganggu dalam budidaya jahe merah

 

Teknologi pemupukan dalam budidaya jahe

Teknologi pemupukan dalam budidaya jahe

Sudah sejak dahulu, budidaya jahe dikenal memiliki banyak manfaat. Biasanya, tanaman jahe banyak di gunakan untuk memasak, membuat minuman, jamu ataupun asinan. Pasar untuk rimpang jahe pun masih terbuka sangat luas, baik pasar domestic lokal hingga internasional. Contohnya saja, hasil budidaya dari kebun Negara kita sudah mampu menembus pasar jepang.

Dimana warga jepang bukan hanya menggemari jahe dalam bentuk rimpang saja, akan tetapi warga nya juga amat menggemari rebung batang dari hasil budidaya jahe milik kita. Biasanya di manfaatkan untuk membuat asinan dan olahan makanan lainnya. akibatnya permintaan stok jahe terus meningkat dari tahun ke tahun.

Setelah adanya inovasi dan di perkenalkan cara-cara budidaya yang lebih maju, budidaya dari bibit jahe makin menunjukan perkembangan secara intensif. Inovasi yang dilakukan diantaranya dengan memberikan bibit jahe yang mempunyai daya hasil tinggi dengan ketahanan terhadap penyakit yang lebih baik, pemberian pupuk buatan (anorganik) juga mempengaruhi.

Mengatasi masalah dalam pemupukan

Akan tetapi pemakaian pupuk buatan (anorganik) dapat menimbulkan masalah baru. Diantaranya diketahui bahwa penggunaan pupuk buatan secara terus-menerus akan mengakibatkan penurunan kesuburan tanah juga makin mengerasnya lahan dan berbagai dampak serius lainnya. akibatnya, produktivitas panen tanaman jahe tidak bisa bertahap pada kisaran angka yang tinggi.

Mengatasi masalah yang muncul tersebut perlu ditemukan adanya cara dan teknologi pemupukan yang mampu menjawab persoalan-persoalan yang timbul tersebut. Kehadiran  pupuk hayati yang ramah lingkungan sangat dibutuhkan oleh para petani, baik petani yang membudidaya jahe merah maupun petani yang membudidaya jahe gajah.

Kini telah hadir inovasi pemupukan yang ramah lingkungan tanpa mencemari alam sekitar. Bukan hanya itu bahkan inovasi dari temuan pupuk ini mampu pula memperbaiki lahan-lahan yang rusak. Memperbaiki tanah yang sudah mengeras, sehingga berangsur-angsur mampu kembali menjadi gembur. Memberikan semua jenis unsur makro dan mikro lengkap bagi tanaman dan meningkatkan kesuburan biologis. Pupuk ini sudah dapat ditemukan pada distributor-distributor pupuk organik.

Apabila pembaca kesulitan menemukan distributor pupuk organik, maka bisa di coba membuat pupuk organic sendiri. Pupuk dapat berupa pupuk padat dan pupuk cair. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat di ikuti.

Untuk pupuk cair, dapat digunakan pupuk hasil fermentasi urin kelinci berikut adalah tahapan-tahapannya :

Urin Kelinci sebanyak 10 liter
· Starter bakteri EM4 sebanyak 0,5 % /liter urin (5 ml/liter urine) Jadi untuk 10 liter urin kelinci harus menyediakan sebanyak 10 X 5 ml larutan EM4 = 50 ml EM4.
· Larutan gula pekat sebanyak 1 % / liter urin (10 ml/liter urine), jadi untuk bahan urin sebanyak 10 liter anda harus menyediakan 10 X 10 ml = 100 ml laurtan gula pekat. Anda bisa menggantikan larutan gula pekat dengan molase (dosis sama).

Peralatan :

  • Drum plastik bertutup
    · Gelas ukur
    · Alat Pengaduk

Cara pembuatan :

  1. Masukkan 1 Sendok makan gula pasir kedalam gelas berisi sedikit air dan diaduk. Jika gula masih terlarut kita tambahkan lagi sambil terus diaduk, hingga diperoleh larutan air gula yang pekat.
    2. Urin kelinci ditempatkan dalam drum plastik
    3. Masukkan Starter bakteri EM4 sebanyak 50 ml ke dalam urine, dan aduk rata.
    4. Tambahkan larutan gula pekat sebanyak 100 ml sambil diaduk
    5. Drum ditutup rapat dan dibiarkan selama 3 minggu agar terjadi proses fermentasi dan degredasi urine sehingga bau urine akan hilang.
    6. Setiap 1 minggu sekali Urine diaduk.
    7. Setelah 3 minggu Pupuk urine cair yang kaya akan unsur N,P,K ini siap untuk digunakan (ditandai dengan tidak adanya bau).

Cara Penggunaan :

Pupuk urin diencerkan dengan menambahkan air, perbandingan 1 bagian pupuk urin : 1 bagian air, kemudian semprotkan pada daun tanaman. Untuk tanaman hias pengenceran dapat dilakukan dengan perbandingan 1 bagian pupuk urine : 10 bagian air.

Sedangkan untuk pupuk dalam jumlah padat dapat membuat pupuk kascing atau bekas cacing :

Persiapan Bahan :

–          Kumbung (kandang)

–          Cacing

–          Alat Penyiram (Gembor)

–          Kotoran sapi
Langkah persiapan

Buat kandang berbentuk rumah dengan atap genting  atau atap yang tidak membuat ruangan menjadi panas, dinding bisa dari anyaman bambu atau tembok. Jika menggunakanbambu anyaman maka sebaiknya dinding dibagian bawah   tetap tembok atau batako setinggi kira2 1 meter baru diatasnya pakai anyaman bambu. Lantai di plester dengan semen yang halus, agar cacing tidak keluar dari kandang atau tempat yang kita sediakan.

Proses Produksi

Taruh kotoran sapi yang sudah di angin-anginkan sekitar 1 minggu, taruh didalam kandang ratakan setinggi 10 cm, tabur cacing diatasnya. Setelah 3 hari (sesuai jumlah cacing) akan menjadi vermikompos yang yang lembut serta berubah warna sehingga sudah dapat dipanen. Apabila belum akan dipanen dapat ditambahkan kembali kotoran sapi seperti diawal dan seterusnya. Kotoran sapi yang dibutuhkan setiap hari seberat cacing yang di tanamkan, karena cacing akan makan sebanyak berat badannya setiap hari. Sehingga jika kotoran sapi diberikan per tiga hari, maka jumlahnya harus 3 kali berat cacing. Perlu diperhitungkan pula bahwa cacing berkembang biak dengan cepat, cacing sebanyak 100 ekor dapat berkembang biak menjadi  100.000 cacing  pertahun.

Pemanenan Kascing

Pada siang hari cacing akan banyak bersembunyi dan tidak dipermukaan, karena cacing tidak tahan dengan sinar atau terang. Sehingga pemanenan bisa dilakukan  tidak harus dengan mengayak.

Perlu diperhatikan :

Cacing butuh kelembaban, sehingga perlu di siram dengan air secukupnya apalagi dimusim panas. Sehingga  agar tidak sampai kekeringan yang dapat beresiko mematikan cacing, maka  harus dilakukan penyiraman.

Bagi anda yang berminat mencoba budidaya jahe gajah maupun budidaya jahe merah, jangan khawatir dan panic. Karena kami menyediakan bibit jahe merah dan bibit jahe gajah dengan kualitas bagus dan harga terjangkau. Silahkan menghungi kami di :

Admin 1                               : 0878-3839-3451

Admin 2                                  : 0812-2830-5869

Admin 3                                 : 0899-8869-758

PIN BB  (jahe merah)          : 579D8E32

PIN BB (jahe gajah)            : 5F700F53

Teknologi pemupukan dalam budidaya jahe

Teknologi pemupukan dalam budidaya jahe

 

 

 

Manfaat rimpang jahe merah

Manfaat rimpang jahe merah

Pemanfaatan rimpang jahe merah setelah pemanenan dapat dilakukan dengan berbagai tindakan. Budidaya jahe merah yang menghasilkan rimpang unggulan, akan dapat diolah menjadi berbagai produk unggulan juga.

Rimpang jahe merah memiliki berbagai manfaaat bagi kesehatan tubuh, rimpang yang baik, juga di hasilkan dari pemilihan bibit jahe merah yang baik pula. Diantara khasiat jahe merah adalah sebagai berikut :

  1. Migraine (sakit kepala sebelah)
  • Bahan : 6 g kulit jahe merah , 6 siung bawang putih, ½ cangkir beras yang sudah digunakan
  • Cara pembuatan : ketiga bahan di lumatkan lalu dicampur, di bungkus lalu di panaskan
  • Cara pemakaian : tempelkan pada dahi penderita sebanyak 2x sehari
  1. Sakit kepala
  • Bahan : 1 ruas ibu jari jahe merah tambahkan 1 gelas air dan gula secukupnya
  • Cara pembuatan : jahe merah dibakar dan kemudian di memarkan , kemudian di masukkan dalam air mendidih dan diberi gula, kemudian di aduk
  • Cara pemakaian : 1 resep untuk 1 gelas, di minum 2-3 kali sehari
  1. Kebotakan/ kerontokan rambut
  • Bahan : 1 ruas rimpang jahe merah
  • Cara pembuatan : rimpang jahe merah direbus sampai matang, kemudian di iris-iris selagi hangat.
  • Cara pemakaian : irisan rimpang jahe merah di tempelkan ke bagian kepala yang botak . dilakukan secara rutin setiap pagi dan sore.
  1. Beri –beri
  • Bahan : 15 gram bibit jahe merah dan 30 g buah anggur kering atau bisa dicampur kismis
  • Cara pembuatan : bahan direbus dengan 300ml air sampai mendidih kemudian di saring
  • Cara pemakaian : air hasil saringan di minum ketika masih hangat dan anggur kering atau kismis hasil rebusan di makan
  • Ramuan ini di minum secara teratur 2-3 kali sehari

Demikian beberapa manfaat rimpang jahe merah yang dapat dipraktekan penggunaan nya secara pribadi.  Sedangkan bagi anda yang sedang ingin mencoba budidaya jahe merah. Kami menyediakan bibit jahe merah dan bibit jahe gajah. Dapat menghubungi kami di :

Admin 1                               : 0878-3839-3451

Admin 2                                  : 0812-2830-5869

Admin 3                                 : 0899-8869-758

PIN BB  (jahe merah)                         : 579D8E32

PIN BB (jahe gajah)            : 5F700F53

Manfaat rimpang jahe merah

Manfaat rimpang jahe merah