intensitas hujan dan kelembaban yang dibutuhkan dalam budidaya jahe

intensitas hujan dan kelembaban yang dibutuhkan dalam budidaya jahe

dalam proses budidaya jahe, baik itu budidaya jahe merah maupun budidaya jahe gajah secara prinsip sama saja dengan jenis jahe yang lain. pada umumnya, jenis jahe gajah memiliki rimpang yang lebih besar, apabila rimpang diiris dengan posisi melintang akan terlihat warna putih kekuningan di dalamnya. Panjang akar jahe gajah kurang lebih dapat mencapai 12,93-21,52 cm. serat yang dimiliki oleh jahe gajah pun cenderung sedikit lembut dari jenis lain, aromanya tidak terlalu tajam, rasanya pun tidak terlalu pedas.

Untuk batang dari jahe gajah sendiri termasuk dalam batang semu, dengan rimpang besar dan daun dari jahe gajah saling berselang teratur, permukaan atas daun terlihat hijau muda dibandingkan dengan bagian bawah. Dalam budidaya jahe gajah, selain pengolahan tanah dibutuhkan juga ketersediaan air, untuk keberlangsungan hidup tanaman jahe gajah. Untuk yang mengandalkan pasokan air dari curah hujan, maka perlu diperhatikan intensitas air yang sesuai untuk budidaya jahe gajah. tanaman jahe gajah membutuhkan curah hujan antara 2.500-3.000 mm/ tahun. Terutama saat rumpun jahe gajah dalam keadaan mengering.

Bibit jahe gajah yang telah dibudidayakan membutuhkan kelembaban yang relatif tinggi, hal ini diperlukan untuk menunjang pertumbuhan jahe gajah agar mencapai tingkat optimal. Kelembaban yang dibutuhkan yaitu mencapai 80%. Sehingga budidaya jahe gajah sebaiknya dilakukan pada tempat-tempat yang memiliki intensitas curah hujan tinggi, sampai budidaya jahe gajah berumur antara 5-6 bulan.

Sedangkan untuk budidaya jahe merah, sama hal nya dengan jahe gajah. Pemilihan bibit jahe merah yang baik akan mempengaruhi hasil panen.  Jahe merah memiliki ciri rimpang lebih kecil dari jahe gajah. Ciri mencolok dari jahe merah adalah warna kulitnya yang beda dari jenis jahe lainnya. disamping itu, dari kandungan minyak atsiri nya pun jahe merah lebih unggul. Dikarenakan dalam setiap rimpang jahe merah kandungan minyak atsiri yang dihasilkan adalah setengah botol kecil ukuran 20ml.

Selain itu rasa pedas yang dihasilkan oleh jahe merah lebih menyengat dari jenis jahe lainnya. sehingga pengolahan jahe merah akan tepat jika digunakan untuk pengobatan asma, pencegah dan mengobati masuk angin. Pencegah stoke dan penyakit jantung, pengobat pilek, influenza, dan sebgai anti oksidan alami. Bukan hanya itu, khasiat jahe merah masih banyak lagi yang dapat di manfaatkan. Akan tetapi bagi para ibu hamil harus berhati-hati saat mengkonsumsi jahe merah baik dalam bentuk utuh maupun serbuk, karena efek panas yang ditimbulkan akan mempengaruhi janin.

Sedangkan untuk membudidayakan bibit jahe merah, pada dasarnya sama saja seperti jahe pada umumnya.  Sebelum ditanam bibit jahe merah harus di semai terlebih dahulu, dalam media kotak ataupun tanah langsung. Akan tetapi harus diberi alas pupuk kascing (bekas kotoran cacing) dan penyiraman secara berkala. Setelah tumbuh sekitar dua sampai tiga bulan, baru lah siap untuk di pindahkan ke media tanam seperti tanah, polybag atau karung. Kemudian tinggal perawatan lanjutan dan ketelatenan yang di butuhkan.

Demikian beberapa penjelasan singkat seputar budidaya jahe gajah dan jahe merah, apabila anda sedang mencari bibit jahe gajah dan bibit jahe merah, silahkan dapat langsung berkomunikasi dengan kami di layanan customer service :

Admin 1                               : 0878-3839-3451

Admin 2                                : 0812-2830-5869

Admin 3                               : 0899-8869-758

PIN BB  (jahe merah)         : 579D8E32

PIN BB (jahe gajah)           : 5F700F53

intensitas hujan dan kelembaban yang dibutuhkan dalam budidaya jahe

intensitas hujan dan kelembaban yang dibutuhkan dalam budidaya jahe