Potensi Jahe Merah sebagai Tanaman Rempah dan Obat

Di tengah wabah virus corona (Covid-19) yang sedang melanda dunia, bibit jahe merah banyak dicari di pasaran. Jahe merah mengandung minyak atsir yang cukup tinggi di banding jenis jahe lainnya. Di dalam jahe merah terdapat banyak kandungan yang dapat menjaga kesehatan tubuh dan menangkal penyakit. Jahe merah dipercaya ampuh untuk meningkatkan imun sehingga manusia tak gampang terserang penyakit.

Namun, selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat, jahe merah juga bisa dimanfaatkan untuk tambahan makanan. Masyarakat Indonesia telah memanfaatkan jenis rimpang ini sejak lama. Herbal jahe, selain sedap untuk makanan, juga ampuh untuk menangkal penyakit seperti batuk, masalah pernapasan, dan berbagai masalah pencernaan serta peradangan.

Menurut Hasti Supriyanti dalam buku Untung Besar Budidaya Jahe Merah disebutkan, sudah sejak lama tanaman jahe dimanfaatkan manusia. Bahkan, bangsa Tionghoa sudah lebih dari 2000 tahun lalu menggunakan jahe sebagai bahan wajib pembuat obat.

bibit jahe merah
bibit jahe merah

Kandungan Jahe

  • Dengan kandungan yang bermacam di dalamnya, jahe memiliki kemampuan merangsang hormon adrenalin. Artinya, pembuluh darah akan lebih lebar dan aliran darah mengalir lebih lancar. Dengan begitu, meringankan kerja jantung dalam memompa darah.
  • Selain memperlancar aliran darah, jahe juga mengandung enzim protease dan lipase yang membantu pencernaan dalam tubuh. Dua enzim ini sangat bermanfaat bagi proses pencernaan tubuh manusia. Keduanya ampuh untuk mencerna protein dan lemak. Jadi, dengan mengonsumsi jahe, kesehatan organ pencernaan khususnya lambung sangat terjaga.
  • Rasa hangat yang dihasilkan ketika mengonsumsi jahe juga dapat membikin perut terasa nyaman. Sehingga, bagi Anda yang sering mengeluhkan kram pada perut, mengonsumsi jahe secara rutin bisa membantu meredakannya. Selain itu, manfaat yang diperoleh ketika mengonsumsi jahe adalah meredakan sakit kepala. Rasa hangat yang dihasilkan oleh minyak atsiri dalam jahe memberi efek relaksasi pada kepala yang sakit

Prospek Bisnis Jahe Merah

Tak hanya segudang manfaat kesehatan yang bisa didapat dari jahe merah, tanaman ini juga memiliki prospek bisnis yang cukup tinggi. Belum banyak yang membudidayakan jahe jenis ini di Indonesia. Banyak petani lebih memilih untuk menanam jahe gajah atau emprit. Padahal, di pasar internasional, jahe merah merupakan salah satu jenis rempah sekaligus tanaman obat yang banyak dicari.

Pasar internasional tentu punya nilai lebih tinggi. Harga di pasar internasional lebih tinggi dari harga di dalam negeri. Harga yang tinggi ini dipengaruhi oleh daya permintaan yang naik, tetapi pembudidaya jahe merah tak banyak atau belum bisa mencukupi kebutuhan pasar.

Malaysia, Banglades, dan Singapura adalah beberapa negara yang sering membeli jahe merah dari bumi Indonesia. Pada tarikh 2013, Banglades memesan 270 ton jahe merah ke sebuah instansi swasta yang merangkul petani dari daerah Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi, Ponorogo, dan Malang.

Namun, karena tak banyak yang membudidayakan jahe merah, petani-petani itu kewalahan menerima pesanan itu. Akibatnya, pengiriman jahe merah dilakukan secara bertahap.

Tak sulit menanam jahe merah di Indonesia. Apalagi, sekarang banyak tempat yang menyediakan bibit jahe merah yang unggul seperti Vista Agro.

Iklim yang Baik untuk Menanam Jahe Merah

Dengan kondisi iklim tropis, sangat mendukung untuk menanam jahe merah di Indonesia. Pada awal penanaman, jahe merah memang membutuhkan curah hujan yang tinggi. Jahe merah muda (sekitar 0-4 bulan) butuh curah hujan tinggi.

Jadi, untuk menanam jahe, baik dimulai pada pertengahan musim penghujan atau awal musim penghujan. Sehingga, ketika tanaman mulai berusia 5-8 bulan, curah hujan sudah mulai berkurang dan tak terlalu tinggi. Fase itu sangat cocok untuk jahe merah dewasa. Sebab, jahe merah yang dewasa sudah mulai fokus pada pertumbuhan rimpang. Tanaman jahe berusia 5 bulan ke atas, lebih butuh sinar matahari dari pada air.

  1. Usia 0-4 bulan

Jahe merah masih berumur sangat muda. Di usia 0-4 bulan, jahe merah butuh banyak curah hujan. Anda bisa menanam jahe di musim kemarau dengan membuat curah hujan sendiri. Namun, hal tersebut butuh ketelatenan yang tinggi.

Pada usia 0-4 bulan, sebaiknya jahe tak terkena paparan sinar matahari secara langsung. Anda bisa membuat tempat yang sedikit terbuka dan tertutup untuk membantu tanaman jahe merah tumbuh dengan maksimal.

  • Usia 4-12 bulan

Pada usia itu, jahe merah mulai butuh banyak sinar matahari. Paparan sinar matahari berfungsi untuk membantu pertumbuhan rimpang. Di usia lima bulan ke atas, sebisa mungkn curah hujan dikurangi. Namun, Anda jangan langsung menghentikan pemberian air. Anda bisa menguranginya secara bertahap. Sampai pada usia 6 bulan, pastikan bahwa pasokan sinar matahari lebih banyak dari pada air.

Sinar matahari digunakan untuk mendapat rimpang yang berkualitas. Jika terlalu banyak air, rimpang jahe akan jelek atau berkualitas buruk.

Jadi, jangan biarkan terjadi genangan air di sekitar tempat tumbuh rimpang jahe. Sebab, apabila timpat itu tergenang air, rimpang jahe bisa mengkerut bahkan membusuk.

Jika Anda berminat membudidayakan jahe merah, bersyukurlah karena Anda hidup di daerah tropis seperti Indonesia. Di daerah tropis, sinar matahari dan curah hujan sangatlah cukup. Selain iklim tropis, jahe merah mudah tumbuh di  daerah yang memiliki tanah gembur. Anda tak bisa menanam jahe merah di tanah berbatu dan kurang air.

Apabila Anda berminat memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu Anda menyediakan bibit jahe merah berkualiatas tinggi. Anda bisa datang langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851