Keuntungan pemasangan paranet melingkar dalam budidaya jahe

Keuntungan pemasangan paranet melingkar dalam budidaya jahe

Sebagai bentuk pemeliharaan terhadap tanaman jahe, baik dalam budidaya jahe merah maupun budidaya jahe gajah, alangkah lebih baiknya jika petani jahe memberikan perlindungan terhadap tanaman jahe yang sudah di budidayakan. Tanaman jahe yang di pelihara dengan baik tentu akan berbeda hasil nya jika di bandingkan dengan tanaman jahe yang asal-asalan di tanam, bahkan tidak di rawat sama sekali.

Dalam kegiatan budidaya jahe, tentu ada banyak kendala yang di hadapi. Salah satunya hama yang datang dari binatang ternak dan binatang liar. Diantaranya adalah serangan dari ayam ternak yang sangat suka sekali memakan pucuk-pucuk daun jahe  yang masih ranum. Bukan hanya itu, hewan-hewan kecil seperti biawak saat melewati lahan juga dapat merusak tanaman jahe yang masih kecil.

Maka perlu di carikan solusi yang tepat agar budidaya jahe yang di jalankan oleh petani berjalan lancar dan kendala-kendala dapat di atasi dengan baik. Bibit jahe merah maupun bibit jahe gajah mengalami masa rawan pada 3 bulan penanaman. Dalam artian bibit masih dapat menjadi sasaran serangan dari hama pengganggu. Di karenakan pada usia tersebut bibit jahe masih terlalu kecil.

Solusi yang dapat di ambil menjawab berbagai kendala yang dihadapi adalah dengan cara memasang paranet melingkar di sekeliling lahan, untuk melindungi budidaya jahe merah dan jahe gajah.  di samping itu juga dapat menghindari serangan hama pengganggu yang berasal dari ayam, biawak juga dapat mempermudah pemantauan perkembangan bibit jahe yang telah di tanam. Sehingga cara ini dapat meringankan kerja para petani.

Demikian sedikit tips, yang bisa kami berikan. Apabila para pembaca semua ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana bertanam jahe, baik jahe merah maupun jahe gajah. Silahkan mengunjungi beberapa website yang sudah kami tulis. Atau Anda ingin budidaya jahe gajah dan budidaya jahe merah? Kami siap mengirim ke lokasi anda yang di Jakarta, Depok, Tangerang, Cirebon, Temanggung, bandung, ciamis, banten, lampung, Mesuji, riau, Medan, Pontianak, Palangkaraya, Balik papan, samarinda, ujung pandang, Sulawesi, Maluku, NTB, NTT, Pati, Kudus, Jepara dan seluruh indonesia.

Pengiriman melalui ekspedisi terpercaya semacam Pos, Pahala express, Indah Cargo, Star cargo, ESL dan lain sebagainya. Kami siap melayani anda dengan sepenuh hati. Kami juga siap menerima kunjungan bagi yang ingin pantau atau COD di area Jogja dan sekitarnya.

Ayo segera ambil keputusan untuk berbudidaya jahe, sebelum kesempatan ini berlalu begitu saja. Segera hubungi kami di :

Admin 1                               : 0878-3839-3451

Admin 2                                : 0812-2830-5869

Admin 3                               : 0899-8869-758

PIN BB  (jahe merah)                        : 579D8E32

PIN BB (jahe gajah)           : 5F700F53

Keuntungan pemasangan paranet melingkar dalam budidaya jahe

Keuntungan pemasangan paranet melingkar dalam budidaya jahe

Mengenal karakteristik bibit jahe unggul

Mengenal karakteristik bibit jahe unggul

Tanaman jahe biasanya diperbanyak melalui pembiakan vegetatif, yakni dengan cara memotong rimpangnya untuk ditanam kembali. Walaupun terkesan sangat mudah untuk membuat bibit sendiri. Tetap harus diperhatikan kualitas bibit jahe merah maupun bibit jahe gajah yang akan digunakan, bibit yang baik akan membuat pertumbuhan dan produksi tanaman juga baik.

Untuk memperoleh kualitas bibit jahe merah dan bibit jahe gajah yang baik juga unggul, perlu diperhatikan beberapa hal yang mempengaruhi :

  1. Rimpang bibit jahe diambil dari rimpang yang segar.
  2. Rimpang bibit jahe diambil dari tanaman yang sehat, rimpang jahe merah maupun rimpang jahe gajah yang akan digunakan tidak terluka.
  3. Rimpang yang dipilih untuk bibit jahe sudah berumur tua.
  4. Rimpang yang akan digunakan sebagai bibit jahe memiliki 3 mata tunas atau lebih.
  5. Bagian rimpang yang terbaik untuk dijadikan bibit jahe adalah rimpang pada ruas ke dua dan tiga.
  6. Kebutuhan bibit dapat berbeda-beda setiap jenis jahe yang akan dibudidayakan (untuk budidaya jahe merah memerlukan bibit 1-1,5 ton/ha, sedangkan untuk bibit jahe gajah 2-3 ton/ha).
  7. Rimpang yang telah terinfeksi penyakit, tidak dapat dijadikan bibit karena merupakan sumber penularan penyakit.
  8. Bibit jahe yang digunakan harus dipastikan bukan dari kebun yang terinfeksi bakteri dan penyakit-penyakit penyerang rimpang jahe.

Penggunaan bibit jahe berkualitas untuk menunjang keberhasilan budidaya jahe merah maupun jahe gajah, sangat diperlukan agar pertumbuhan tanaman jahe dapat tumbuh dengan optimal, hasil yang ditargetkan pun berpotensi tercapai bahkan akan menghasilkan panen diluar ekspektasi para petani.

Semua ini berawal dari pemilihan bibit jahe yang unggul, jangan sampai salah menentukan kualitas bibit, karena akan berpengaruh besar terhadap hasil panen dari tanaman jahe yang diinginkan. Lahan yang meghasilkan panen jahe merah maupun jahe gajah yang melimpah tentu akan membuat gembira para petani jahe.

Selain itu para petani juga harus membekali diri dengan banyak belajar cara budidaya jahe merah dan jahe gajah dengan baik, sehingga akan di dapatkan keseimbangan antara pengetahuan maupun pemeliharaan dalam budidaya jahe.

Demikian sedikit uraian dari penulis, bagi pembaca yang tertarik mencoba budidaya jahe, kami menyediakan rimpang bibit jahe merah dan juga bibit jahe gajah dengan kualitas unggul. Silahkan segera menghubungi kami untuk info lebih lanjut :

Admin 1          : 0878-3839-3451

Admin 2          : 0812-2830-5869

Admin 3          : 0899-8869-758

PIN BB           : 579D8E32

Mengenal karakteristik bibit jahe unggul

Mengenal karakteristik bibit jahe unggul