bibit jahe merah

Hama yang Harus Diwaspadai Pembudidaya Jahe Merah

Jahe merah seringkali rusak karena hama. Biasanya, bibit jahe merah yang terserang hama berkembang tak sempurna. Bahkan, tak jarang bibit jahe merah mati karena dirusak hama. Hama adalah ancaman bagi pembudidaya. Kerugian yang ditimbulkan oleh hama bisa sangat besar. Pasalnya, apabila hama terlanjur parah, petani bisa saja bangkrut karena gagal panen. Hama memang telah lama jadi momok dan mimpi buruk menakutkan bagi petani jahe.

Jahe merah adalah tanaman yang juga bisa terserang hama. Jadi, pengendalian hama adalah faktor terpenting guna keberhasilan budidaya. Rimpang yang berkualitas merupakan rimpang yang tak terserang hama.

Untuk mengurangi kerugian dan ancaman hama, perlu ada langkah preventif atau pencegahan. Upaya preventif bisa menekan risiko tanaman terserang hama. Di bawah ini adalah upaya pencegahan hama pada jahe merah:

  1. Menggunakan bibit jahe merah yang sehat dan berkualitas.
  2. Memilih dan menggunakan lahan penanaman jahe merah yang bersih.
  3. Pemberian antibiotik pada bibit jahe merah agar bibit tetap sehat.
  4. Membuat parit yang dapat mencegah genangan air
  5. Ketelatenan dalam pembersihan gulma
  6. Penerapan pergiliran tanaman
  7. Pengawasan lahan yang rutin agar dapat melakukan penanganan yang cepat apabila mulai tampak hama dan penyakit.

Selain itu, sebagai pembudidaya jahe merah yang baik, Anda perlu mengetahui hama apa saja yang biasa menyerang tanaman jahe. Sebab, jika Anda bisa mengenali hama dengan baik, maka penanganannya bisa semakin cepat dan tepat. Sehingga risiko gagal panen akibat hama dan penyakit bisa ditekan.

bibit jahe merah
bibit jahe merah

Berikut ini merupakan jenis-jenis hama pada tanaman jahe merah:

Kutu

Kutu merupakan salah satu hama yang biasa menyerengan jahe merah. Kutu yang biasa menyerang jahe merah adalah jenis kutu perisai (aspidiella hartii). Kutu jenis ini menyerang rimpang sejak dari penanaman. Kutu bisa membikin penampilan rimpang jadi kurang baik alias berkualitas rendah.  

Kepik

Kepik menjadi hama karena menyerang tanaman, terutama pada bagian daunnya. Serangga yang sering hidup di area persawahan ini memiliki panjang sekitar 5 – 8,5 cm.  Kepik memiliki warna yang bermacam-macam. Ada yang merah, kuning, dan ada pula yang coklat.

Biasanya, daun tanaman jahe merah digunakan oleh kepik untuk bertelur. Sedangkan seekor kepik betina bisa menghasilkan 300 butir terlur. Jumlah yang banyak untuk bisa merusak tanaman jahe. Apalagi, telur-telur tersebut tidak saja diletakkan pada satu daun. Namun, juga disebar di beberapa daun yang ada di sekitar. 

Untuk mengatasi hama kepik, petani bisa memanfaatkan insektisida. Cairan tersebut bisa disemprotkan ke bagian daun tanaman untuk membunuh hama. Menurut buku Untung Besar Budidaya Jahe Merah, jenis insektisida yang digunakan adalah dimecron 50 SCW atau Thiodan 36 EC.

Ulat

Ulat bisa membuat daun menjadi berlubang atau menggulung. Ulat adalah hama yang juga seringkali mengancam jahe merah. Hama ulat bisa mengakibatkan pertumbuhan jahe merah menjadi tidak maksimum. Pada tanaman jahe merah, ulat juga bisa menyarang akar. Hal ini sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup tanaman jahe merah. Dengan adanya hama ulat, tanaman bisa mati karena akar yang harusnya mencari makan untuk tanaman justru dirusak oleh hama.

Kumbang

Kumbang yang mengganggu tanaman jahe berjenis Araeceras fascicularis dan Lasioderma serricorae.

Lalat Rimpang

Selain kepik, kumbang, kutu, dan ulat, lalat juga ancaman bagi jahe merah. Serangga adalah hama yang bisa langsung menyerang pada rimpang jahe. Lalat gemar memangsa rimpang jahe merah. Jadi, jika rimpang telah terluka karena digerogoti lalat, maka ini sangat berbahaya. Pasalnya, rimpang bisa membusuk karena ada bakteri yang masuk.

Ada dua jenis lalat yang mengancam jahe merah. Pertama, lalat gudang dan lalat rimpang. Untuk lalat rimpang, jenisnya dibagi menjadi dua, yaitu lalat rimpang Eumerus Figurans Walker dan Memegrala coeruleifrons.

Jenis Eumerus Figurans Walker berwarna hitam dengan garis puth melintang di sekitar abdomennya. Untuk mengatasi lalat rimpang jenis ini, petani bisa menggunakan sistem tumpang sari. Sistem tersebut akan membuat lalat bingung mencari inangnya. Namun, jika lalat sudah terlanjur banyak, petani bisa memanfaatkan cairan kimi. Insektisida Decis 2,5 EC ampuh untuk membasmi lalat jenis ini.

Sedangkan lalat Memegrala coeruleifrons juga sangatlah berbahaya. Lalat ini tak hanya merusak rimpang, tapi juga bagian tanaman. Jenis lalat ini lebih ramping dan bersayap belang warna hitam. Lalat jenis ini bisa membuat tanaman jahe merah seperti terkena bakteri layu.  

Lalat Gudang

Lalat ini menyerang jahe merah sejak dari masa penanaman hingga masa panen dan masa penyimpanan di gudang.  Petani bisa mengatasinya dengan menerapkan sistem tumpang sari dan sanitasi. Namun, jika masih belum ampuh, dan lalat masih tampak beterbangan di sekitar tanaman, sebaiknya Anda memulai penyemprotan. Anda bisa menggunakan insektisida jeni Decis 2,5 atau Curacron 500 EC.

Penanganan Hama

Penanganan hama dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida. Namun, khusus untuk hama ulat daun penanganan yang pas adalah dengan menyemprotkan Basudin, Nuvacron, atau Bassa. Kadang kala, tiap hama memang memiliki cara dan penanganan yang berbeda-beda.

Apabila Anda tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851.

bibit jahe merah

Penyakit yang Mengancam Tanaman Jahe Merah

Banyak petani yang merugi karena tanaman diserang hama. Hama seringkali jadi biang kerusakan tanaman budidaya. Tanaman yang terserang hama biasanya tak tumbuh maksimal. Lebih parahnya, tanaman mati dan membuat petani gagal panen. Namun, ancaman tanaman jahe tak hanya hama, tanaman jahe layaknya manusia yang dapat terserang penyakit. Serupa dengan hama, penyakit yang menyerang  tanaman jahe merah dapat mengganggu pertumbuhan tanaman bahkan menyebabkan kematian pada jahe maupun bibit jahe merah.

Penyakit adalah ancaman yang bisa mengancam seluruh tumbuhan. Tak terkecuali pada tanaman dan bibit jahe merah. Seperti tanaman lainnya, bibit jahe merah bisa mati karena penyakit. Penyakit pada tanaman tak bisa dianggap remeh. Sebab, penyakit yang sudah menyerang sangat parah pada tanaman bisa membuat gagal panen.

bibit jahe merah
bibit jahe merah

Penyakit yang lebih sering menyerang jahe adalah penyakit layu yang disebabkan oleh bakteri. Hal itu bisa menurunkan produksi dan jika sudah parah dapat mengakibatkan kerugian yang amat besar. Pada umumnya, penyakit yang muncul pada tubuh tanaman jahe disebabkan oleh bakteri. Dan dampaknya, bisa langsung menyerang pada produktivitas tanaman itu sendiri.

Di bawah ini adalah beberapa penyakit yang biasa menyerang jahe merah dan cara penanganannya:

Bercak Daun

Penyakit bercak daun disebabkan oleh phyllosticta zingiberi. Penyakit ini dapat menyerang tanaman yang terinfeksi maupun yang tak terinfeksi. Penularan ini bisa terjadi karena bantuan angin.

Gejala dari penyakit bercak daun ini adalah terlihatnya bintik kuning yang cukup banyak pada daun. Jika dibiarkan, lama kelamaan bintik tersebut bisa menjadi bercak. Nantinya, bercak tersebut menjadi berwarna abu-abu dengan noktah hitam di tengahnya. Daun muda biasanya lebih rentan terserang penyakit ini. Serangan yang fatal dapat menyebabkan kematian pada daun.

Anda bisa melakukan usaha preventif (pencegahan) agar tanaman atau bibit jahe merah terhindar dari penyakit tersebut. Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Hal itu bertujuan agar dalam proses pemeliharaan jahe tak bermasalah. Untuk itu, upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh petani, yaitu sebagai berikut:

  1. Menggunakan bibit jahe merah yang sehat. Sebab, penggunaan bibit yang jelek hanya akan menimbulkan penyakit.
  2. Merendam rimpang bibit jahe merah dalam fungisida.
  3. Mengolah lahan dan membuat drainase yang baik.
  4. Menerapkan pola tanamn dengan jarak tanam tak terlalu rapat agar kelembaban tak terlampu tinggi.

Busuk Rimpang

Penyakit busuk rimpang disebabkan jamur atau cendawan patogen, yaitu Fusarium oxysporium dan Rhizoctonia solani. Cendawan Fusarium oxysporium menginfeksi rimpang jahe yang terkena luka. Infeksi patogen terjadi melalui akar maupun pelepah daun.

Gejala yang muncul dari cendawan ini adalah warna kuning yang muncul pada daun bagian bawah. Setelah penyakit ini menyerang, biasanya daun akan layu dan taman perlahan mati. Ciri-ciri tanaman jahe yang sudah mengalami busuk rimpang adalah munculnya warna kuning di pinggir-pinggir daun-daun tua. Penyakit busuk rimpang ini bisa mengurangi hasil panen hingga 50%.

Petani dapat menangani penyakit ini dengan agen hayati antagonis tumbuhan yang telah dikembangkan dari golongan cendawan berjenis Gliocladium spp. dan Trichoderma spp. Kedua cendawan tersebut merupakan antibiotik.

Penyakit Kuning

Penyakit kuning disebabkan oleh jamur Fusarium sp. Yang berasal dari rimpang yang sakit. Penyakit ini biasa didapati pada jahe yang baru. Biasanya, penyakit ini muncul pada lahan bekas sawah irigasi yang dikeringkan. Gejala yang muncul akibat penyakit ini adalah bagian daun muda yang tampak pucat. Lalu, batang keriput.  Bagian rimpang yang terinfeksi berwarna cokelat.

Perlu penangan yang efektif guna menangani penyakit satu ini. Anda bisa melakukan upaya pencegahan dengan menam bibit jahe merah yang berkualitas dan bebas dari penyakit. Inilah pentingnya menanam bibit jahe merah yang berkualitas tinggi.

Untuk menghindari terjangkitnya patogen Anda juga bisa merendam bibit dengan fungisida sebelum bibit ditanam. Fungisida yang dipakai adalah mancozeb atau bemomyl 0,3% dengan lama perendaman sekitar 2 jam.  Namun, apabila telah terserang patogen, maka metode penanganannya dapat dilakukan dengan melakukan penyemprotan fungisida setiap dua minggu sekali sampai penyakit pada jahe merah hilang sempurna.

Penyakit akar nematoda

Seringkali, nematoda ditemui pada lahan penanaman jahe. Nematoda menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan produksinya menurun. Serangan nematoda seringkali menjadi jalan bagi masuknya patogen lain seperti jamur dan bakteri.

Gejala yang ditimbulkan dari serangan nematoda biasanya adalah terjadinya bengkak akar. Lalu, akar dan rimpang akan menjadi busuk.

Penanganan yang bisa diusahakan adalah dengan memilih lahan yang belum pernah ditanami jahe yang terinfeksi nematoda. Jika lahan sudah pernah dipakai untuk jahe, maka penanganan yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan furadan dengan dosis 40 kg/ha. Anda bisa melakukannya dengan menaburkannya di atas bedengan, kemudian dicangkul secara rata.

**

Setiap penyakit pada tanaman jahe pasti ada obatnya. Yang penting adalah ketelatenan dan ketepatan petani dalam menangani serta mencegah suatu penyakit. Usaha preventif atau pencegahan jelas lebih efisien dan murah dari pada mengobati yang sudah parah. Salah satunya adalah dengan memilih bibit jahe merah yang unggul dan berkualitas baik. Apabila Anda tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

bibit jahe merah

Khasiat Jahe untuk Kecantikan dan Teman Diet yang Ajaib

Dilansir dari Detik.com, jahe mengalami peningkatan permintaan di pasaran. Peningkatan permintaan jahe merah instan bahkan menapai tiga kali lipat dari biasanya. Diduga, peningkatan permintaan ini berkaitan dengan merebaknya virus corona di Indonesia. Jahe, khususnya, jahe merah dipercaya ampuh meningkatkan imun tubuh. Sehingga, tubuh lebih kebal dari virus dan penyakit. Hal ini berbanding lurus dengan permintaan bibit jahe merah yang juga makin tinggi.

Jahe merah memang telah lama dijadikan sebagai tanaman obat oleh masyarakat Indonesia. Khasiatnya yang banyak ampuh menangkal berbagai penyakit. Namun, siapa sangka, rimpang-rimpangan satu ini juga memiliki manfaat yang untuk kecantikan. Selain itu, jahe merah juga dapat menjadi makanan lezat bagi Anda yang sedang menjalani program diet.

Tak lama lagi bulan ramadan tiba. Orang muslim akan segera menjalankan ibadah puasa. Seringkali, ketika puasa kita kalap saat buka puasa tiba. Semua makanan rasanya ingin disantap. Alih-alih menurunkan berat badan ketika bulan Ramadan, yang terjadi malah berat badan melonjak. Ini adalah mimpi buruk bagi Anda yang sedang menjalankan program diet sehat.

Namun, Anda tak perlu risau. Khasiat yang terkandung dalam jahe merah dapat membantu diet Anda. Anda bisa membuat hidangan dari jahe merah untuk saur ataupun berbuka. Kandungan pada jahe dipercaya dapat menekan nafsu makan dan membuat perut terasa kenyang lebih lama.

Pernah terbit suatu artikel di steptohealth.com bahwa air jahe memiliki kandungan yang dapat menyeimbangkan kadar gula dalam tubuh. Dalam kadar tertentu tubuh membutuhkan gula. Namun, gula yang berlebih hanya akan memunculkan penyakit. Jahe merah punya fungsi untuk menurunkan kadar gula dalam tubuh bila dibutuhkan. Selain itu, air jahe juga dapat membantu sistem pencernaan.

Jadi, untuk Anda yang sedang menjalankan program diet, ada baiknya mengonsumsi air jahe hangat dengan sedikit gula atau tanpa gula. Sebab, sama bila Anda mengonsumsi jahe, tapi tetap makan gula secara berlebihan.

Sebuah kabar baik bagi Anda yang gemar minum teh. Sebab, jahe sangat cocok dipadukan dengan teh. Di bawah ini adalah cara membuat teh jahe untuk program menurunkan berat badan:

Bahan

  • 2 inci (5 cm) jahe cincang halus (atau dua sendok teh jahe kering)
  • 4 gelas (1 liter) air yang disaring
  • 2 sendok makan (30 ml) perasan lemon
  • 1 – 2 sendok teh madu

Alat

  • Panci kecil
  • Kompor
  • Sendok

Anda bisa memulai dengan memasak air teh di panci kecil hingga mendidih. Matikan api dan masukkan jahe cincang. Setelah jahe masuk, tutup panci dengan penutup dan diamkan selama waktu  kurang lebih 5 menit. Hal itu berfungsi untuk mencegah senyawa baik yang terkandung dalam jahe keluar melalui uap.  

Setelah itu selesai, saring hingga bersih. Tunggu sampai teh jahe dingin. Setelah agak dingin, Anda bisa langsung mencampurkan perasan lemon dan madu. Air yang terlalu panas dapat menghancurkan khasiat yang terkandung dalam madu. Anda dapat menikmati minuman ini tiap dua atau tiga kali sehari. Jika itu bulan ramadan, Anda bisa membikin minuman ini untuk berbuka dan sahur.

Namun, tak hanya itu saja kandungan baik yang dimiliki oleh jahe merah. Seperti dilansir dari laman halodoc, ada 7 manfaat jahe merah untuk kecantikan.

Jahe dapat mengatasi jerawat pada wajah

Jahe terkenal mengandung antioksidan dan antiinflamasi yang cukup banyak. Jadi, tak mengherankan bila rimpang ini dapat mengatasi jerawat pada wajah. Kandungan anti-inflamasi di dalam jahe mampu mencegah munculnya jerawat. Tak ada salanya bagi Anda yang merasa memiliki masalah dengan jerawat untuk mulai memanfaatkan jahe merah sebagai perawatan alternatif. Untuk Anda yang sudah terlanjur berjerawat, jahe membuat jerawat kering lebih cepat

bibit jahe merah
bibit jahe merah

Jahe mengatasi bekas paparan sinar matahari

Sunburn seringkali menimpa orang yang terlalu sering terpapar matahari. Apalagi di Indonesia yang memiliki iklim tropis. Matahari bersinar lebih lama dan tentunya lebih panas. Sunburn membuat kulit terasa perih, memerah, dan membikin sensasi seperti rasa terbakar. Jika Anda merasakan hal tersebut, jahe adalah pilihan yang tepat untuk mengatasi gejala sunburn tersebut.

Mempercepat proses penyembuhan luka

Luka seringkali membikin orang menjadi minder. Apalagi luka yang ada pada wajah. Untuk mempercepat penyembuhan luka, Anda bisa memanfaatkan jahe. Kandungan anti-inflamasi dapat digunakan untuk menyembuhkan luka. Namun, Anda perlu hati-hati. Sebab, wajah adalah area yang sangat sensitif. Jadi, Anda harus lebih teliti dalam memilih bahan perawatan mana yang pas dengan tipe kulit wajah Anda.

Melembabkan kulit

Jahe dapat Anda gunakan sebagai perawatan guna mengembalikan kelembaban alami kulit. Perawatan ini juga harus ditunjang dengan konsumsi air putih yang banyak.

Mengontrol minyak wajah

Minyak berlebih pada wajah dapat memicu munculnya jerawat. Jahe dipercaya dapat menurunkan minyak pada wajah.

Mencerahkan kulit

Kulit yang cerah diidamkan banyak orang. Jahe dapat mencerahkan kulit karena jahe dapat mengangkat sel kulit mati yang ada di wajah. Wajah yang bersih akan terlihat lebih cerah dan tak kusut. Anda dapat menggunakan jahe sebagai srub.

Menyamarkan bekas luka

Selain itu, anti-inflamasi dalam jahe dapat menyamarkan bekas luka. Anda bisa lebih percaya diri dengan rutin memanfaatkan jahe.

Itulah manfaat jahe untuk diet dan perawatan kecantikan wajah. Apabila Anda tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

bibit jahe merah

Proses Pascapanen Jahe Merah

Panen artinya mengambil apa yang telah kita semai sebelumnya. Setelah berbulan-bulan merawat bibit jahe merah hingga siap diunduh, panen adalah waktu di mana petani menuai hasil. Namun, apakah panen adalah akhir? Tentu tidak. Masih ada beberapa tahap yang harus dilewati sebelum memperoleh hasil atau untung dari pembudidayaan jahe merah. Masih ada pembersihan rimpang, pengeringan, pengemasan, hingga pengangkutan maupun pengolahan.

Dalam artikel kali ini, kita akan memahami langkah dan proses jahe merah pasca panen. Sebab, untuk memperoleh hasil yang maksimal dan memuaskan, Anda tak boleh melakukan pekerjaan secara serampangan. Ilmu tentang penanganan pascapanen sangat perlu dilakukan dengan baik dan benar. Hal ini bertujuan agar kualitas rimpang jahe merah tetap terjaga dengan baik sampai ke tangan konsumen. Sebab, sebagai seorang pembudidaya, Anda tak boleh mengecewakan pelanggan yang sudah percaya.  

Pembersihan Rimpang

Rimpang yang baru dipanen biasanya kotor. Jadi, pembersihan rimpang sangtlah penting. Rimpang jahe merah yang telah selelsai dikumpulkan dapat segera dibersihkan. Cara pembersihan ini dilakukan dengan mencuci rimpang. Pencucian ini bertujuang menghilangkan sisa tanah yang menempel pada rimpang dan kotoran lainnya.

Anda bisa membersihkan rimpang ini dengan air yang mengalir. Sebab, air yang mengalir lebih efektif untuk melarutkan kotoran yang menempel. Selain untuk membersihkan rimpang dari sisa tanah yang menempel, proses pencucian ini juga berfungsi menghindarkan rimpang dari penyakit. Maka dari itu, pemanfaatan air yang mengalir untuk membersihkan kotoran sangatlah dianjurkan dalam proses ini.

Namun, satu hal yang pelu diperhatikan adalah kehati-hatian dalam membersihkan rimpang. Anda bisa menggosok rimpang pelan-pelan menggunakan tangan. Sebisa mungkin, jangan sampai rimpang terluka. Lecet pada rimpang bisa memicu pembusukan. Rimpang yang cacat atau memiliki goresan pada kulitnya secara otomatis mudah diserang penyakit. Jadi, untuk mendapatkan hasil yang bagus, ketelatenan dan kehati-hatian dalam membersihkan rimpang sangatlah dibutuhkan.

Pengeringan Rimpang

Setelah rimpang selesai dibersihkan, proses berikutnya adalah pengeringan. Ada petani yang menjual rimpang jahe dalam keadaan segar. Namun, ada pula yang lebih memilih menjual rimpang jahe dalam keadaan kering. Proses pengeringan ini bertujuan agar rimpang bisa bertahan lebih lama dalam gudang penyimpanan sebelum diolah lebih lanjut.   

Pasca penyucian, rimpang jahe ditiriskan. Anda bisa memanfaatkan sinar matahari yang terik. Biasanya, dalam proses pengeringan, jahe merah akan diletakkan di atas anyaman bambu yang tak terlalu rapat. Proses ini dilakukan hingga kadar air pada rimpang menjadi 8 – 10 %.

Selain dikeringkan dengan cara dikering anginkan, rimpang jahe bisa dijemur langsung di bawah sinar matahari atau dikeringkan menggunakan udara panas yang mengalir.

Setelah itu, rimpang bisa langsung dikemas atau diolah menjadi bermacam produk olahan. Anda bisa mengemas jahe yang sudah dikeringkan ini dalam peti/karung berongga untuk dikirim ke alamat konsumen.

bibit jahe merah
bibit jahe merah

Proses Pengemasan

Sebelum dikirim ke konsumen, pengemasan sangatlah penting. Pengemasan tak hanya mempercantik tampilan, tapi juga harus bisa menjaga kualitas jahe merah agar tetap baik ketika sampai di tangan konsumen.

Jadi, proses pengemasan harus dilakukan secara hati-hati dan tidak serampangan. Anda harus memasukkan rimpang satu per satu. Anda perlu menyusun rimpang secara teratur. Jika pengemasan dilakukan dengan sembarangan, rimpang bisa saja rusak saat sampai pada konsumen. Rimpang yang rusak menjadi nilai minus bagi seorang pembudidaya.

Dalam proses pengemasan, Anda perlu memisahkan rimpang berdasarkan ukurannya.

Wadah yang digunakan bisa berupa peti kayu atau karung yang punya cukup lubang udara. Setelah rimpang ditata secara teratur dalam wadah, jangan lupa untuk menutup wadah dengan kencang dan baik. Jangan sampai saat proses pengiriman wadah terbuka dan rimpang tumpah dan rusak.

Penyimpanan Rimpang

Kadang, sebelum rimpang dikirim ke konsumen, pembudidaya perlu menyimpannya terlebih dahulu. Setelah pengemasan selesai dilakukan, jika rimpang tak segera dikirim ke pemesan, maka selayaknya rimpang disimpan digudang penyimpanan untuk menunggu sementara waktu.

Tempat penyimpanan yang baik adalah yang memiliki sirkulasi udara yang cukup dan ada sinar matahari atau pun cahaya dari lampu. Sebab, dengan begitu, ruangan tidak lembab. Ruangan yang lembab berpotensi menciptakan banyak penyakit yang mengancam rimpang. Jamur merupakan penyakit rimpang yang mudah muncul ketika kondisi ruangan lembab.

Anda juga perlu mewaspadai hama-hama yang bisa menyerang pada masa penyimpanan. Hama seperti lalat gudang sangat mengancam kesehatan rimpang yang disimpan. Ketelatenan dibutuhkan di sini. Sebab, lalat gudang bisa merusak bahkan membuat rimpang yang telah tertata rapi dalam gudang menjadi busuk atau cacat.

Pengangkutan Rimpang

Rimpang yang dikemas atau telah parkir digudang bisa langsung dikirim dan didistribusikan. Jika rimpang telah didiamkan dalam gudang, perlu adanya pengecekan ulang apakah ada rimpang yang rusak atau tidak. Jangan sampai ketika sudah di tangan konsumen ternyata ada beberapa rimpang yang rusak dan memiliki kualitas yang tak baik. Pemeriksaan ulang ini sangat diperlukan guna menjaga kepercayaan konsumen terhadap pembudidaya. Pengangkutan bisa menggunakan mobil terbuka, mobil pikap, ataupun truk jika itu dalam kuantitas yang banyak.

Jika Anda tertarik untuk memulai menjadi pembudidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya. Bibit jahe merah unggul berpengaruh pada hasil panen yang lebih maksimal. Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851