Penyakit yang Mengancam Tanaman Jahe Merah

Banyak petani yang merugi karena tanaman diserang hama. Hama seringkali jadi biang kerusakan tanaman budidaya. Tanaman yang terserang hama biasanya tak tumbuh maksimal. Lebih parahnya, tanaman mati dan membuat petani gagal panen. Namun, ancaman tanaman jahe tak hanya hama, tanaman jahe layaknya manusia yang dapat terserang penyakit. Serupa dengan hama, penyakit yang menyerang  tanaman jahe merah dapat mengganggu pertumbuhan tanaman bahkan menyebabkan kematian pada jahe maupun bibit jahe merah.

Penyakit adalah ancaman yang bisa mengancam seluruh tumbuhan. Tak terkecuali pada tanaman dan bibit jahe merah. Seperti tanaman lainnya, bibit jahe merah bisa mati karena penyakit. Penyakit pada tanaman tak bisa dianggap remeh. Sebab, penyakit yang sudah menyerang sangat parah pada tanaman bisa membuat gagal panen.

bibit jahe merah
bibit jahe merah

Penyakit yang lebih sering menyerang jahe adalah penyakit layu yang disebabkan oleh bakteri. Hal itu bisa menurunkan produksi dan jika sudah parah dapat mengakibatkan kerugian yang amat besar. Pada umumnya, penyakit yang muncul pada tubuh tanaman jahe disebabkan oleh bakteri. Dan dampaknya, bisa langsung menyerang pada produktivitas tanaman itu sendiri.

Di bawah ini adalah beberapa penyakit yang biasa menyerang jahe merah dan cara penanganannya:

Bercak Daun

Penyakit bercak daun disebabkan oleh phyllosticta zingiberi. Penyakit ini dapat menyerang tanaman yang terinfeksi maupun yang tak terinfeksi. Penularan ini bisa terjadi karena bantuan angin.

Gejala dari penyakit bercak daun ini adalah terlihatnya bintik kuning yang cukup banyak pada daun. Jika dibiarkan, lama kelamaan bintik tersebut bisa menjadi bercak. Nantinya, bercak tersebut menjadi berwarna abu-abu dengan noktah hitam di tengahnya. Daun muda biasanya lebih rentan terserang penyakit ini. Serangan yang fatal dapat menyebabkan kematian pada daun.

Anda bisa melakukan usaha preventif (pencegahan) agar tanaman atau bibit jahe merah terhindar dari penyakit tersebut. Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Hal itu bertujuan agar dalam proses pemeliharaan jahe tak bermasalah. Untuk itu, upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh petani, yaitu sebagai berikut:

  1. Menggunakan bibit jahe merah yang sehat. Sebab, penggunaan bibit yang jelek hanya akan menimbulkan penyakit.
  2. Merendam rimpang bibit jahe merah dalam fungisida.
  3. Mengolah lahan dan membuat drainase yang baik.
  4. Menerapkan pola tanamn dengan jarak tanam tak terlalu rapat agar kelembaban tak terlampu tinggi.

Busuk Rimpang

Penyakit busuk rimpang disebabkan jamur atau cendawan patogen, yaitu Fusarium oxysporium dan Rhizoctonia solani. Cendawan Fusarium oxysporium menginfeksi rimpang jahe yang terkena luka. Infeksi patogen terjadi melalui akar maupun pelepah daun.

Gejala yang muncul dari cendawan ini adalah warna kuning yang muncul pada daun bagian bawah. Setelah penyakit ini menyerang, biasanya daun akan layu dan taman perlahan mati. Ciri-ciri tanaman jahe yang sudah mengalami busuk rimpang adalah munculnya warna kuning di pinggir-pinggir daun-daun tua. Penyakit busuk rimpang ini bisa mengurangi hasil panen hingga 50%.

Petani dapat menangani penyakit ini dengan agen hayati antagonis tumbuhan yang telah dikembangkan dari golongan cendawan berjenis Gliocladium spp. dan Trichoderma spp. Kedua cendawan tersebut merupakan antibiotik.

Penyakit Kuning

Penyakit kuning disebabkan oleh jamur Fusarium sp. Yang berasal dari rimpang yang sakit. Penyakit ini biasa didapati pada jahe yang baru. Biasanya, penyakit ini muncul pada lahan bekas sawah irigasi yang dikeringkan. Gejala yang muncul akibat penyakit ini adalah bagian daun muda yang tampak pucat. Lalu, batang keriput.  Bagian rimpang yang terinfeksi berwarna cokelat.

Perlu penangan yang efektif guna menangani penyakit satu ini. Anda bisa melakukan upaya pencegahan dengan menam bibit jahe merah yang berkualitas dan bebas dari penyakit. Inilah pentingnya menanam bibit jahe merah yang berkualitas tinggi.

Untuk menghindari terjangkitnya patogen Anda juga bisa merendam bibit dengan fungisida sebelum bibit ditanam. Fungisida yang dipakai adalah mancozeb atau bemomyl 0,3% dengan lama perendaman sekitar 2 jam.  Namun, apabila telah terserang patogen, maka metode penanganannya dapat dilakukan dengan melakukan penyemprotan fungisida setiap dua minggu sekali sampai penyakit pada jahe merah hilang sempurna.

Penyakit akar nematoda

Seringkali, nematoda ditemui pada lahan penanaman jahe. Nematoda menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan produksinya menurun. Serangan nematoda seringkali menjadi jalan bagi masuknya patogen lain seperti jamur dan bakteri.

Gejala yang ditimbulkan dari serangan nematoda biasanya adalah terjadinya bengkak akar. Lalu, akar dan rimpang akan menjadi busuk.

Penanganan yang bisa diusahakan adalah dengan memilih lahan yang belum pernah ditanami jahe yang terinfeksi nematoda. Jika lahan sudah pernah dipakai untuk jahe, maka penanganan yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan furadan dengan dosis 40 kg/ha. Anda bisa melakukannya dengan menaburkannya di atas bedengan, kemudian dicangkul secara rata.

**

Setiap penyakit pada tanaman jahe pasti ada obatnya. Yang penting adalah ketelatenan dan ketepatan petani dalam menangani serta mencegah suatu penyakit. Usaha preventif atau pencegahan jelas lebih efisien dan murah dari pada mengobati yang sudah parah. Salah satunya adalah dengan memilih bibit jahe merah yang unggul dan berkualitas baik. Apabila Anda tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851