Cara mengatasi penyakit busuk rimpang dalam budidaya jahe merah

Cara mengatasi penyakit busuk rimpang dalam budidaya jahe merah

Dalam budidaya jahe merah, tidak akan terlepas dari beberapa kendala, salah satu kendala yang sering dijumpai para pembudidaya adalah datangnya penyakit pada tanaman jahe merah mereka. Salah satu penyakit yang menyerang adalah penyakit busuk rimpang, lalu bagaimanakah cara mengatasi penyakit busuk rimpang pada budidaya jahe merah? Tidak perlu khawatir, karena akan ada solusi dalam setiap masalah.

Sebenarnya Penyakit busuk rimpang pada bibit jahe merah dikarenakan jamur Fusarium oxysporum f.sp. zingiberi yang merupakan jamur tular tanah, jenis jamur ini bertahan dalam tanah di dalam rimpang dalam bentuk struktur istirahat (klamidospora). Selain terinfeksi oleh jamur yang berada dalam tanah, tanaman jahe merah juga dapat  menjadi sakit karena jamur bawaan bibit tanaman yang diambil dari tanaman sakit. Sumber penularan utama pada pertanaman jahe merah  adalah penanaman rimpang sakit. Jamur berkembang baik pada keadaan suhu panas (15-38°C), udara lembab (87-95%) dan keadaan tanah basah/ becek yang lama karena drainase yang buruk.

Salah satu penyebab lain adalah pemakaian pupuk kandang yang masih hangat (baru, tanpa proses pengendapan) juga rawan menjadi media perkembangan jamur fusarium ini.  Meluasnya penyakit di beberapa sentra budidaya jahe merah menandai bahwa pada umumnya tanah pertanian dan benih rimpang jahe yang digunakan oleh para pembudidaya jahe merah sebagian besar sudah tercemar atau terinfeksi oleh jamur Fasarium oxysporum penyebab penyakit busuk rimpang, sehingga tanah maupun rimpang sehat yang digunakan untuk tujuan produksi jumlahnya sangat sedikit. Cara berikut bisa diaplikasikan untuk menghentikan penyebaran penyakit busuk rimpang agar tidak menjalar.

  1. Pemilihan bibit unggul, bebas penyakit dan berkualitas baik
  2. Benih direndam selama 15 menit dengan larutan fungisida untuk mematikan jamur
  3. Persiapan tanah sebelum proses penanaman, untuk mengendalikan penyebaran jamur penyebab busuk rimpang dalam tanah. Bisa mencampurkan pupuk tabur anti-jamur dengan pupuk kandang yang sudah jadi, komposisi disesuaikan dengan luas tanah yang akan digarap. Diamkan selama seminggu agar kombinasi bahan dapat diserap maksimal oleh tanah.
  4. Apabila setelah ditanam, baru terserang jamur dapat diatasi dengan mencampurkan pupuk cair anti jamur dengan air lalu dikocorkan pada tanaman yang terkena jamur. Atau jika memilih pupuk organic cair sebagai bahan pengganti bisa menggunakan fermentasi urin kelinci sebagai bahan kocor

Demikian beberapa uraian dari penulis, apabila anda ingin mencoba budidaya jahe merah maupun budidaya jahe gajah , anda dapat memperoleh bibit jahe merah dari kami, atau bagi anda yang menghendaki seminar maupun pelatihan budidaya jahe merah, dapat menghubungi kami di :

Admin XL                             : 0878-3839-3451

Admin SIMPATI                 : 0812-2830-5869

Admin 3 (Three)               : 0899-8869-758

PIN BB (jahe merah)       : 579D8E32

PIN BB (jahe gajah)         : 5F700F53

Cara mengatasi penyakit busuk rimpang dalam budidaya jahe merah

Cara mengatasi penyakit busuk rimpang dalam budidaya jahe merah

Manfaat minyak atsiri pada jahe merah

Manfaat minyak atsiri pada jahe merah

Jahe merah merupakan tanaman obat bertumbuh rumpun dan berbatang semu. Persebaran jahe merah dari india sampai china, pertama kali dibawa dari daratan asia pasifik.  Berbagai Negara dibelahan dunia, memanfaatkan jahe merah sebagai bahan pembuatan minuman, obat-obatan, bumbu masak dan lain sebagainya.

Selain itu jahe merah juga diambil minyak atsirinya dengan cara penyulingan untuk dimanfaatkan secara luas dan spesifik. Minyak atsiri pada jahe merah biasa disebut juga dengan minyak eteris (Aetheric oil). Nama lain dari minyak aromaterapi, minyak esensial, minyak terbang.

Minyak atsiri pada jahe merah berbentuk kental jika berada pada suhu ruang, namun cepat menguap dan menimbulkan wangi yang khas. Dalam berbagai bidang industri peranan minyak atsiri sangat dibutuhkan sebagai bahan baku. Seperti beberapa industry berikut ini :

Dalam industri kosmetik, kandungan minyak atsiri pada jahe merah digunakan sebagai penambah aroma terapi pada sabun, sampo, pata gigi, pencuci tangan dan lain sebagainya.

Sedangkan dalam industri makanan, kandungan minyak atsiri pada jahe merah digunakan sebagai penyedap rasa dan aroma. Untuk industri parfum minyak atsiri pada jahe merah digunakan untuk membentuk aroma parfum dengan wewangian khas aromatherapy yang menenangkan.

Dalam industri farmasi, kandungan minyak atsiri pada jahe merah dimanfaatkan sebagai anti nyeri, anti bakteri dan anti infeksi. Apalagi sekarang salah satu perusahaan herbal terbesar di Indonesia sudah berinovasi menciptakan minyak angina aroma therapy dengan wangi khas jahe merah yang lebih hangat.

Dalam industri bahan pengawet minyak atsiri pada jahe merah dimanfaatkan sebagai insektisida. Dengan mengetahui beberapa manfaat minyak atsiri untuk kebutuhan industri maka dapat dilihat pula prospek cerah jika memutuskan untuk budidaya jahe merah . karena kebutuhan pasokan minyak atsiri jahe merah pada industri berlangsung terus menerus. Dari tahun ke tahun pun terus meningkat.

Hal ini menjadi peluang bagi anda untuk menanam jahe merah. Kami menyediakan bibit jahe merah bagi anda yang berniat memulai budidaya. Segera hubungi kami di :

HP/WA admin 1 : 0899-8869-758

HP/WA admin 2 : 0878-3839-3451

PIN BB               : 579D8E32

Manfaat minyak atsiri pada jahe merah

Manfaat minyak atsiri pada jahe merah