Manfaat rimpang jahe merah

Manfaat rimpang jahe merah

Pemanfaatan rimpang jahe merah setelah pemanenan dapat dilakukan dengan berbagai tindakan. Budidaya jahe merah yang menghasilkan rimpang unggulan, akan dapat diolah menjadi berbagai produk unggulan juga.

Rimpang jahe merah memiliki berbagai manfaaat bagi kesehatan tubuh, rimpang yang baik, juga di hasilkan dari pemilihan bibit jahe merah yang baik pula. Diantara khasiat jahe merah adalah sebagai berikut :

  1. Migraine (sakit kepala sebelah)
  • Bahan : 6 g kulit jahe merah , 6 siung bawang putih, ½ cangkir beras yang sudah digunakan
  • Cara pembuatan : ketiga bahan di lumatkan lalu dicampur, di bungkus lalu di panaskan
  • Cara pemakaian : tempelkan pada dahi penderita sebanyak 2x sehari
  1. Sakit kepala
  • Bahan : 1 ruas ibu jari jahe merah tambahkan 1 gelas air dan gula secukupnya
  • Cara pembuatan : jahe merah dibakar dan kemudian di memarkan , kemudian di masukkan dalam air mendidih dan diberi gula, kemudian di aduk
  • Cara pemakaian : 1 resep untuk 1 gelas, di minum 2-3 kali sehari
  1. Kebotakan/ kerontokan rambut
  • Bahan : 1 ruas rimpang jahe merah
  • Cara pembuatan : rimpang jahe merah direbus sampai matang, kemudian di iris-iris selagi hangat.
  • Cara pemakaian : irisan rimpang jahe merah di tempelkan ke bagian kepala yang botak . dilakukan secara rutin setiap pagi dan sore.
  1. Beri –beri
  • Bahan : 15 gram bibit jahe merah dan 30 g buah anggur kering atau bisa dicampur kismis
  • Cara pembuatan : bahan direbus dengan 300ml air sampai mendidih kemudian di saring
  • Cara pemakaian : air hasil saringan di minum ketika masih hangat dan anggur kering atau kismis hasil rebusan di makan
  • Ramuan ini di minum secara teratur 2-3 kali sehari

Demikian beberapa manfaat rimpang jahe merah yang dapat dipraktekan penggunaan nya secara pribadi.  Sedangkan bagi anda yang sedang ingin mencoba budidaya jahe merah. Kami menyediakan bibit jahe merah dan bibit jahe gajah. Dapat menghubungi kami di :

Admin 1                               : 0878-3839-3451

Admin 2                                  : 0812-2830-5869

Admin 3                                 : 0899-8869-758

PIN BB  (jahe merah)                         : 579D8E32

PIN BB (jahe gajah)            : 5F700F53

Manfaat rimpang jahe merah

Manfaat rimpang jahe merah

Memilih pola tanam tepat dalam budidaya jahe

Memilih pola tanam tepat dalam budidaya jahe

Budidaya jahe secara serentak pada daerah tertentu kemungkinan dinilai cukup rasional, dikarenakan mampu menghasilkan jumlah produksi yang tinggi.  Namun, di beberapa daerah lain budidaya jahe secara serentak kurang di sarankan.

Apabila penentuan pola tanam dalam budidaya jahe merah maupun jahe gajah secara tumpang sari dengan tanaman lain telah dipilih, maka ada baiknya diperhatikan beberapa ke untungan-keuntungan sebagai berikut :

  1. Meningkatkan produktivitas lahan.
  2. Menekan biaya kerja (pemeliharaan tanaman).
  3. Memperbaiki sifat fisik dan mengawetkan tanah akibat rendahnya pertumbuhan gulma (tanaman pengganggu).
  4. Mengurangi kerugian akibat naik turunnya harga.

Di beberapa lahan penanaman, penanaman bibit jahe dapat di selengi atau ditumpangsarikan dengan sayur-sayuran, seperti ketimun, bawang merah, cabe rawit, buncis, dan lain sebagainya. Ada juga beberapa jahe yang di selingi atau di tumpangsarikan dengan tanaman palawija. Adapun tanaman yang juga sering di sandingkan dengan tanaman jahe adalah jagung, kacang tanah, kacang tunggak, dan beberapa jenis kacang-kacangan lainnya.

Fase penentuan pola tanam ini sangat mempengaruhi budidaya jahe ke depannya, baik pengaruh dari segi pemeliharaan tanaman maupun hasil produksi rimpang jahe sesuai yang diharapkan.

Selain itu, untuk mendapatkan kualitas panen jahe yang baik, tentu para pembudidaya jahe harus mengerti dan memahami cara budidaya jahe terlebih dahulu. Apabila pembudidaya jahe sudah memahami tata cara bertanam, maka akan lebih mudah dalam merawat tanaman jahe.

Ada lagi langkah krusial yang harus diambil dalam menanam jahe, yaitu dengan pemilihan bibit. Tentukan lah bibit dari penjual bibit jahe yang sudah memiliki track record yang jelas dalam penjualan bibit. Karena dengan ketersediaan bibit yang baik akan menghasilkan produk rimpang yang baik pula.

Salam sukses bagi anda, semoga artikel di atas dapat membuka wawasan bagi anda yang ingin berbudidaya jahe dalam jenis apapun. Selamat mencoba, semoga langkah awal yang anda ambil ini mengantarkan anda pada perubahan hidup yang mensejahterakan.

Bagi anda yang berminat mencoba budidaya jahe gajah maupun budidaya jahe merah, jangan khawatir dan panic. Karena kami menyediakan bibit jahe merah dan bibit jahe gajah dengan kualitas bagus dan harga terjangkau. Silahkan menghungi kami di :

Admin 1                               : 0878-3839-3451

Admin 2                                  : 0812-2830-5869

Admin 3                                 : 0899-8869-758

PIN BB  (jahe merah)                         : 579D8E32

PIN BB (jahe gajah)            : 5F700F53

Memilih pola tanam tepat dalam budidaya jahe

Memilih pola tanam tepat dalam budidaya jahe

Pasar potensial dalam budidaya jahe gajah

Pasar potensial dalam budidaya jahe gajah

Pasca panen dalam budidaya jahe gajah, tidak akan terlepas dari pemasaran hasil panen. Produk yang dihasilkan dari komoditas jahe gajah adalah rimpang jahe tersebut.  Rimpang jahe gajah sendiri biasanya lebih di dominasi untuk pemenuhan ekspor, baik dalam bentuk rimpang segar maupun yang telah di olah menjadi asinan jahe yang sangat di gemari di jepang sebagai bumbu penyedap.

Dalam perdagangan jahe gajah sendiri biasanya di pilih dalam bentuk jahe segar ( fresh ginger) dan juga jahe asinan (salted ginger). Jahe segar merupakan jahe gajah utuh masih berupa rimpang yang tidak perlu diproses secara khusus, hanya saja cukup dibersihkan dengan air untuk menghilangkan tanah dan kotoran yang menempel. Sedangkan jahe asinan adalah jahe yang sudah di proses dengan menambahkan asam sitrat, garam dapur dan air.

Selama kurun waktu terakhir ini, hasil panen dari budidaya jahe gajah memang mayoritas untuk kebutuhan ekspor, berbagai Negara di sebagian besar wilayah di dunia sudah menjadi pasar empuk untuk menampung hasil panen jahe gajah yang dihasilkan tanah Indonesia. Diantara Negara yang sudah menjadi mitra adalah jepang, Taiwan, korea selatan, timur tengah, italia, spanyol dan beberapa Negara benua eropa lainnya.

Permintaan pasokan rimpang jahe gajah dari tahun ke tahun cenderung meningkat hingga mencapai ribuan ton. Namun, ternyata peluang besar ini belum bisa di maksimalkan dengan baik, karena sering kali kuota ekspor belum mampu terpenuhi, kapasitas ekspor yang tergolong kecil juga kadang-kadang masih terkendala masalah kontiniuitas. Dikarenakan petani jahe gajah masih sangat minim.

Apabila petani jahe mengambil peluang untuk ikut budidaya jahe gajah tentu kapasitas dan kuota impor dapat terpenuhi, apalagi permintaan pasar selalu meningkat tajam. Pantauan terakhir yang diterima, kuantitas ekspor yang di inginkan pasar mencapai 20,21 ribu ton jahe gajah dengan tingkat harga yang cukup bersaing.

Kondisi rimpang jahe gajah hasil panen yang dapat memasuki perusahaan-perusahaan ekspor ini tentu memiliki standar mutu yng telah di tetapkan. Biasanya standar di tentukan mulai dari ukuran, bobot, kadar air, kebersihan, serta kesehatan rimpang menjadi faktor penting sebagai syarat standar, dalam rimpang juga diharuskan tidak terdapat bekas serangan hama/ penyakit. Selain itu kualitas daging rimpang juga harus masuk standar uji laboratorium. Hal ini dikarenakan untuk memastikan rimpang aman untuk dikonsumsi, dalam artian tidak mengandung zat berbahaya, kalaupun mengandung bahan kimia yang masih dalam ambang batas aman dan tidak terinfeksi penyakit.

Oleh sebab itu, biasanya perusahaan akan meminta beberapa sempel rimpang hasil budidaya jahe untuk di teliti di laboratorium perusahaan. Standar mutu yang diberlakuakan dalam kebutuhan ekspor memang menuntut pembudidaya jahe menjaga kualitas produk , tentu akan sebanding dengan harga jual produk yang otomatis lebih tinggi. Sehingga apabila calon petani akan memulai menanam, sebaiknya cari lah penjual bibit jahe gajah yang memang bibitnya sudah terbukti berkualitas.

Bagi anda yang berminat mencoba budidaya jahe gajah maupun budidaya jahe merah, jangan khawatir dan panic. Karena kami menyediakan bibit jahe merah dan bibit jahe gajah dengan kualitas bagus dan harga terjangkau. Silahkan menghungi kami di :

Admin 1                               : 0878-3839-3451

Admin 2                                  : 0812-2830-5869

Admin 3                                 : 0899-8869-758

PIN BB  (jahe merah)                         : 579D8E32

PIN BB (jahe gajah)            : 5F700F53

Pasar potensial dalam budidaya jahe gajah

Pasar potensial dalam budidaya jahe gajah

Jahe merah sebagai simplisia alami

Jahe merah sebagai simplisia alami

Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga terkecuali jika dinyatakan lain. Simplisia berupa bahan yang dikeringkan. Simplisia dapat berupa simplisia hewani, simplisia nabati dan simplisia mineral. Adapun simplisia nabati salah satunya bisa diambil dari hasil panen budidaya jahe merah.

Simplisia nabati adalah simplisia yang berupa tanaman utuh, bagian tanaman, atau eksudat tanaman.  Dari pengertian tersebut, simplisia nabati dapat dijadikan olahan teknologi pasca panen jahe merah. Tanaman budidaya sangat baik untuk dijadikan simplisia, dikarenakan simplisia hasil budidaya terutama olahan dari budidaya jahe merah akan menghasilkan kualitas baik yang stagnan.

Pemilihan jahe merah sebagai sumber simplisia nabati sangat berpengaruh terhadap pemilihan bibit pra tanam. Diantaranya adalah pemilihan bibit jahe merah kualitas baik  sebelum tanam sangat mempengaruhi hasil akhir pembuatan simplisia nabati.

Untuk memenuhi kriteria minimal pembuatan simplisia berkualitas, maka faktor-faktor dibawah ini perlu diperhatikan :

  1. Bahan baku simplisia
  2. Proses pembuatan simplisia termasuk bahan baku dan cara penyimpanan
  3. Cara pengemasan dan penyimpanan simplesia.

Sedangkan untuk cara pembuatan simplisia secara umum dapat menggunakan cara berikut :

  1. Pengeringan
  2. Fermentasi
  3. Proses khusu (penyulingan , pengentalan eksudat)
  4. Tambahan air (ex: pada pembuatan pati)

Mutu suatau ekstrak dari simplesia dalam hal ini pemilihan simplisia dari hasil budidaya jahe merah dapat ditinjau dan dipandang dari senyawa kimia yang dikandung di dalamnya seiring dalam paradigm ilmu kedokteran modern, bahwa respon biologis yang diakibatkan oleh ekstrak pada manusia disebabkan oleh senyawa kimia.

Kandungan kimia bermanfaat dan menyehatkan dapat diambil dari kandungan senyawa yang terdapat di dalam jahe merah. Bagai manapun juga tidak dapat dipungkiri daya Tarik dari tanaman jahe merah baik secara pengobatan maupun potensi keuntungan dalam mendatangkan pundi-pundi rupiah bagi siapa saja yang membudidayakan atau bagi yang menjual jahe merah dan juga bagi para penyedia pusat penjual bibit jahe merah.

Sehingga ini lah waktu dan cara yang tepat menambah penghasilan bagi para petani. Menjadi petani jahe merah adalah pilihan tepat, ketersediaan bibit jahe merah juga terbuka nya pasar penampung hasil panen, membuat bisnis ini sangat menjanjikan.

Sebagai tanaman seling yang masih berupa jahe, para petani juga dapat mencoba budidaya jahe gajah, selain ukuran yang jumbo, hasil panen dari bibit jahe gajah juga melimpah. Tidak ada salahnya mencoba peruntungan dalam dunia pertanian jahe, selain jahe adalah hasil asli  bumi Indonesia, petani juga dapat ikut melestarikan sumber alam Negara. Jika bukan kita, lalu siapa lagi yang akan melestarikan nya?

Ayo segera ambil keputusan untuk berbudidaya jahe, sebelum kesempatan ini berlalu begitu saja. Segera hubungi kami di :

Admin 1          : 0878-3839-3451

Admin 2          : 0812-2830-5869

Admin 3          : 0899-8869-758

PIN BB           : 579D8E32

 

Jahe merah sebagai simplisia alami

Jahe merah sebagai simplisia alami

Peluang usaha olahan jahe

Peluang usaha olahan jahe

Alam Indonesia sejak dulu kala, terkenal akan hasil alam yang berlimpah. Terutama rempah-rempah yang dulu kala banyak di cari oleh penjajah, karena kualitas rempah-rempah Indonesia memang tidak perlu diragukan lagi. Selain sebagai penghasil rempah-rempah masyarakat Negara ini pun mempunyai kekayaan kuliner yang kental dengan beragam bumbu rerempahan.

Salah satu diantara jenis rerempahan tersebut adalah jahe, merupakan jenis rempah yang memiliki bau sedap khas dan mudah untuk dibudidayakan. Budidaya jahe telah dilakukan masyarakat kita sejak lama. Sehingga ketersediaan rimpang jahe cukup melimpah.

Selain rimpang jahe konsumsi yang melimpah, ketersediaan bibit jahe pun tergolong cukup mudah di dapatkan. Sehingga bagi para penyuka rempah ini yang ingin menanamnya dapat memperoleh bibit jahe di sentra-sentara pembibitan tanaman.

Adapun bibit jahe beragam jenis dan varian harganya. Mulai dari bibit jahe merah yang memiliki kandungan minyak atsiri lebih pedas dari jenis jahe lainnya, harga dari jahe merah sendiri pun cukup mahal dari lainnya, pun tidak terlalu banyak yang membudidayakan.

Jenis kedua adalah jahe gajah, jenis jahe ini termasuk jenis yang banyak di cari. Karena ketersediaan jahe gajah biasanya diperuntukan untuk keperluan ekspor. Pencarian  Bibit jahe gajah pun tidak kalah banyaknya. Dikarenakan permintaan ekspor jahe gajah dari luar negri selalu meningkat, maka peluang pasar untuk budidaya jahe gajah sangat terbuka lebar.

Untuk jenis ketiga adalah jahe emprit. Jenis jahe ini memiliki bentuk kecil, dan biasa digunakan untuk bumbu dapur , banyak di jual di pasar-pasar tradisional. Keberadaannya tidak sulit dijumpai, juga ketersediaan rimpang jahe emprit pun sangat melimpah.

Dari ke tiga varian jenis jahe di atas, dapat dijadikan peluang usaha yang menjanjikan. Apalagi jika ada nilai tambah dalam pengolahan pasca panen jahe. Sering kali kendala yang dihadapi saat musim panen jahe adalah apabila jahe di panen dalam usia yang muda. Jahe muda tidak dapat bertahan lama saat disimpan di gudang. Baik itu jahe merah, jahe gajah maupun jahe emprit.

Oleh karena itu di perlukan pengolahan secara cepat dan tepat agar jahe tetap layak dikonsumsi, terutama saat panen raya dengan hasil melimpah. Salah satu solusi untuk menjawab persoalan ini adalah dengan membuat produk olahan jahe, disamping sebagai solusi panen raya juga dapat memberikan nilai tambah yang akan mendongkrak produk.

Diantara olahan jahe yang dapat dilakukan adalah :

  1. Membuat minuman jahe sachet.
  2. Membuat /merajang jahe kering.
  3. Membuat awetan jahe.
  4. Membuat minyak atsiri jahe.
  5. permen jahe.
  6. Dan masih banyak lagi olahan jahe.

Demikian sedikit ulasan tentang peluang usaha olahan jahe yang dapat sedikit kami share kan. Semoga bermanfaat bagi anda. bagi anda yang anda yang berminat budidaya jahe. Kami menyediakan bibit jahe merah dan bibit jahe gajah.

Silahkan menghubungi kami di :

Admin 1          : 0878-3839-3451

Admin 2          : 0812-2830-5869

Admin 3          : 0899-8869-758

PIN BB           : 579D8E32

Peluang usaha olahan jahe

Peluang usaha olahan jahe

 

 

 

Menimbang keuntungan tanam bibit jahe dalam bentuk rimpang

Menimbang keuntungan tanam bibit jahe dalam bentuk rimpang

Dalam budidaya jahe, keberadaan bibit sangatlah krusial. Terutama sebagai jaminan kontiniuitas dan juga kualitas. Ketersediaan bibit jahe dapat diperoleh dari berbagai cara.

Namun, sebelum memutuskan untuk berbudidaya jahe merah maupun budidaya jahe gajah, ada baiknya apabila para calon pembudidaya jahe mengetahui terlebih dahulu ciri-ciri bibit jahe yang berkualitas.

Bibit jahe dapat berupa rimpang maupun bibit jahe yang sudah bertunas. Penanaman bibit untuk menanam jahe dalam bentuk rimpang, harus melalui proses semai terlebih dahulu. Walaupun memerlukan waktu tunggu lebih lama, bibit jahe dalam bentuk rimpang ini relative lebih murah dibandingkan dengan bibit dalam bentuk tunas.

Bibit jahe dalam bentuk rimpang,mempunyai jumlah mata tunas yang banyak sehingga potensi pertumbuhan tunas baru lebih banyak juga. Jika dihitung-hitung dalam 1 kg bibit jahe rimpang, khususnya bibit jahe merah rimpang dapat menghasilkan antara 50-70 tunas setelah di semai. Sedangkan untuk bibit jahe gajah akan menghasilkan antara 40-60 tunas dalam 1kg. padahal harga 1kg dari masing-masing bibit jahe relative lebih terjangkau. Dari pada harus membeli batangan tunas yang sudah jadi.

Namun dalam hal ini tetap harus diperhatikan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing bibit jahe (rimpang dan tunas). Berikut akan kami bahas kelebihan dan kekurangan jika memilih bibit jahe dalam bentuk rimpang :

kelebihan kekurangan
Pengadaan dan pengangkutan lebih mudah Jika tidak disimpan dengan baik mudah busuk
Lebih praktis dan relative lebih banyak tunas Rimpang harus mempunyai usia minimal bibit (1th)
Dapat dihitung kebutuhan yang diperlukan dengan volume dan berat Waktu budidaya membutuhkan tambahan karena menunggu penyemaian

 

Penanaman jahe menggunakan bibit rimpang, harus dilakukan sesuai dengan prosedur. Adapun tahapan-tahapan dalam budidaya jahe menggunakan rimpang adalah sebagai berikut :

  1. Buatlah lubang tanam sedalam 3cm dengan tugal diatas media tanam berjarak 60x40cm
  2. Masukkan rimpang yang sudah diseleksi (usia tua, siap digunakan untuk bibit), letakkan secara rebah /horizontal dengan tunas menghadap ke atas. Jumlah rimpang yang di masukkan sebanyak satu rimpang per lubang tanam.
  3. Lakukan penutupan dengan tanah hingga tertutup secara merata.
  4. Lakukan penyiraman setiap hari kalau tidak ada hujan.

Sampai disini, semoga pembaca dapat memperoleh gambaran estimasi keuntungan dan faktor pendukung lainnya dalam budidaya jahe. Sehingga dapat memutuskan untuk memilih budidaya jahe menggunakan bibit yang mana.

Apabila pembaca ingin mengetahui lebih lanjut mengenai budidaya macam-macam jahe. Silahkan mengunjungi artikel di bawah ini :

Bagi anda yang berminat dan tertarik budidaya jahe gajah.

Bagi anda yang berminat dan tertarik budidaya jahe merah.

Atau jika anda berminat untuk membeli bibit jahe merah maupun bibit jahe gajah? Silahkan menghubungi kami di :

Admin 1          : 087838393451

Admin 2          : 0899-8869-758

Admin 3          : 0812-2830-5869

PIN BB           : 579D8E32

Menimbang keuntungan tanam bibit jahe dalam bentuk rimpang

Menimbang keuntungan tanam bibit jahe dalam bentuk rimpang

Penentuan pola tanam dalam budidaya jahe

Penentuan pola tanam dalam budidaya jahe

Memilih untuk melakukan budidaya jahe memang adalah langkah tepat bagi para petani. Mengingat jahe merupakan tanaman toga yang dibutuhkan dari masa ke masa. Apalagi permintaan jahe dari hari ke hari juga mengalami peningkatan.

Sebagai salah satu komoditas hasil perkebunan yang banyak di cari di masyarakat, budidaya jahe sangatlah prospek terutama sebagai bahan rempah-rempah juga sebagai obat tradisional. Jahe yang banyak diburu adalah jahe merah dan juga jahe gajah. Maka tidak ada salahnya jika petani beralih mencoba budidaya jahe merah maupun jahe gajah.

Dalam budidaya jahe gajah, jahe ini termasuk jenis jahe asli kekayaan alam nusantara, jenis jahe nya yang berimpang besar merupakan jenis istimewa yang juga diburu para konsumen dari luar negri hingga menjadi komoditas ekspor unggulan dari beberapa eksportir Indonesia.

Sekiranya sekilas gambaran betapa cerahnya budidaya jahe yang kami paparkan akan membangkitkan niatan pembaca untuk mencoba menanam jahe. Sebelum menanam jahe, haruys ditentukan dulu pola tanam yang dipilih. Kami akan menjelaskan sedikit tentang pola tanam baik dalam penanaman bibit jahe merah maupun bibit jahe gajah.

Langkah –langkah yang dapat dilakukan dalam pola tanam budidaya jahe adalah :

  1. Pembuatan lubang tanam

Untuk menghindari pertumbuhan jahe yang jelek, karena kondisi tanah yang buruk, maka sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan . selanjutnya dibuat lubang-lubang kecil atau alur sedalam 3-7,5 cm untuk menanam bibit jahe.

  1. Cara penanaman

Cara penanaman dilakukan dengan cara melekatkan bibit rimpang, secara rebah ke dalam lubang tanam atau alur yang sudah di siapkan. Penanaman dilakukan pada bedengan yang dibentuk dengan lebar 80-100cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan, jarak antara bedengan 40-50cm. pada bedengan dibuat alur sedalam 10-15cm sebagai lubang tanam kemudian bibit ditanam sedalam 3-5cm dengan tunas menghadap keatas. Setelah proses tanam bibit dapat diayomi dengan mulsa atau tumpang sari dengan daun pisang terutama pada daerah yang mempunyai sinar matahari tinggi/ menyengat.

Pada bedengan dibuat lubang-lubang kecil atau alur sedalam 5-7 cm. bibit jahe kemudian ditanam pada lubang-lubang tersebut. Untuk penanaman bibit jahe gajah yang sudah tua diperlukan lubang kira-kira seukuran 80cm x 40cm atau 60cmx 40cm. untuk penanaman bibit jahe merah berukuran sekitar 60cm x 40cm, yang harus diperhatikan lagi adalah penanaman jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan.

Demikian beberapa uraian kami semoga bermanfaat. Kami menjual bibit jahe gajah dan juga menjual bibit jahe merah. Bagi anda yang sedang membutuhkan bibit jahe merah, bibit jahe gajah dan mengetahui cara budidaya jahe, silahkan menghubungi kami di :

Admin 1          : 0878-3839-3451

Admin 2          : 0812-2830-5869

Admin 3          : 0899-8869-758

PIN BB           : 579D8E32

Penentuan pola tanam dalam budidaya jahe

Penentuan pola tanam dalam budidaya jahe

Kebutuhan Bibit Jahe Gajah per hektar

Banyaknya bibit jahe gajah yang diperlukan bergantung pada berat per potong rimpang dan jarak tanam. Jika berat per potong rimpang sekitar 40-60 gram dan jarak tanam bervariasi, misalnya 10×60 cm dan 30×30 cm, maka kebutuhan bibit jahe gajah tentu berbeda. (selengkapnya amati tabel di bawah ini)

Kebutuhan Bibit Jahe Gajah per hektar

No Jarak tanam Berat per bibit (gram) Bibit bruto (potong) Bibit maks.75% (potong) Kebutuhan bibit (ton/ha)
01 10 x 60 40 160,000 120,000 4,8
02 10 x 60 50 160,000 120,000 6,0
03 10 x 60 60 160,000 120,000 7,2
04 30 x 30 40 110,000 82,500 3,3
05 30 x 30 50 110,000 82,500 4,1
06 30 x 30 60 110,000 82, 500 4,9

 

Apabila jarak tanamnya 10 x 60 cm, maka dalam satu hektar lahan membutuhkan 160,000 potong bibit jahe gajah bruto. Dalam kenyataanya, luas lahan satu hektar dapat ditanami maksimum 75 % (setelah dikurangi luas saluran pembuangan, luas antar bedengan, dan sebagainya), maka hanya membutuhkan 120,000 potong bibit. Jikalau berat per potong adalah 40 gram , maka dibutuhkan bibit sekitar 4,8 ton per hektar.

Dalam memilih bibit banyak hal yang harus diperhatikan. Pertama, bibit jahe gajah harus bebas hama. Hama seperti Mimegralla coeruleifrons,lamprolon chaza sp, dan eumerus figurans ternyata ganas dan sering menyerang di sentra sentra jahe gajah. Hama hama itu biasanya hidup dalam rimpang dan secara terus menerus menggerogoti jaringan rimpang.

Untuk pengendaliannya pada kebun pembibitan dapat dilakukan dengan penyemprotan pestisida secara rutin sesuai kebutuhan. Atau secara preventif untuk menanggulangi hama hama tersebut pada bakal bibit dapat dilakukan dengan dua cara; pencelupan pada bahan kimia yang sesuai dan kedua pemberian air panas.

Prasyarat budidaya jahe gajah berikutnya kualitas bibit harus bebas penyakit. Penyakit jahe gajah seperti pseudomonas solanacearum, cendawan Rhizoctonia Solani dan nematoda Radopholus similis. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan penyemprotan bakterisida, fungisida dan nematisida pada kebun pembibitan. Tujuannya supaya kebun bibit jahe gajah bebas dari penyakit tersebut.

Anda berminat budidaya jahe gajah? kami sedia bibit jahe gajah dan bibit jahe merah siap tanam dan siap kirim ke seluruh pelosok nusantara. Namun, bagi yang ingin COD bisa ketemuan di area Jogja atau maksimal radius 30 km. Kami ada di Dusun Rajek Lor RT 2 RW 24 Desa Tirtoadi Mlati Sleman Daerah Istimewa Jogjakarta. Semoga anda sukses dalam budidaya jahe merah maupun jahe gajah.

kebutuhan bibit jahe gajah per hektar

kebutuhan bibit jahe gajah per hektar

Penanaman dan pemeliharaan dalam budidaya jahe

Penanaman dan pemeliharaan dalam budidaya jahe

Dalam budidaya jahe, bibit memegang peranan penting dan harus memenuhi syarat standar bibit jahe unggul juga berkualitas. Sehingga diharapkan dengan selektif memilih bibit kemampuan untuk tumbuh dengan baik pun akan terpenuhi.

Setelah kesediaan dan kesiapan bibit jahe siap tanam sudah terpenuhi, maka segera lahan pun harus sudah siap selai diolah. Penanaman jahe pun sebaiknya dilakukan di awal musim hujan. Hal ini dilakukan karena mengingat pada awal pertumbuhan jahe butuh lebih banyak suplai air dan lebih sedikit suplai matahari sampai berumur 3 bulan keatas.

Penanaman jahe, baik itu penanaman bibit jahe merah maupun jahe gajah harus dilakukan sebaik mungkin karena akan menentukan kekuatan tanaman jahe untuk tumbuh dengan kokoh pada media tanam (lahan, polybag maupun karung).

Pada usaha budidaya jahe yang dilakukan secara intensif dengan kebutuhan air yang selalu terpenuhi, penanaman dapat dilakukan pada bulan apapun jika ingin menjaga kontiniutas produksi. Hanya yang perlu lebih diperhatikan suplay air diluar musim hujan saja. Adapun pengaruh dalam budidaya jahe merah dan budidaya jahe gajah dapat dilihat dari pemaparan dibawah ini :

  1. Kesiapan lahan dan media

Budidaya jahe tidak bisa terlepas dari lahan maupun media, jika para petani jahe ingin menanam jahe langsung dilahan bisa dengan mempersiapkan lahan. Sedangkan jika ingin menanam langsung dipolybag atau karung bisa segera menyiapkan media yang dibutuhkan. Jangan sampai bibit jahe yang sudah bertunas siap untuk ditanam, jadi terbengkalai karena lahan yang belum siap untuk digarap juga ditanami jahe.

Untuk memastikan lahan siap ditanam, ada beberapa indicator yang dapat diketahui yaitu : tanah yang akan dipergunakan tidak padat, beremah dan gembur dengan ciri tanah cukup mudah diambil dengan tangan. Tanah berongga dan berpori-pori halus, tidak ada gulma dan rerumputan.

  1. Kesiapan tenaga kerja

Hal yang perlu diperhatikan juga saat ingin berbudidaya jahe adalah kesiapan tenaga kerja. Baik itu tenaga kerja pribadi ataupun tenaga kerja sewa/ jasa. Apalagi jika penanaman bibit jahe dilakukan pada lahan yang cukup luas.

Penghitungan kebutuhan tenaga kerja sangat diperlukan, perhitungan biaya dapat dijadikan pertimbangan dan pemotongan biaya saat panen jahe tiba sebagai pengganti ongkos pekerja.

  1. Kondisi penanaman

Kondisi penanaman harus juga diperhatikan. Sebelum bibit jahe ditanam pastikan juga kematangan lahan. Dalam penanaman lahan yang terkena curah hujan cukup, akan berpengaruh baik bagi pertumbuhan jahe. Sebaiknya bibit jahe ditanam pada awal musim hujan yakni setelah 2-3 kali turun hujan.

Demikian sedikit pemaparan dari kami. Kami berharap coretan kami dapat bermanfaat bagi para pembaca semua. Silahkan kunjungi juga website kami yang membahas tuntas mengenai budidaya jahe diantaranya :

Cara menanam jahe merah. Silahkan klik  budidaya jahe merah

Cara menanam jahe gajah. Silahkan klik budidaya jahe gajah

Sedangkan bagi anda yang sedang mencari bibit jahe (jahe merah dan gajah) kami menjual bibit jahe merah dan jahe gajah dengan harga terjangkau. Silahkan dapat menghubungi kami di :

Admin 1          : 0878-3839-3451

Admin 2          : 0812-2830-5869

Admin 3          : 0899-8869-758

PIN BB           : 579D8E32

Penanaman dan pemeliharaan dalam budidaya jahe

Penanaman dan pemeliharaan dalam budidaya jahe

 

Cara mengecambahkan bibit jahe merah

Cara mengecambahkan bibit jahe merah

Penggunaan bibit jahe merah yang berkualitas akan mempengaruhi produktifitas tanaman jahe merah yang sedang dibudidayakan. Bibit jahe merah bisa di dapatkan dari rimpang jahe merah yang sudah tua berusia 12 bulan keatas. Namun alangkah lebih baiknya jika rimpang yang sudah tua tersebut tidak langsung ditanam. Apabila bibit rimpang langsung ditanam, kemungkinan pertumbuhan perkecambahan bibit tidak serentak, sehingga mempengaruhi pertumbuhan juga masa panen kedepannya.

Apabila ingin mendapatkan pertumbuhan yang serentak dan seragam dalam budidaya jahe merah, maka sebaiknya rimpang bibit disemai terlebih dahulu agar tumbuh perkecambahan. Penyemaian dapat dilakukan dengan beberapa cara. Diantaranya penyemaian dapat dilakukan dengan menggunakan peti kotakan atau pun dengan bedengan. Asalkan saat proses penyemaian perkecambahan bibit jahe merah sesuai dengan langkah-langkah yang sudah dianjurkan.

Penyemaian atau perkecambahan dengan menggunakan peti kotakan bisa dilakukan dengan cara rimpang bibit jahe merah yang telah dipanen dalam usia bibit (12 bulan keatas) terlebih dulu dijemur setengah hari dibawah sinar matahari pagi, perlu diingat jangan sampai menjemur bibit sampai kering, kemudian dapat disimpan selama 1-1,5 bulan. kemudian rendam rimpang dengan menggunakan ZPT (zat pengatur tumbuh), air dan agrimicin dengan komposisi: apabila ingin menanam 1 ton bibit jahe merah, maka diperlukan 25lt ZPT, 30gram Agrimicin, dan 100lt air.  Rendam bibit jahe merah selama 10-15 menit.

Apabila penanam bibit jahe merah ingin memakai rendaman organik, bisa menggunakan fermentasi urin kelinci dengan dosis penggunaan 5 tutup aqua botol untuk 10lt air. Setelah perendaman selesai jemur bibit jahe merah sebentar, kemudian siapkan peti kotakan isi dengan campuran pupuk kandang dan serbuk gergaji. Tunggu sampai mata tunasnya tumbuh perkecambahan. Setelah itu dapat dipatah-patahkan pertunas. Usahakan mematahkan tunas dengan tangan, jangan dengan pisau karena dapat menularkan bakteri dan sarana perpindahan penyakit pada rimpang.

Setelah itu bibit jahe merah yang sudah bertunas bisa langsung ditanam dilahan atau bisa juga menggunakan polybag dan karung.  Sedangkan patahan rimpang yang belum bertunas dapat disemai lagi dan di kencambahkan lagi yang nantinya bisa untuk ditanam lagi.

Untuk penyemaian bibit dengan menggunakan bedengan, pada prinsipnya cara dan juga langkah-langkah yang dilakukan sama saja seperti penyemaian dalam peti kotakan, hanya saja jika penyemaian lewat bedengan, petani harus menyiapakan bedengan terlebih dulu. Bukan hanya itu pembekalan ilmu dan tata cara budidaya jahe merah sangat dibutuhkan bagi para calon petani maupun penanam bibit jahe merah. Dengan terus belajar petani jahe merah dapat berbudidaya dengan lebih baik dan lebih maksimal.

Bagi anda yang sedang mencari bibit jahe? Kami menyediakan bibit jahe merah dan juga bibit jahe gajah dengan usia bibit tua. Silahkan dapat menghubungi kami di :

Admin 1          : 0878-3839-3451

Admin 2          : 0812-2830-5869

Admin 3          : 0899-8869-758

PIN BB           : 579D8E32

Cara mengecambahkan bibit jahe merah

Cara mengecambahkan bibit jahe merah