bibit jahe merah

Proses Pascapanen Jahe Merah

Panen artinya mengambil apa yang telah kita semai sebelumnya. Setelah berbulan-bulan merawat bibit jahe merah hingga siap diunduh, panen adalah waktu di mana petani menuai hasil. Namun, apakah panen adalah akhir? Tentu tidak. Masih ada beberapa tahap yang harus dilewati sebelum memperoleh hasil atau untung dari pembudidayaan jahe merah. Masih ada pembersihan rimpang, pengeringan, pengemasan, hingga pengangkutan maupun pengolahan.

Dalam artikel kali ini, kita akan memahami langkah dan proses jahe merah pasca panen. Sebab, untuk memperoleh hasil yang maksimal dan memuaskan, Anda tak boleh melakukan pekerjaan secara serampangan. Ilmu tentang penanganan pascapanen sangat perlu dilakukan dengan baik dan benar. Hal ini bertujuan agar kualitas rimpang jahe merah tetap terjaga dengan baik sampai ke tangan konsumen. Sebab, sebagai seorang pembudidaya, Anda tak boleh mengecewakan pelanggan yang sudah percaya.  

Pembersihan Rimpang

Rimpang yang baru dipanen biasanya kotor. Jadi, pembersihan rimpang sangtlah penting. Rimpang jahe merah yang telah selelsai dikumpulkan dapat segera dibersihkan. Cara pembersihan ini dilakukan dengan mencuci rimpang. Pencucian ini bertujuang menghilangkan sisa tanah yang menempel pada rimpang dan kotoran lainnya.

Anda bisa membersihkan rimpang ini dengan air yang mengalir. Sebab, air yang mengalir lebih efektif untuk melarutkan kotoran yang menempel. Selain untuk membersihkan rimpang dari sisa tanah yang menempel, proses pencucian ini juga berfungsi menghindarkan rimpang dari penyakit. Maka dari itu, pemanfaatan air yang mengalir untuk membersihkan kotoran sangatlah dianjurkan dalam proses ini.

Namun, satu hal yang pelu diperhatikan adalah kehati-hatian dalam membersihkan rimpang. Anda bisa menggosok rimpang pelan-pelan menggunakan tangan. Sebisa mungkin, jangan sampai rimpang terluka. Lecet pada rimpang bisa memicu pembusukan. Rimpang yang cacat atau memiliki goresan pada kulitnya secara otomatis mudah diserang penyakit. Jadi, untuk mendapatkan hasil yang bagus, ketelatenan dan kehati-hatian dalam membersihkan rimpang sangatlah dibutuhkan.

Pengeringan Rimpang

Setelah rimpang selesai dibersihkan, proses berikutnya adalah pengeringan. Ada petani yang menjual rimpang jahe dalam keadaan segar. Namun, ada pula yang lebih memilih menjual rimpang jahe dalam keadaan kering. Proses pengeringan ini bertujuan agar rimpang bisa bertahan lebih lama dalam gudang penyimpanan sebelum diolah lebih lanjut.   

Pasca penyucian, rimpang jahe ditiriskan. Anda bisa memanfaatkan sinar matahari yang terik. Biasanya, dalam proses pengeringan, jahe merah akan diletakkan di atas anyaman bambu yang tak terlalu rapat. Proses ini dilakukan hingga kadar air pada rimpang menjadi 8 – 10 %.

Selain dikeringkan dengan cara dikering anginkan, rimpang jahe bisa dijemur langsung di bawah sinar matahari atau dikeringkan menggunakan udara panas yang mengalir.

Setelah itu, rimpang bisa langsung dikemas atau diolah menjadi bermacam produk olahan. Anda bisa mengemas jahe yang sudah dikeringkan ini dalam peti/karung berongga untuk dikirim ke alamat konsumen.

bibit jahe merah
bibit jahe merah

Proses Pengemasan

Sebelum dikirim ke konsumen, pengemasan sangatlah penting. Pengemasan tak hanya mempercantik tampilan, tapi juga harus bisa menjaga kualitas jahe merah agar tetap baik ketika sampai di tangan konsumen.

Jadi, proses pengemasan harus dilakukan secara hati-hati dan tidak serampangan. Anda harus memasukkan rimpang satu per satu. Anda perlu menyusun rimpang secara teratur. Jika pengemasan dilakukan dengan sembarangan, rimpang bisa saja rusak saat sampai pada konsumen. Rimpang yang rusak menjadi nilai minus bagi seorang pembudidaya.

Dalam proses pengemasan, Anda perlu memisahkan rimpang berdasarkan ukurannya.

Wadah yang digunakan bisa berupa peti kayu atau karung yang punya cukup lubang udara. Setelah rimpang ditata secara teratur dalam wadah, jangan lupa untuk menutup wadah dengan kencang dan baik. Jangan sampai saat proses pengiriman wadah terbuka dan rimpang tumpah dan rusak.

Penyimpanan Rimpang

Kadang, sebelum rimpang dikirim ke konsumen, pembudidaya perlu menyimpannya terlebih dahulu. Setelah pengemasan selesai dilakukan, jika rimpang tak segera dikirim ke pemesan, maka selayaknya rimpang disimpan digudang penyimpanan untuk menunggu sementara waktu.

Tempat penyimpanan yang baik adalah yang memiliki sirkulasi udara yang cukup dan ada sinar matahari atau pun cahaya dari lampu. Sebab, dengan begitu, ruangan tidak lembab. Ruangan yang lembab berpotensi menciptakan banyak penyakit yang mengancam rimpang. Jamur merupakan penyakit rimpang yang mudah muncul ketika kondisi ruangan lembab.

Anda juga perlu mewaspadai hama-hama yang bisa menyerang pada masa penyimpanan. Hama seperti lalat gudang sangat mengancam kesehatan rimpang yang disimpan. Ketelatenan dibutuhkan di sini. Sebab, lalat gudang bisa merusak bahkan membuat rimpang yang telah tertata rapi dalam gudang menjadi busuk atau cacat.

Pengangkutan Rimpang

Rimpang yang dikemas atau telah parkir digudang bisa langsung dikirim dan didistribusikan. Jika rimpang telah didiamkan dalam gudang, perlu adanya pengecekan ulang apakah ada rimpang yang rusak atau tidak. Jangan sampai ketika sudah di tangan konsumen ternyata ada beberapa rimpang yang rusak dan memiliki kualitas yang tak baik. Pemeriksaan ulang ini sangat diperlukan guna menjaga kepercayaan konsumen terhadap pembudidaya. Pengangkutan bisa menggunakan mobil terbuka, mobil pikap, ataupun truk jika itu dalam kuantitas yang banyak.

Jika Anda tertarik untuk memulai menjadi pembudidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya. Bibit jahe merah unggul berpengaruh pada hasil panen yang lebih maksimal. Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

bibit jahe merah

Potensi Jahe Merah sebagai Tanaman Rempah dan Obat

Di tengah wabah virus corona (Covid-19) yang sedang melanda dunia, bibit jahe merah banyak dicari di pasaran. Jahe merah mengandung minyak atsir yang cukup tinggi di banding jenis jahe lainnya. Di dalam jahe merah terdapat banyak kandungan yang dapat menjaga kesehatan tubuh dan menangkal penyakit. Jahe merah dipercaya ampuh untuk meningkatkan imun sehingga manusia tak gampang terserang penyakit.

Namun, selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat, jahe merah juga bisa dimanfaatkan untuk tambahan makanan. Masyarakat Indonesia telah memanfaatkan jenis rimpang ini sejak lama. Herbal jahe, selain sedap untuk makanan, juga ampuh untuk menangkal penyakit seperti batuk, masalah pernapasan, dan berbagai masalah pencernaan serta peradangan.

Menurut Hasti Supriyanti dalam buku Untung Besar Budidaya Jahe Merah disebutkan, sudah sejak lama tanaman jahe dimanfaatkan manusia. Bahkan, bangsa Tionghoa sudah lebih dari 2000 tahun lalu menggunakan jahe sebagai bahan wajib pembuat obat.

bibit jahe merah
bibit jahe merah

Kandungan Jahe

  • Dengan kandungan yang bermacam di dalamnya, jahe memiliki kemampuan merangsang hormon adrenalin. Artinya, pembuluh darah akan lebih lebar dan aliran darah mengalir lebih lancar. Dengan begitu, meringankan kerja jantung dalam memompa darah.
  • Selain memperlancar aliran darah, jahe juga mengandung enzim protease dan lipase yang membantu pencernaan dalam tubuh. Dua enzim ini sangat bermanfaat bagi proses pencernaan tubuh manusia. Keduanya ampuh untuk mencerna protein dan lemak. Jadi, dengan mengonsumsi jahe, kesehatan organ pencernaan khususnya lambung sangat terjaga.
  • Rasa hangat yang dihasilkan ketika mengonsumsi jahe juga dapat membikin perut terasa nyaman. Sehingga, bagi Anda yang sering mengeluhkan kram pada perut, mengonsumsi jahe secara rutin bisa membantu meredakannya. Selain itu, manfaat yang diperoleh ketika mengonsumsi jahe adalah meredakan sakit kepala. Rasa hangat yang dihasilkan oleh minyak atsiri dalam jahe memberi efek relaksasi pada kepala yang sakit

Prospek Bisnis Jahe Merah

Tak hanya segudang manfaat kesehatan yang bisa didapat dari jahe merah, tanaman ini juga memiliki prospek bisnis yang cukup tinggi. Belum banyak yang membudidayakan jahe jenis ini di Indonesia. Banyak petani lebih memilih untuk menanam jahe gajah atau emprit. Padahal, di pasar internasional, jahe merah merupakan salah satu jenis rempah sekaligus tanaman obat yang banyak dicari.

Pasar internasional tentu punya nilai lebih tinggi. Harga di pasar internasional lebih tinggi dari harga di dalam negeri. Harga yang tinggi ini dipengaruhi oleh daya permintaan yang naik, tetapi pembudidaya jahe merah tak banyak atau belum bisa mencukupi kebutuhan pasar.

Malaysia, Banglades, dan Singapura adalah beberapa negara yang sering membeli jahe merah dari bumi Indonesia. Pada tarikh 2013, Banglades memesan 270 ton jahe merah ke sebuah instansi swasta yang merangkul petani dari daerah Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi, Ponorogo, dan Malang.

Namun, karena tak banyak yang membudidayakan jahe merah, petani-petani itu kewalahan menerima pesanan itu. Akibatnya, pengiriman jahe merah dilakukan secara bertahap.

Tak sulit menanam jahe merah di Indonesia. Apalagi, sekarang banyak tempat yang menyediakan bibit jahe merah yang unggul seperti Vista Agro.

Iklim yang Baik untuk Menanam Jahe Merah

Dengan kondisi iklim tropis, sangat mendukung untuk menanam jahe merah di Indonesia. Pada awal penanaman, jahe merah memang membutuhkan curah hujan yang tinggi. Jahe merah muda (sekitar 0-4 bulan) butuh curah hujan tinggi.

Jadi, untuk menanam jahe, baik dimulai pada pertengahan musim penghujan atau awal musim penghujan. Sehingga, ketika tanaman mulai berusia 5-8 bulan, curah hujan sudah mulai berkurang dan tak terlalu tinggi. Fase itu sangat cocok untuk jahe merah dewasa. Sebab, jahe merah yang dewasa sudah mulai fokus pada pertumbuhan rimpang. Tanaman jahe berusia 5 bulan ke atas, lebih butuh sinar matahari dari pada air.

  1. Usia 0-4 bulan

Jahe merah masih berumur sangat muda. Di usia 0-4 bulan, jahe merah butuh banyak curah hujan. Anda bisa menanam jahe di musim kemarau dengan membuat curah hujan sendiri. Namun, hal tersebut butuh ketelatenan yang tinggi.

Pada usia 0-4 bulan, sebaiknya jahe tak terkena paparan sinar matahari secara langsung. Anda bisa membuat tempat yang sedikit terbuka dan tertutup untuk membantu tanaman jahe merah tumbuh dengan maksimal.

  • Usia 4-12 bulan

Pada usia itu, jahe merah mulai butuh banyak sinar matahari. Paparan sinar matahari berfungsi untuk membantu pertumbuhan rimpang. Di usia lima bulan ke atas, sebisa mungkn curah hujan dikurangi. Namun, Anda jangan langsung menghentikan pemberian air. Anda bisa menguranginya secara bertahap. Sampai pada usia 6 bulan, pastikan bahwa pasokan sinar matahari lebih banyak dari pada air.

Sinar matahari digunakan untuk mendapat rimpang yang berkualitas. Jika terlalu banyak air, rimpang jahe akan jelek atau berkualitas buruk.

Jadi, jangan biarkan terjadi genangan air di sekitar tempat tumbuh rimpang jahe. Sebab, apabila timpat itu tergenang air, rimpang jahe bisa mengkerut bahkan membusuk.

Jika Anda berminat membudidayakan jahe merah, bersyukurlah karena Anda hidup di daerah tropis seperti Indonesia. Di daerah tropis, sinar matahari dan curah hujan sangatlah cukup. Selain iklim tropis, jahe merah mudah tumbuh di  daerah yang memiliki tanah gembur. Anda tak bisa menanam jahe merah di tanah berbatu dan kurang air.

Apabila Anda berminat memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu Anda menyediakan bibit jahe merah berkualiatas tinggi. Anda bisa datang langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851