Pasar potensial dalam budidaya jahe gajah

Pasar potensial dalam budidaya jahe gajah

Pasca panen dalam budidaya jahe gajah, tidak akan terlepas dari pemasaran hasil panen. Produk yang dihasilkan dari komoditas jahe gajah adalah rimpang jahe tersebut.  Rimpang jahe gajah sendiri biasanya lebih di dominasi untuk pemenuhan ekspor, baik dalam bentuk rimpang segar maupun yang telah di olah menjadi asinan jahe yang sangat di gemari di jepang sebagai bumbu penyedap.

Dalam perdagangan jahe gajah sendiri biasanya di pilih dalam bentuk jahe segar ( fresh ginger) dan juga jahe asinan (salted ginger). Jahe segar merupakan jahe gajah utuh masih berupa rimpang yang tidak perlu diproses secara khusus, hanya saja cukup dibersihkan dengan air untuk menghilangkan tanah dan kotoran yang menempel. Sedangkan jahe asinan adalah jahe yang sudah di proses dengan menambahkan asam sitrat, garam dapur dan air.

Selama kurun waktu terakhir ini, hasil panen dari budidaya jahe gajah memang mayoritas untuk kebutuhan ekspor, berbagai Negara di sebagian besar wilayah di dunia sudah menjadi pasar empuk untuk menampung hasil panen jahe gajah yang dihasilkan tanah Indonesia. Diantara Negara yang sudah menjadi mitra adalah jepang, Taiwan, korea selatan, timur tengah, italia, spanyol dan beberapa Negara benua eropa lainnya.

Permintaan pasokan rimpang jahe gajah dari tahun ke tahun cenderung meningkat hingga mencapai ribuan ton. Namun, ternyata peluang besar ini belum bisa di maksimalkan dengan baik, karena sering kali kuota ekspor belum mampu terpenuhi, kapasitas ekspor yang tergolong kecil juga kadang-kadang masih terkendala masalah kontiniuitas. Dikarenakan petani jahe gajah masih sangat minim.

Apabila petani jahe mengambil peluang untuk ikut budidaya jahe gajah tentu kapasitas dan kuota impor dapat terpenuhi, apalagi permintaan pasar selalu meningkat tajam. Pantauan terakhir yang diterima, kuantitas ekspor yang di inginkan pasar mencapai 20,21 ribu ton jahe gajah dengan tingkat harga yang cukup bersaing.

Kondisi rimpang jahe gajah hasil panen yang dapat memasuki perusahaan-perusahaan ekspor ini tentu memiliki standar mutu yng telah di tetapkan. Biasanya standar di tentukan mulai dari ukuran, bobot, kadar air, kebersihan, serta kesehatan rimpang menjadi faktor penting sebagai syarat standar, dalam rimpang juga diharuskan tidak terdapat bekas serangan hama/ penyakit. Selain itu kualitas daging rimpang juga harus masuk standar uji laboratorium. Hal ini dikarenakan untuk memastikan rimpang aman untuk dikonsumsi, dalam artian tidak mengandung zat berbahaya, kalaupun mengandung bahan kimia yang masih dalam ambang batas aman dan tidak terinfeksi penyakit.

Oleh sebab itu, biasanya perusahaan akan meminta beberapa sempel rimpang hasil budidaya jahe untuk di teliti di laboratorium perusahaan. Standar mutu yang diberlakuakan dalam kebutuhan ekspor memang menuntut pembudidaya jahe menjaga kualitas produk , tentu akan sebanding dengan harga jual produk yang otomatis lebih tinggi. Sehingga apabila calon petani akan memulai menanam, sebaiknya cari lah penjual bibit jahe gajah yang memang bibitnya sudah terbukti berkualitas.

Bagi anda yang berminat mencoba budidaya jahe gajah maupun budidaya jahe merah, jangan khawatir dan panic. Karena kami menyediakan bibit jahe merah dan bibit jahe gajah dengan kualitas bagus dan harga terjangkau. Silahkan menghungi kami di :

Admin 1                               : 0878-3839-3451

Admin 2                                  : 0812-2830-5869

Admin 3                                 : 0899-8869-758

PIN BB  (jahe merah)                         : 579D8E32

PIN BB (jahe gajah)            : 5F700F53

Pasar potensial dalam budidaya jahe gajah

Pasar potensial dalam budidaya jahe gajah

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *