Hama yang Harus Diwaspadai Pembudidaya Jahe Merah

Jahe merah seringkali rusak karena hama. Biasanya, bibit jahe merah yang terserang hama berkembang tak sempurna. Bahkan, tak jarang bibit jahe merah mati karena dirusak hama. Hama adalah ancaman bagi pembudidaya. Kerugian yang ditimbulkan oleh hama bisa sangat besar. Pasalnya, apabila hama terlanjur parah, petani bisa saja bangkrut karena gagal panen. Hama memang telah lama jadi momok dan mimpi buruk menakutkan bagi petani jahe.

Jahe merah adalah tanaman yang juga bisa terserang hama. Jadi, pengendalian hama adalah faktor terpenting guna keberhasilan budidaya. Rimpang yang berkualitas merupakan rimpang yang tak terserang hama.

Untuk mengurangi kerugian dan ancaman hama, perlu ada langkah preventif atau pencegahan. Upaya preventif bisa menekan risiko tanaman terserang hama. Di bawah ini adalah upaya pencegahan hama pada jahe merah:

  1. Menggunakan bibit jahe merah yang sehat dan berkualitas.
  2. Memilih dan menggunakan lahan penanaman jahe merah yang bersih.
  3. Pemberian antibiotik pada bibit jahe merah agar bibit tetap sehat.
  4. Membuat parit yang dapat mencegah genangan air
  5. Ketelatenan dalam pembersihan gulma
  6. Penerapan pergiliran tanaman
  7. Pengawasan lahan yang rutin agar dapat melakukan penanganan yang cepat apabila mulai tampak hama dan penyakit.

Selain itu, sebagai pembudidaya jahe merah yang baik, Anda perlu mengetahui hama apa saja yang biasa menyerang tanaman jahe. Sebab, jika Anda bisa mengenali hama dengan baik, maka penanganannya bisa semakin cepat dan tepat. Sehingga risiko gagal panen akibat hama dan penyakit bisa ditekan.

bibit jahe merah
bibit jahe merah

Berikut ini merupakan jenis-jenis hama pada tanaman jahe merah:

Kutu

Kutu merupakan salah satu hama yang biasa menyerengan jahe merah. Kutu yang biasa menyerang jahe merah adalah jenis kutu perisai (aspidiella hartii). Kutu jenis ini menyerang rimpang sejak dari penanaman. Kutu bisa membikin penampilan rimpang jadi kurang baik alias berkualitas rendah.  

Kepik

Kepik menjadi hama karena menyerang tanaman, terutama pada bagian daunnya. Serangga yang sering hidup di area persawahan ini memiliki panjang sekitar 5 – 8,5 cm.  Kepik memiliki warna yang bermacam-macam. Ada yang merah, kuning, dan ada pula yang coklat.

Biasanya, daun tanaman jahe merah digunakan oleh kepik untuk bertelur. Sedangkan seekor kepik betina bisa menghasilkan 300 butir terlur. Jumlah yang banyak untuk bisa merusak tanaman jahe. Apalagi, telur-telur tersebut tidak saja diletakkan pada satu daun. Namun, juga disebar di beberapa daun yang ada di sekitar. 

Untuk mengatasi hama kepik, petani bisa memanfaatkan insektisida. Cairan tersebut bisa disemprotkan ke bagian daun tanaman untuk membunuh hama. Menurut buku Untung Besar Budidaya Jahe Merah, jenis insektisida yang digunakan adalah dimecron 50 SCW atau Thiodan 36 EC.

Ulat

Ulat bisa membuat daun menjadi berlubang atau menggulung. Ulat adalah hama yang juga seringkali mengancam jahe merah. Hama ulat bisa mengakibatkan pertumbuhan jahe merah menjadi tidak maksimum. Pada tanaman jahe merah, ulat juga bisa menyarang akar. Hal ini sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup tanaman jahe merah. Dengan adanya hama ulat, tanaman bisa mati karena akar yang harusnya mencari makan untuk tanaman justru dirusak oleh hama.

Kumbang

Kumbang yang mengganggu tanaman jahe berjenis Araeceras fascicularis dan Lasioderma serricorae.

Lalat Rimpang

Selain kepik, kumbang, kutu, dan ulat, lalat juga ancaman bagi jahe merah. Serangga adalah hama yang bisa langsung menyerang pada rimpang jahe. Lalat gemar memangsa rimpang jahe merah. Jadi, jika rimpang telah terluka karena digerogoti lalat, maka ini sangat berbahaya. Pasalnya, rimpang bisa membusuk karena ada bakteri yang masuk.

Ada dua jenis lalat yang mengancam jahe merah. Pertama, lalat gudang dan lalat rimpang. Untuk lalat rimpang, jenisnya dibagi menjadi dua, yaitu lalat rimpang Eumerus Figurans Walker dan Memegrala coeruleifrons.

Jenis Eumerus Figurans Walker berwarna hitam dengan garis puth melintang di sekitar abdomennya. Untuk mengatasi lalat rimpang jenis ini, petani bisa menggunakan sistem tumpang sari. Sistem tersebut akan membuat lalat bingung mencari inangnya. Namun, jika lalat sudah terlanjur banyak, petani bisa memanfaatkan cairan kimi. Insektisida Decis 2,5 EC ampuh untuk membasmi lalat jenis ini.

Sedangkan lalat Memegrala coeruleifrons juga sangatlah berbahaya. Lalat ini tak hanya merusak rimpang, tapi juga bagian tanaman. Jenis lalat ini lebih ramping dan bersayap belang warna hitam. Lalat jenis ini bisa membuat tanaman jahe merah seperti terkena bakteri layu.  

Lalat Gudang

Lalat ini menyerang jahe merah sejak dari masa penanaman hingga masa panen dan masa penyimpanan di gudang.  Petani bisa mengatasinya dengan menerapkan sistem tumpang sari dan sanitasi. Namun, jika masih belum ampuh, dan lalat masih tampak beterbangan di sekitar tanaman, sebaiknya Anda memulai penyemprotan. Anda bisa menggunakan insektisida jeni Decis 2,5 atau Curacron 500 EC.

Penanganan Hama

Penanganan hama dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida. Namun, khusus untuk hama ulat daun penanganan yang pas adalah dengan menyemprotkan Basudin, Nuvacron, atau Bassa. Kadang kala, tiap hama memang memiliki cara dan penanganan yang berbeda-beda.

Apabila Anda tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851.